You are here
Home > Kabar Kampus > Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Bulukumba Masih Tinggi

Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Bulukumba Masih Tinggi

Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Bulukumba Masih Tinggi

Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan masih tergolong tinggi. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Kabupaten Kuliah Kerja Nyata-Profesi Kesehatan (KKN-PK) Unhas, Bahri saat menyampaikan laporan akhirnya di acara pelepasan Mahasiswa KKN Unhas, Jumat (18/8/17).

“Hasil observasi menunjukkan di daerah ini, tinggi angka hipertensi dan diabetes melitus. Masih kurangnya kesadaran PHBS pada anak sekolah, masalah gizi seimbang pada keluarga, serta ditemukannya kejadian kecelakaan kerja seperti KLL, fraktur pada petani,” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran Prodi Keperawatan ini.

Hipertensi dan Diabetes Militus merupakan 2 kategori penyakit yang apabila tak diperhatikan secara seksama bisa berakibat fatal.

Atas temuan para mahasiswa ini pihaknya juga merekomendasi berharap masukan tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah desa kelurahan, camat dan puskesmas, terkait tingginya angka Hipertensi dan Diabetes Militus.

BACA JUGA:  Pengabdian Masyarakat, STIKes Kuningan Beri Penyuluhan Kesehatan di SMPN 1 Cibereum

“Kegiatan kami pada dasarnya hanyalah contoh, namun masyarakatlah bersama pemerintah setempat yang harus melanjutkannya,” beber Bahri.

Sementara itu Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali yang melepas perwakilan mahasiswa, menuturkan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten, karena pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Unhas ini, telah dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba.

Apa yang menjadi capaian, catatan, atau rekomendasi dari pelaksanaan KKN ini kata Andi Sukri, tentu menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program kegiatan di bidang kesehatan, guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Olehnya itu saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para adik-adik mahasiswa yang telah mendedikasikan dirinya untuk melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  50 Desa di Demak Dinyatakan Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan

Lebih lanjut, AM Sukri Sappewali mengemukakan tentu selama berada di Bulukumba terjadi dinamika di tengah masyarakat. Ia berharap yang jelek ditinggalkan, dan menimbang yang baik saja untuk dibawa pulang.

“Saya juga ingin kalian menjadi duta wisata kepada keluarga dan kerabatnya, sehingga semakin banyak orang yang berkunjung ke Bulukumba” ucapnya di depan para mahasiswa.

Seperti diketahui, sebanyak 535 Mahasiswa KKN Unhas ini melakukan praktek di lima kecamatan yang ada di Bulukumba, yakni Bontobahari, Bontotiro, Herlang, Bulukumpa dan Kindang selama dua bulan lamanya.

Secara keseluruhan program yang dilaksanakan oleh sebanyak 200 program kerja (Proker). Proker tersebut terdiri dari kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik seperti skrening tekanan darah, sedangkan non fisik lebih banyak pada aspek penyuluhan, seperti penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan gosok gigi, penyuluhan ibu hamil dan penyuluhan hipertensi.

BACA JUGA:  Bupati Ini Pimpin Langsung Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Sumber suaralidik.com

Sharing is caring!

(Visited 32 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top