Atasi Gizi Buruk, Alumni Nusantara Sehat Siap Tugas ke Asmat!

Atasi Gizi Buruk, Alumni Nusantara Sehat Siap Tugas ke Asmat!
“Di Asmat akan kita tingkatkan Nusantara Sehat. Kami punya terobosan untuk mengirim dokter spesialis,’ kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu Nila Farid Moelok.
Bagus Dwi Prayitno

Bagus Dwi Prayitno

Staf MCT at UPT Puskesmas Sungai Guntung
Nusantara Sehat Batch 2
Bagus Dwi Prayitno

Beberapa hari lalu kita mendengar bersama tentang aksi yang dilakukan oleh Ketua BEM UI yang sangat viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan saat Bapak Presiden Jokowi menghadiri acara Dies Natalis Ke-68 di Balaiarung Depok, Jum’at (2/2/2018).

Zaadit Taqwa menyampaikan, kartu kuning yang diberikan ke Jokowi adalah  peringatan yang diberikan untuk melakukan evaluasi di tahun keempat. Karena ada sejumlah permasalahan di pemerintah terutama yang paling disoroti adalah kasus gizi buruk di Asmat, Papua.

BACA JUGA:  Ini Aksi Nyata Kami Tim Nusantara Sehat PKM Nualain Dari Batas Timor Leste - Indonesia

Isu gizi buruk di Asmat berdasarkan data Kemenkes menyebutkan, terdapat 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk di Asmat. Selain itu, ditemukan juga 25 anak suspect campak serta 4 anak yang terkena campak dan gizi buruk.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Ibu Nila Farid Moelok berencana akan mengirimkan tenaga kesehatan ke Asmat Papua yang akan bertugas 2 tahun mengabdi dengan basis tim dan individual.

“Di Asmat akan kita tingkatkan Nusantara Sehat. Kami punya terobosan untuk mengirim dokter spesialis,’ kata beliau.

Program Nusantara Sehat sudah berjalan sejak tahun 2015 dan terus berlangsung sampai saat ini dengan mengirimkan tenaga kesehatan ke DTPK dan DBK berbentuk tim dan individual ke seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Mari Kaka Kitorang Patungan Untuk Asmat!

Ada yang menarik ketika kami menerima informasi pembukaan pendaftaran tenaga nusantara sehat yang ke Asmat, Papua. Melalui grub whatts app, muncul percakapan yang memuat ajakan daftar nama yang bersedia tugas ke sana.

Hutomo :“Ayo bikin daftar nama sebagai berikut, ‘Saya siap tugas ke Asmat Papua’ . Tolong lanjut (tulis nama) bagi yang bersedia.”

BDP : ”Butuh berapa (tenaga kesehatan)?.”

Hutomo,”Ini untuk alumni ns(nusantara sehat).”

Tidak lama setelah pesan ini disampaikan, bermunculan para tenaga nusantara sehat batch 2 yang menulis nama bersedia untuk ditempatkan di Asmat Papua. Ada profesi perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, gizi dan tenaga lainnya.

Ardiyansah : ,”Memang persoalan gizi buruk di Asmat ataupun permasalahan kesehatan di lainnya di Papua secara umum mungkin tidak sederhana yang kita fikirkan…”

Sebelum ditugaskan ke penempatan, tenaga kesehatan yang sudah lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan khusus di Pusdikkes TNI AD Jakarta. Penguatan mental sebelum bertugas sangat penting karena permasalahan yang dihadapi di lapangan tidak cukup hanya berbekal dari teori dari bangku kampus.

BACA JUGA:  Peringatan HUT RI KE 72 di Lingkungan Kemenkes RI Berlangsung Khidmat

Tenaga nusantara sehat khususnya batch 1 dan 2 telah menyelesaikan tugas pengabdian selama 2 tahun yang tidak diragukan lagi pengalamannya. Sebagian besar mereka melanjutkan dengan ikut serta penugasan khusus nusantara sehat individu, dan sebagian lainnya masih menunggu pemberangkatan tahap selanjutnya.

Maka ketika ada pertanyaan adakah yang bersedia tugas ke Asmat Papua?,  Kami beri jawaban tidak sedikit tenaga Nusantara Sehat yang sedia untuk mengabdi ke masyarakat dimanapun berada.

Sharing is caring!

(Visited 623 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *