Aksi Konvergensi Stunting di Era New Normal Pandemi Covid-19
Hasil kegiatan Rembuk Stunting menjadi dasar gerakan penurunan stunting Kabupaten Bangka melalui integrasi program/ kegiatan yang dilakukan antar OPD penanggungjawab layanan dan partisipasi masyarakat.

Selama masa pandemi Covid-19 yang melanda secara global di seluruh dunia hingga Indonesia, upaya intervensi penurunan stunting secara terintegarasi hampir terhenti dikarenakan ada pembatasan sosial dengan Physical distancing atau jaga jarak, Social distancing atau mencegah kerumunan atau berkumpul dan work from home atau bekerja di rumah. Namun sejalan dengan komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) yang berkembang terus tentang cara pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar yaitu memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta jaga jarak akhirnya bisa dilaksanakan dengan cara melaksanakan aksi konvergensi secara online atau rapat terbatas.

Rembug Stunting Kabupaten Bangka 2020

Kabupaten Bangka sebagai salah satu dari 160 Kabupaten/ Kota Prioritas Intervensi Stunting Tahun 2019, masih tetap berlanjut melaksanakan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting pada tahun 2020. Aksi konvergensi yang dilaksanakan sudah masuk Aksi 3 yaitu Rembuk Stunting. Pada saat melaksanakan Aksi 1 sampai Aksi 2 kegiatan yang dikoordinir oleh Bappeda Kabupaten Bangka ini sudah dilaksanakan dengan lancar. Aksi 1 yang dilaksanakan sekitar bulan Februari dan Aksi 2 pada awal Maret 2020  sebelum masa Tanggap Darurat Covid -19 berlaku di Indonesia.

Pada Aksi 1 memuat analisis situasi Program Penurunan Stunting yaitu proses mengidentifikasi sebaran Prevaleni Stunting  di wilayah Kabupaten Bangka pada tahun sebelumnya. Situasi ketersediaan program dan praktek manajemen layanan saat ini untuk memahami permasalahan rendahnya integrasi intervensi gizi prioritas pada sasaran prioritas yaitu rumah tangga 1000 HPK (hari pertama kehidupan).

Dilanjutkan Aksi 2 yaitu penyusunan encana kegiatan yaitu Rencana Tindak Lanjut Kabupaten Bangka dalam merealisasikan rekomendasi hasil analisis situasi. Rencana ini berisikan program dan kegiatan OPD untuk meningkatkan cakupan layanan intervensi dan kegiatan untuk meningkatkan integrasi intervensi oleh Kabupaten/ Kota dan Desa pada tahun berjalan dan/ atau satu tahun mendatang

Pada saat akan memasuki Aksi 3 yaitu Rembuk Stunting,  masa Tanggap Darurat Covid-19 diberlakukan sehingga kegiatan sementara ditangguhkan menunggu waktu aman. Namun dikarenakan tahapan Aksi Konvergensi harus berlanjut dan masa Pandemik Covid -19 belum diketahui kapan akan berakhir serta diberlakukan juga “New Normal’ maka disepakati Rembuk Stunting tetap dilaksanakan ditengah Era New Normal Pandemic Ccovid-19.

Peserta Rembug Stunting 2020 Kabupaten Bangka

Rembuk Stunting adalah  suatu langkah penting yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bangka  untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/ lembaga non-pemerintah dan masyarakat. Dikarenakan Kabupaten Bangka sudah melaksanakan rembuk tahun kedua maka agenda rembuk stunting adalah menyampaikan perkembangan jumlah kasus dan prevalensi stunting serta perbaikan cakupan intervensi.

Menurut Kasi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Desi Yanti, SKM, MKM prevalensi stunting di Kabupaten Bangka mengalami penurunan. Berdasarkan data analisa status gizi dari aplikasi elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM), prevalensi baduta stunting Kabupaten Bangka sebesar 4,35% pada tahun 2019 menurun dari 8,9% pada tahun 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr. Then Suyanti, MM menyatakan bahwa menurunnya prevalensi stunting di Kabupaten Bangka diiringi dengan perbaikan cakupan intervensi gizi spesifik dan cakupan  intervensi gizi sensitif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan OPD terkait lainnya di Kabupaten Bangka.  

Kegiatan rembuk stunting yang dilaksanakan pada era new normal di pertengahan bulan Mei 2020, pesertanya terbatas namun tetap sesuai kaidah rembuk stunting yang berlaku, dengan mengundang OPD inti terkait. Pada rembuk stunting ini disepakati program/ kegiatan penurunan stunting yang akan dilakukan pada tahun berjalan dan Komitmen Pemerintah Daerah dan OPD terkait untuk program/ kegiatan penurunan stunting yang akan dimuat dalam RKPD/ Renja tahun berikutnya.

Output yang dihasilkan dari Rembuk Stunting adalah:

  1. Komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Bupati Bangka, Perwakilan DPRD,  Kepala Desa, Pimpinan OPD, dan Perwakilan Sektor Non Pemerintah dan Masyarakat.
  2. Rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD/ Renja OPD tahun berikutnya.

Hasil kegiatan Rembuk Stunting menjadi dasar gerakan penurunan stunting Kabupaten Bangka melalui integrasi program/ kegiatan yang dilakukan antar OPD penanggungjawab layanan dan partisipasi masyarakat. Penanggung Jawab aksi integrasi adalah Bupati dengan  mendelegasikan kewenangannya kepada Sekretaris Daerah dan/atau Bappeda untuk membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Rembuk Stunting.

Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Bangka

Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Ir.Pan Budi Marwoto, M.Si mengharapkan dengan dilaksanakan Rembuk Stunting  di Kabupaten Bangka maka Pemerintah Daerah telah berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka.

Selanjutnya menurut beliau akan dilakukan sosialisasi dan diseminasi komitmen hasil Rembuk Stunting untuk menegaskan kembali komitmen dan mendorong seluruh pihak untuk berkontribusi secara aktif dalam upaya penurunan stunting terintegrasi.

Sosialisasi Rembuk Stunting  dapat dilakukan melalui berbagai media komunikasi yang tersedia seperti radio, koran, televisi lokal dan media sosial lainnya serta bekerjasama dengan para pihak yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka seperti perguruan tinggi, akademisi, TNI, organisasi non pemerintah, CSR (Corporate Social Responsibility) dan pihak lainnya.

@unicefindonesia
@ureportcovid19
#covid19diaries #cegahstuntingpenting #gizianak #balitasehat #giziibuhamil #untuksetiapanak #ureportcovid19 #seksigizidinkesbangka #kesmasid

Sharing is caring!

(Visited 240 times, 2 visits today)