3 Pesan Penting Untuk Remaja Sehat
3 hal penting agar remaja tetap sehat, bugar dan tentunya ceria selama pandemi dan menjalankan ibadah puasa. Remaja yang sehat tentu prestasi pun gemilang.
Deni Frayoga, S.KM

Menjadi remaja yang sehat bugar dan tentunya ceria adalah harapan semua orang. Ditengah pandemi dan juga melaksanakan ibadah puasa, tentu ada hal yang harus remaja lakukan agar tetap sehat dan bugar.

1. Healthy Eating

Makan makanan yang sehat dan bergizi adalah kebutuhan semua manusia titik seringkali kita makan bukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan tetapi untuk memenuhi nafsu kita. Sehingga tubuh kita bukannya sehat malah sakit.

Healthy eating maksudnya makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Mulai memenuhi kebutuhan air dengan cara memperbanyak minum air putih minimal 8 gelas per hari atau 2 liter. Selanjutnya memperbanyak konsumsi sayuran dan buah. Sayuran dan buah kaya akan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh pada saat proses pertumbuhan. Selain itu juga berfungsi untuk memperkuat sistem imunitas tubuh apalagi disaat pandemic seperti ini.

BACA JUGA:  Sssstttt...Ini Lho Bahayanya Kalau Kamu Menikah Muda!

Mengatur pola makan juga menjadi hal yang penting, mulai dengan makan makanan yang beragam zat gizinya. Jadi yang dimaksud beragam itu bukan makan nasi sama perkedel kentang dan mie goreng, itu tidak beragam tapi karbohidrat semua. Makan yang beragam yaitu ada karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Sebagai contoh nasi ikan ditambah sayuran kemudian buah sebagai makanan penutupnya.

2. Beraktifitas fisik

Aktivitas fisik itu sangatlah penting bagi remaja sendiri yang disarankan adalah 60 menit per hari. Seringkali remaja ini menjadi generasi mager dan rebahan. Bentuk kebiasaan mager dan rebahan yang berhari-hari kemudian diulang setiap harinya tanpa ada aktivitas fisik akan menyebabkan beberapa hal yang terjadi pada tubuh seperti berat badan tidak ideal atau berlebih, fisik lemah mudah lelah dan sakit.

Untuk itu lakukanlah aktivitas fisik 60 menit per hari caranya lakukan olahraga yang kalian senangi. Olahraga itu tidak harus di luar atau di lapangan tapi juga bisa dilakukan di rumah misalnya naik turun tangga, melakukan senam, yoga, zumba, ngeplank dan lainnya yang jelas olahraganya yang dilakukan secara langsung fisiknya bergerak bukan olahraga main game di gadget atau Play Station. istilah anak muda zaman sekarang lebih baik lari membakar kalori dari pada lari dari kenyataan membakar kenangan mantan.

BACA JUGA:  Yuk Kenalan Sama Serdadu Tano, Kader Kesehatan Yang Siap Berantas Rokok Pada Remaja

3. Konsumsi Rutin Tablet Tambah Darah

Suplementasi tablet tambah darah yang berupa zat besi itu penting bagi remaja putri. Hal ini karena remaja putri rentan mengalami anemia, setiap bulannya remaja putri mengalami menstruasi. Lebih dari 20% remaja putri di Indonesia mengalami anemia, tentunya ini adalah kasus yang serius. Anemia tidak bisa dianggap enteng karena risikonya berbahaya.

Remaja putri yang anemia konsentrasi belajarnya terganggu dan prestasi pun bisa menurun. Selain itu mereka di kemudian hari akan menikah dan hamil, ibu hamil yang anemia berisiko terhadap kelahiran premature bahkan kematian prenatal.

Tablet tambah darah atau disingkat TTD Bukankah obat untuk anemia tapi suplementasi untuk mencegah anemia. Sehingga remaja putri apakah dia mengalami anemia atau tidak tetap harus mengkonsumsi TTD secara rutin. Bagi remaja putri yang yang tidak sedang menstruasi TTD dikonsumsi seminggu sekali sedangkan bagi yang sedang menstruasi dapat dikonsumsi setiap hari 1 tablet.

BACA JUGA:  Pelayanan Kesehatan Remaja itu Harus Unik, Betul Gak Sih?!

Selama ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dengan program TTD untuk remaja putri di sekolah, setiap daerah memiliki jadwal masing-masing sebagai contoh di daerah Klaten dilakukan setiap hari Jumat dan di Lombok setiap hari Rabu. Lalu bagaimana bisa saat pandemi seperti ini yang sekolahnya libur dan setiap minggunya tidak minum TTD di sekolah?

Hal ini bisa disiasati dengan cara menghubungi Puskesmas dan Puskesmas yang mengantar ke rumah, ini sudah dilakukan oleh beberapa kabupaten di Indonesia yang mana Puskesmas melalui Bidan desa dan dibantu oleh para kader mendistribusikan tablet tambah darah ke rumah-rumah.

Apakah boleh beli TTD di apotek katanya tentu boleh kalau anda merasa mampu untuk membelinya. Mengkonsumsi TTD yang dari pemerintah pun sudah baik.

Itulah 3 hal penting agar remaja tetap sehat, bugar dan tentunya ceria selama pandemi dan menjalankan ibadah puasa. Remaja yang sehat tentu prestasi pun gemilang.

Catatan
Foto diambil sebelum Pandemi Covid-19.

Sharing is caring!

(Visited 53 times, 1 visits today)