Aksi PERSAGI Kab Bangka Di Hari Gizi Nasional Ke-62

Rangkaian Peringatan Hari Gizi Nasional ke 62 Tahun 2022 dilaksanakan oleh DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Bangka melalui berbagai kegiatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan mengusung tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas” dan Sub tema “Gizi Seimbang, Keluarga Sehat, Negara Kuat.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat Tanggal 4 Februari 2022 ini diawali dengan kegiatan GERMAS yaitu senam pagi bersama pengurus dan anggota DPC Persagi Bangka bersama karyawan Rumah Sakit Depati Bahrin Sungailiat, dilanjutkan dengan makan bubur kacang hijau serta buah-buahan bersama, konsultasi gizi gratis tentag stunting dan obesitas pada pasien, pegawai  dan masyarakat yang bertempat di halaman Rumah Sakit Umum Depati Bahrin Sungailiat, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Senam Sehat HGN 62 persagi Bangka

Pada kesempatan Aksi Persagi ini hadir Ketua DPC Persagi Bangka, Sanusi SST, M.Mkes, Desi Yanti, SKM, MKM sebagai Wakil Ketua dan Pengurus serta Anggota DPC lainnya. Menurut Sanusi, SST, M.MKes  kegiatan ini sebagai peran serta dan dukungan terhadap pencegahan masalah stunting dan obesitas. Upaya pencegahan masalah gizi kurang termasuk stunting dan wasting serta gizi lebih dan obesitas merupakan tugas kita bersama. Bukan hanya tugas dibidang kesehatan saja tapi melibatkan lintas sektor, lintas program, organisasi profesi, organisasi masyarakat dan mitra pembangunan.

BACA JUGA:  Kampanye Cegah Stunting Di Desa Gunung Muda, Belinyu, Kab. Bangka

Selanjutnya Desi Yanti, SKM, MKM  menyatakan bahwa “salah satu peran Ahli Gizi dalam upaya mencegah stunting dan obesitas adalah dengan memberikan edukasi dan pemahaman tentang prinsip gizi seimbang untuk mencegah terjadinya masalah gizi baik di fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi lainnya serta sasaran kelompok rawan gizi dan masyarakat”.

Indonesia saat ini menghadapi beban ganda permasalahan gizi, dimana disatu sisi masalah gizi kekurangan gizi yaitu stunting atau pendek serta wasting atau kurus masih banyak terjadi, di sisi lain terjadi peningkatan masalah gizi lebih dan obesitas. Masalah kekurangan gizi dipengaruhi oleh rendahnya konsumsi makanan yang mengandung zat gizi seimbang, infeksi yang berulang, pelayanan kesehatan yang kurang memadai, akses sanitasi dan air bersih yang kurang, perilaku yang tidak sehat seperti kurang aktifitas fisik serta masih rendah  konsumsi sayur  dan buah. Upaya yang telah dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.

Penyebab stunting adalah Kurangnya asupan gizi terutama pada masa 1000 Hari pertama Kehidupan (HPK) serta kurangnya pengetahuan orang tua akan pentingnya kesehatan. Stunting berdampak dan mempengaruhi anak  dari ia kecil hingga dewasa. Pada jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.

BACA JUGA:  Saya Gabung TB-HIV Care Aisyah, Biar Tidak Ada Yang Tertular Lagi!

Pemeriksaan Kesehatan HGN ke 62 Persagi Bangka

Proporsi tubuh anak stunting sekilas mungkin terlihat normal, namun kenyataannya anak lebih pendek dari anak-anak seusianya. Dan seiring bertambahnya usia anak stunting dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan. Karena itu Salah satu komponen terpentingnya adalah terpenuhinya kebutuhan gizi terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit Tidak menular (PTM) seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis, hipertensi atau darah tinggi. Obesitas dapat dihindari dengan perilaku hidup sehat salah satunya  GERMAS.

Untuk mencegah obesitas perlu ditingkatkan perilaku Germas atau gerakan masyarakat hidup sehat.  Adapun Perilaku Germas  seperti:  makan buah dan sayur 5 porsi sehari. Selain itu dengan membatasi asupan gula, garam dan lemak (GGL) dalam sehari  dengan anjuran 4G1G5L (Gula maksimal 4 sendok makan per hari, garam maksimal 1 sendok teh per hari, lemak/minyak maksimal 5 sendok makan  per hari).  Rajin melakukan aktifitas fisik secara teratur (berolahraga, berjalan kaki, membersihkan rumah, berkebun dan lain-lain). Mempertahankan berat badan agar tetap ideal (IMT=18 – 23 kg/m²).

Aksi PERSAGI Bangka Di Hari Gizi Nasional Ke-62

Kegiatan selanjutnya adalah Musyawarah Cabang (Muscab) sehubungan dengan berakhirnya masa kepengurusan DPC Persagi Bangka, kegiatan  ini mengagendakan pertanggungjawaban pengurus DPC Persagi Bangka perode 2016-2021 serta pemilihan ketua DPC periode 2022-2027. Selamat mengemban amanah pengurus DPC Persagi yang baru, semoga Ahli Gizi Indonesia selalu berkontribusi dalam setiap upaya perbaikan gizi di Indonesia.

Yuk cegah stunting, awas obesitas. Ayo tingkatkan konsumsi gizi seimbang agar bangsa sehat negara kuat. Selamat Hari Gizi Nasional ke-62.

#HGN62 #jayalahAhliGiziIndonesia #cegahstunting #awasobesitas

(Visited 124 times, 1 visits today)