You are here
Home > Gizi > 4 Sehat 5 Sempurna, Sudah Ketinggalan Zaman!

4 Sehat 5 Sempurna, Sudah Ketinggalan Zaman!

Dianissafitrah Hidayati

Dianissafitrah Hidayati

Mahasiwi Peminatan Gizi,Fakultas Kesehatan Masyarakat,Undip Semarang
Dianissafitrah Hidayati

Latest posts by Dianissafitrah Hidayati (see all)

Sharing is caring!

Sejak zaman SD dulu, kita pasti sudah sangat akrab dengan pedoman makan berslogan “4 Sehat 5 Sempurna”. Namun ternyata, slogan tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 1995!

Pedoman makan “4 Sehat  5 Sempurna” merupakan adaptasi dari pedoman makan masyarakat Amerika Serikat, Basic Four. “4 Sehat 5 Sempurna”  berisi acuan makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah, dan susu. Sejak tahun 1990-an, pedoman tersebut dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi.

BACA JUGA:  5 Cara Diet Tepat Untuk Pasien Kanker Serviks

Pada konferensi pangan sedunia tahun 1992 di Roma dan Genewa, Badan Pangan Dunia (FAO) mengharuskan setiap negara merubah pedoman “Basic Four” menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet” yang diterjemahkan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) di Indonesia. Sayangnya, PGS kurang disosialisasikan sehingga masyarakat cenderung tetap menggunakan pedoman “4 Sehat 5 Sempurna”. PGS secara resmi diterima melalui Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009.

Mengapa “4 Sehat 5 Sempurna” diganti dengan “Pedoman Gizi Seimbang” ?

Ada 3 alasan utama, yaitu :

  1.  “4 Sehat 5 Sempurna” belum tentu sehat. Makanan dapat dikatakan sehat tergantung pada porsi dan jenis zat gizi dalam makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu
  2. Susu bukan “makanan sempurna” karena kandungan protein hewani dalam susu dapat digantikan dengan telur, ikan, atau daging.
  3. Pedoman “Basic Four” yang menjadi acuan slogan “4 sehat 5 sempurna” dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan gizi saat ini. Basic Four dari AS yang diciptakan tahun 1940-an bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat. Namun, setelah dievaluasi tahun 1970-an, ternyata slogan tersebut tidak memperbaiki pola makan penduduk Amerika, yang disertai dengan meningkatnya penyakit degeneratif terkait gizi.
BACA JUGA:  Dinkes Kab Enrekang Stop Sajian Snack Kue yang Belum Terukur Kadar Gizinya

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” sudah menjadi bagian dari sejarah ilmu pengetahuan. Kini, Pedoman Gizi Seimbang (PGS) adalah acuan terbaru untuk menentukan pola makan sehat bangsa Indonesia.

gambar-piramida-makanan-pedoman-gizi-seimbang

Tulisan ini  pernah saya terbitkan di fineandfun.blogspot.co.id

Sharing is caring!

(Visited 45 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top