You are here
Home > Kabar Kampus > 5 Mahasiswa FKM Undip Ciptakan Hand Sanitizer Dari Ekstrak Daun Trambesi

5 Mahasiswa FKM Undip Ciptakan Hand Sanitizer Dari Ekstrak Daun Trambesi

5 Mahasiswa FKM Undip Ciptakan Hand Sanitizer Dari Ekstrak Daun Trambesi

Sharing is caring!

Cairan pembersih antiseptik (hand sanitizer) sebagai alternatif pengganti sabun dipilih lantaran kepraktisannya. Hanya saja, mayoritas hand sanitizer di pasaran mengandung 80 persen alkohol yang dapat memicu iritasi kulit dan reaksi hormon.

Hal ini pun mendorong lima mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) membuat cairan pembersih tangan yang ramah di tubuh.

BACA JUGA:  FKM Undip Berpartisipasi Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Kelima mahasiswa tersebut adalah Enggit Putri Wiguna, Fatimatuzzahro, Peni Maydinar, Ayu Ernawati, dan Lintang Dian Saraswati.

Hand sanitizer yang mereka buat berbahan ekstrak daun Albizia saman (trembesi), peppermint dan lavender essensial oil, vitamin E oil, gel lidah buaya, witch hazel, etanol 60 persen.

Mereka lantas membranding produknya dengan nama Handasi, yang merupakan akronim dari Hand sanitizer Ekstrak Daun Trembesi.

Fatima mengatakan, ekstrak daun trembesi memiliki kandungan antimikroba terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albican, dan Xanthomonas. Daun trembesi (Albizia saman) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu tanin, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, dan glikosida kardiak.

Selain alasan kandungan tersebut, mereka memilih pohon Trembesi untuk diteliti lantaran banyak dijumpai di kawasan Undip dan Tembalang. Selama ini, pohon Trembesi hanya ditanam di pinggir jalan sebagai penangkal polusi udara.
“Produk hand sanitizer berbahan dasar daun Trembesi belum ada di pasaran. Hal ini memunculkan peluang usaha potensial. Penjualan Handasi sudah mencapai luar Kota Semarang, di antaranya Jakarta, Bogor, dan Temanggung,” kata Fatima, Senin (7/8/2017).

BACA JUGA:  Inovasi Mahasiswa FKM Undip Ubah Kemangi Jadi Obat Alergi Kulit

Fatima Cs memproduksi Handasi sejak Maret lalu. Proses produksi dimulai dari mengekstraksi daun trembesi dan membuat larutan aloe vera. Setelah produksi, Handasi diuji antibakteri di laboratorium terpadu Undip.

“Awalnya kami hanya membuat 20 botol. Lalu kami produksi lagi 130 botol dan mulai menjual Handasi kepada mitra kerja. Empat bulan ini kami telah menjual 986 botol dengan harga Rp 9.000 per 60 mililiter,” ujarnya.

Handasi meminimalisir penggunaan bahan kimia berbahaya sehingga aman digunakan. “Penggunaan lidah buaya untuk menjaga kelembaban kulit, mengandung vitamin E oil untuk menghaluskan dan menutrisi kulit, mengandung peppermint essensial oil atau lavender essensial oil sebagai penambah aroma Handasi, dan ekstrak daun trembesi yang memiliki khasiat sebagai antimikroba,” ujarnya.

BACA JUGA:  UNDIP Umumkan Hasil SBMPTN 2017, Fakultas Kesehatan Masyarakat Paling Banyak Diminati Setelah Fakultas Hukum

Handasi juga memiliki kemasan yang menarik dan praktis. Untuk aroma, mereka menyediakan aroma strawberry dan lavender yang dinilai cocok digunakan untuk segala usia.

“Kami berharap, Handasi bisa memberikan manfaat besar bagi konsumen sebagai alternatif cara praktis mencuci tangan. Kami harap bisa digunakan di instansi kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, serta kampus, sekolah, atau kantor,” ujarnya.

SumberĀ tribunnews.com

Sharing is caring!

(Visited 62 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top