7 Mitos dan Fakta Seputar Makanan dan Minuman Untuk Ibu Hamil
Banyak sekali mitos seputar kehamilan yang berseliweran, entah benar atau tidak. Yuk kita kupas satu per satu mitos dan fakta seputar kehamilan berikut ini.

Banyak sekali mitos seputar kehamilan yang berseliweran, entah benar atau tidak. Itulah mengapa Bunda harus lebih cermat dalam memilih mana yang memang bermanfaat dan mana yang perlu dibuang. Karena hal ini, sebenarnya, dapat memengaruhi keputusan-keputusan Bunda selama kehamilan.

Yuk Bunda kita intip mitos-mitos dan Fakta seputar kehamilan beserta faktanya berikut ini:

Mitos Pertama : Ibu hamil tidak boleh minum kopi

Fakta: Ketika Bunda minum kopi, kafein akan melewati plasenta menuju cairan ketuban dan aliran darah janin. Tubuh bayi yang masih berkembang memerlukan waktu lebih untuk memproses kafein tersebu tdibandingkan tubuh Anda. Akibatnya, si Kecil akan terkena efek kafein yang lebih lama dari ibunya.

American College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan bahwa sejauh ini, asupan kafein kurangd ari 200 mg tidak meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Sebaliknya, ibu yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein sehari lebih mungkin melahirkan bayi yang kecil. Jadi, boleh-boleh saja ibu hamil mengonsumsi kopi asalkan tidak berlebihan. Satu cangkir kopi tidak akan menyakiti si jabang bayi. Ingat, tidak lebih dari 200 mg kafein per hari, ya!

BACA JUGA:  Puskesmas Kertawinangun Sosialisasi PMTP Makanan Lokal di Eretan Wetan

Mitos Kedua: Ibu hamil tidak boleh makan nanas

Fakta: Nanas adalah pilihan yang aman dan sehat selama kehamilan. Seseorang mungkin telah mengatakan kepada Bunda untuk menghindari buah ini karena dapat menyebabkan keguguran dini atau menyebabkan persalinan. Namun, ini hanya mitos.

Dilansir dari Healthline, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa nanas berbahaya selama kehamilan. Rumor tentang nanas adalah murni anekdot. Nanas mengandung bromelain, sejenis enzim. Tablet Bromelain tidak direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan. Mereka dapat memecah protein dalam tubuh dan menyebabkan perdarahan abnormal.

Meskipun bromelain ditemukan dalam inti nanas, sangat sedikit yang benar-benar ada dalam daging nanas yang biasa dikonsumsi. Jumlah bromelain dalam satu porsi nanas tidak akan mempengaruhi kehamilan. Pilih nanas yang benar-benar matang dan hindari nanas muda yang bisa menimbulkan sakit perut karena rasanya yang masam.

Mitos Ketiga: Tidak boleh makan ikan

Fakta: Banyak mitos yang beredar seputar kehamilan dan ikan. Ada yang percaya bahwa ikan dapat menyebabkan bayi lahir dengan bau amis. Ada pula yang beranggapan bahwa ikan dapat meracuni bayi. Anggapan ini tak sepenuhnya benar.

Faktanya bau amis yang timbul pada bayi adalah normal karena bayi lahir bersama air ketuban. Larangan untuk memakan ikan merupakan sebuah mitos saja. Sebaliknya, menurut seorang ahli kehamilan dan ginekologi, ibu hamil justru dianjurkan untuk memakan dua porsi ikan setiap minggunya. Meski begitu, penting untuk memerhatikan jenis dan pengolahan ikan yang dikonsumsi saat hamil. Ada beberapa jenis ikan yang justru membahayakan kesehatan janin dikarenakan tingkatan merkuri yang tinggi, misalnya seperti ikan cucut, ikan hiu, maupun king makarel. Selain ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi, ibu hamil juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi ikan mentah. Ikan mentah masih memiliki kandungan bakteri dan parasit yang mungkin membahayakan janin.

BACA JUGA:  Mendagri: 3 Permasalahan Kesehatan Ini Perlu Perhatian Lebih Dari Kepala Daerah

Mitos Keemat: Minum Es bikin bayi gemuk

Fakta: Besar kecilnya bayi sangat bergantung dari asupan makanan Ibu. Gemuk atau tidaknya bayi dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti genetika dan makanan. Minum es tidak secara langsung menyebabkan bayi Anda besar. Namun, jika Ibu sering mengkonsumsi minuman manis berkalori tinggi dengan es. Ini mengakibatkan kenaikan berat badan berlebihan selama masa kehamilan. Jadi, bukan es yang menyebabkan kelebihan berat badan pada bayi, melainkan kandungan kalori yang terdapat pada es.

Mitos Kelima: Ibu hamil tidak boleh makan jamur

Fakta : Asalkan dimasak dengan matang, jamur boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Beberapa jamur yang baik untuk kesehatan adalah shiitake, maitake, enoki, dan oyster. Ibu hamil harus menghindari jamur yang masih mentah, magic mushroom, dan jamur yang berkategori toksik. Sebelum membeli jamur, coba riset dulu tentang jenis-jenis jamur yang ada di pasaran. Jika mereka tampak menarik tapi tidak familiar, selidiki apakah mereka termasuk aman untuk dikonsumsi. Belilah jamur yang masih segar dari swalayan yang sudah terkenal atau vendor yang terpercaya. Bersihkan jamur dengan baik dengan air bersih sebelum dimasak

BACA JUGA:  Ibu Hamil Wajib Baca! 10 Cara Menjaga Kehamilan Dengan Cerdas

Mitos Keenam : Air kelapa hijau bisa membuat tubuh bayi bersih

Fakta: Air kelapa hijau memang diketahui tinggi kalori untuk memberi tenaga saat melahirkan dan mengandung banyak ion elektrolit agar tidak dehidrasi. Namun, tidak ada kaitan dengan kebersihan air ketuban atau kulit bayi. Warna kulit manusia ditentukan oleh faktor genetika, tidak ada faktor lain. Rambut lebat pun tergantung dari faktor genetik, bukan dari kandungan makanan yang dikonsumsi.

Mitos Ketujuh: Ibu hamil tidak boleh makan pedas

Fakta : Menyantap makanan pedas selama kehamilan termasuk aman tapi dapat menyebabkan heartburn (rasa perih dan panas pada dada). Banyak ibu hamil mengalami heartburn, dan makanan pedas dapat memperburuk kondisi ini. Heartburn paling sering terjadi pada trimester akhir kehamilan. Pada beberapa ibu hamil, makanan pedas yang sebelumnya dapat dikonsumsi denganbaik-baik saja, ternyata memicu morning sickness. Jika Anda tidak mengalami gangguan sama sekali selama menyantap makanan pedas, berarti Anda tak perlu khawatir.

Nah, setelah ini perbanyak pengetahuan tentang apa yang patut dan tidak patut dimakan bumil di media atau sumber yang layak dipertanggungjawabkan keakuratannya. Selamat menyambut si mungil yang lucu Bunda!

Sharing is caring!

(Visited 71 times, 1 visits today)