Angka Kematian Ibu dan Bayi di Pasuruan Menurun
Pelayanan kesehatan terus meningkat di Kabupaten Pasuruan. Beberapa indikatornya antara lain angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang terus menurun.

Pelayanan kesehatan terus meningkat di Kabupaten Pasuruan. Beberapa indikatornya antara lain angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang terus menurun.

“Pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan karena merupakan pelayanan dasar. Pemerintah wajib memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi warganya,” kata Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf atau Gus Irsyad, Jumat (14/4/2017).

BACA JUGA:  Dinkes Kota Cirebon Targetkan 2019 Seluruh Puskesmas Terakreditasi

Dijelaskannya, angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup tahun 2016 sebanyak 6,81, turun dari tahun 2015 yang mencapai 7,73.

“Demikian juga dengan angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2016 mengalami penurunan, yakni sebanyak 91,62 dari tahun tahun 2015 mencapai 101,47,” terang Gus Irsyad.

Menurutnya, indikator kinerja rumah sakit juga semakin baik. Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian rumah sakit menunjukkan peningkatan, tahun 2015 mencapai 77,61% sedangkan tahun 2016 mencapai 78,35%.

“Sementara Nett Death Rate (NDR) atau tingkat kematian pasien rumah sakit, angkanya menunjukkan kondisi yang lebih baik, tahun 2015 mencapai 22,76 permil sedangkan tahun 2016 mencapai 19,82 permil,” jelasnya.

BACA JUGA:  Yuk Intip Persiapan Puskesmas Bambalamotu Menuju Puskesmas Terakreditasi!

Selain itu, lanjut Gus Irsyad, berbagai prestasi juga diraih dibidang kesehatan. Diantaranya Akreditasi Rumah Sakit dengan predikat Paripurna yang diraih oleh RSUD Bangil, dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit.

“Akreditasi juga diraih Puskesmas Purwodadi, Puskesmas Ngempit, Puskesmas Gempol, dan Puskesmas Bangil dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, berbagai inovasi kesehatan juga terus dilakukan, salah satunya ODHA Link, yang sudah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Layanan ini merupakan terobosan mengatasi banyaknya pasien HIV/AIDS yang menutup diri karena malu kondisi kesehatannya diketahui masyarakat.

Dengan ODHA Link, semakin banyak penderita HIV/AIDS yang yang berani berkonsultasi lewat layanan pesan singkat. Petugas menjamin kerahasiaan indentitas dan akan mendatangi penderita dengan memberikan obat secara gratis seumur hidup.

BACA JUGA:  Ombudsman Minta Walikota Medan Usut Pungli di Puskesmas

ODHA Link yang ada selama ini di RSUD Bangil akan direplikasi dengan membentuk puskesmas satelit, diantaranya di Puskesmas Grati, Puskesmas Gempol, Puskesmas Prigen, dan Puskesmas Purwosari.

“Untuk anggaran, alokasi belanja langsung tahun 2016 pada Dinas Kesehatan dan RSUD Bangil sebesar Rp.513.9 miliar dan terserap Rp.451 miliar,” tutupnya.

SUMBER

Sharing is caring!

(Visited 124 times, 1 visits today)