You are here
Home > Tips Kesehatan > 4 Tips Sederhana Agar Ibu Dan Bayi Selamat Saat Melahirkan

4 Tips Sederhana Agar Ibu Dan Bayi Selamat Saat Melahirkan

4 Tips Sederhana Agar Ibu Dan Bayi Selamat Saat Melahirkan

Sharing is caring!

Kematian ibu hamil, melahirkan dan nifas di indonesia besar. Di tahun 2016 tercatat lebih 4.000 ibu meninggal. Mungkin termasuk saudari, teman atau tetangga kita salah satunya

ADA APA SEBENARNYA?

Selama ini kita berfikir dokter, bidan dan rumah sakitlah yang harus berjuang keras dan bertanggungjawab untuk menurunkan angka kematian ibu. Dan akhirnya memang demikian.

Tapi setelah usaha keras oleh semuanya tadi, kok angka kematian ibu masih saja tinggi, tidak turun-turun. Ibu hamil (dan suaminya) beserta keluarganya, adalah manusia dewasa. Bukan anak-anak.

Dokter, Bidan, Rumah Sakit dan Puskesmas menyediakan fasilitas. Tetapi tugas ibu, suami dan keluarga adalah yang paling penting.

Satu-satunya hal untuk mencegah kematian ibu adalah kesadaran ibu hamil, suami dan keluarga ibu hamil itu sendiri.

Ibu hamil, suami dan keluarga haruslah sadar (aware) bahwa kehamilan adalah sesuatu yang beresiko. Kehamilan bukanlah peristiwa biasa-biasa saja.

Jika anda hamil, istri anda hamil, ada anggota keluarga yang hamil, lakukanlah langkah-langkah ini:

  1. Buat BPJS.
    Ini akan menolong jika ada apa2. Dari segi biaya
  2. Kontrol dengan bidan langganan.
    Sebulan sekali. Jika tidak ada dana kontrol dengan BPJS
  3. USG dengan dokter spesialis kandungan (SpOG)
    Saat usia kehamilan 13, 20, 36 minggu. Jika tak ada dana, yaa 28 minggu saja
  4. Cek Lab
    Hb (darah), Hbsag (hepatitis), HIV. Dan cek gula darah saat hamil 14 minggu. Jika tak ada dana ke PUskesmas

Ibu hamil bertanggungjawablah pada diri sendiri. Suami bertanggungjawablah pada anak dan istrimu
Keluarga bertanggungjawablah pada anggota keluarga tersayangmu.

Pastikan ibu hamil didekat anda mendapat 4 langkah diatas, dan memastikan hal itu. Bukan tugas bidan, dokter dan rumah sakit. Itu adalah tugas dan tanggungjawab anda sendiri.

Kami sebagai petugas kesehatan hanya mengingatkan. Semoga bermanfaat.

Sharing is caring!

(Visited 109 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top