Mataram  – Disaat anak seusianya sedang merasakan kegembiraan yang sesungguhnya, meski hanya dengan bermain. Namun, berbeda dengan bocah lincah pecinta sepak bola satu ini. Ardian Dwi Prawira, bocah berusia 13 tahun, kini harus merasakan pahitnya kenyataan hidup. Ia hanya bisa terbaring lemas di kasurnya dengan rasa sakit yang menyerang pada kaki kanan.

Aden, begitu sapaan akrabnya. Sebelumnya, ia memiliki hari yang begitu menyenangkan. Ia memiliki hobi bermain bola bersama teman-temannya. Ketika bermain bola, terbentur bahkan terjatuh merupakan hal biasa baginya.

Tanpa disadari, ada penyakit yang menyerangnya, Aden tetap menjalani hobi main bola bersama teman-temannya. Pada suatu ketika, Aden mengeluhkan rasa sakit kepada ayahnya. “Bapak, dia sakit lutut kita ini,” ujar bocah yang menyukai klub liga asal Spanyol, Real Madrid itu saat berbincang dengan suarantb.com, Minggu, 5 Maret 2017.

Mendengar keluhan dari sang anak, Muhrip sebagai ayah hanya berpikiran bahwa itu hanyalah rasa sakit yang diakibatkan salah urat. Muhrip juga tidak melihat adanya tanda-tanda benjolan pada lutut Aden, sehingga tidak timbul kecurigaan apapun terhadap penyakit ganas yang menyerang kakinya. Hingga pada akhirnya, sang ayah hanya mengobati anaknya dengan mengoleskan minyak.

Selang beberapa minggu dari kejadian itu, Aden tetap pergi ke sekolah. Hingga suatu hari, ketika pulang sekolah menuju rumah, Aden ditemukan tidak mampu berjalan lagi. “Untung, ada keponakan lewat. Diantar pulang,” ujar Muhrip sembari menyuapi Aden dengan makanan.

Sesampainya Aden di rumah, bocah yang sangat mengidolakan Cristiano Ronaldo ini, sang ayah langsung membawanya ke tempat khusus pijat. Di sana, kaki Aden yang sakit diolesi minyak. Karena, seminggu tidak ada perubahan, bapak yang kesehariannya bekerja sebagai satpam ini membawa anaknya ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Karena sudah bengkak, akhirnya kita bawa ke Rumah Sakit Kota Mataram,” lanjutnya saat ditemui suarantb.com di rumahnya yang berada di Jalan Gunung Merapi No. 139 Kampung Pelita, Dasan Agung Kota Mataram.

Setelah dilakukan dua kali pemeriksaan rontgen di rumah sakit yang berbeda, Aden divonis menderita kanker tulang stadium 3. Perasaan tak karuan  dirasakan sang ayah ketika mengetahui anak bungsunya diserang penyakit ganas itu. Pihak rumah sakit pun menyarankan agar Aden dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Surabaya. Mengetahui hal itu, Muhrip langsung berembuk dengan keluarga besar untuk mengatasi ujian yang diberikan oleh Tuhan.

Namun sayangnya, hingga dua bulan berlangsung Aden belum menginginkan untuk dibawa ke rumah sakit. Hingga akhirnya, kaki kanannya semakin membengkak. Beberapa tim seperti LPA dan beberapa psikolog, sudah mencoba membujuk Aden agar mau untuk dibawa ke rumah sakit.

“Anaknya, ndak mau. Dia trauma,” imbuh Muhrip dengan nada lembut sambil mengangkat kaki Aden, juga suara Aden yang merintih kesakitan akibat luka pada kulitnya yang terkelupas.

Saat ini, Muhrip hanya berharap agar Aden segera mau untuk dibawa ke rumah sakit dan dilakukan pengobatan. Ia berharap, tim Iwapi secepatnya kembali berkunjung ke rumah, dan bisa membujuk Aden. “Makanya, saya sebagai orang tua sebenarnya ingin sih segera membawa Aden ke rumah sakit. Lebih cepat kan lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya, Aden merupakan sosok anak yang sangat aktif dan ceria. Ia juga pecinta sepak bola yang mengidolakan pesepak bola asal Portugal, CR7. Hal itu terbukti dari dinding kamarnya yang memampang tiga poster bergambar Cristiano Ronaldo. Selain itu, Aden juga pernah mengikuti beberapa pertandingan sepak bola.

Ketika diajak berbincang seputar sepak bola dengan salah satu relawan yang berkunjung, Aden sangat antusias dalam menjawab. Ia sangat senang apabila dirinya bisa kembali bermain sepak bola dan diajak masuk sekolah sepak bola yang berada di Denpasar, Balih

suarantb.com

Sharing is caring!

(Visited 229 times, 1 visits today)