Bongkar Celengan, 15 Orang Nusantara Sehat Ikuti Pelatihan Nasional di Makassar

Berangkat dari pelosok-pelosok negeri, 15 orang Tim Based Nusantara Sehat ikuti Pelatihan Nasional Manajemen dan Kepemimpinan Puskesmas di Makassar.

Berangkat dari pelosok-pelosok negeri, 15 orang Tim Based Nusantara Sehat dengan profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat dan penempatan yang berbeda-beda, bongkar celengan untuk ikuti Pelatihan Nasional Manajemen dan Kepemimpinan Puskesmas yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) di Hotel Jolin Makassar.

Hal ini menuai apresiasi dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK), “Saya sangat terkejut sekali dengan kehadiran adik-adik sekalian. Saya tahu pelatihan ini tidak murah, tapi adik-adik mengikuti pelatihan ini by pocket. Sungguh luar biasa!” ungkap Bapak Andi Mansur Sulolipu, S.KM, M.Kes selaku fasilitator.

“Kalau seperti ini, nanti kita akan buatkan pelatihan yang memang benar-benar dibutuhkan adik-adik Nusantara Sehat.” tambahnya yang tidak bisa menyembunyikan raut wajah kagumnya kepada peserta dari Nusantara Sehat.

Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Oktober ini dikutsertakan 45 peserta, 15 diantaranya adalah Nusantara Sehat Batch 4 dan 5.

Nusantara Sehat Ikuti Pelatihan

Mayoritas peserta yang memegang jabatan sebagai Kepala Puskesmas dan diberangkatkan dengan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) tidak membuat mereka kecil hati.

“Saya merasa saya perlu materinya untuk mengupgrade ilmu. Di daerah penempatan, pelatihan manajemen Puskesmas jarang diadakan. Kalau diadakan pun pasti PNS. Terlebih ini pelatihan nasional jadi harapannya mampu dapat cerita dan pengalaman dari wilayah lain yang mungkin bisa diadopsi di penempatan saya” jelas Ni’mah peserta dari Nusantara Sehat Batch 4 penempatan Papua Barat.

“Saya merasa pelatihan ini penting baik untuk meningkatkan kualitas diri, materinya juga bisa membantu dalam pengakreditasian Puskesmas.” Tambah Al peserta dari Nusantara Sehat Batch 4 penempatan Sumatera Utara.

Meskipun tidak difasilitasi dengan baik oleh instansi terkait, tidak memutuskan semangat peserta dari tim Nusantara Sehat ini dalam melakukan perjalanan yang berhari-hari dengan akses laut, darat dan udara.

“Pelatihan seperti ini sangat bagus, namun kalau biayanya mandiri tidak semua bisa mengikutinya dengan alasan dana.” ungkap Neni Yunita salah satu Nusantara Sehat Batch 5 penempatan Sulawesi Utara.

“Saya harap kedepannya pelatihan-pelatihan seperti ini dapat bekerjasama dengan Dinas ataupun Instansi terkait, agar tenaga kesehatan dapat meng-upgrade ilmunya dan pelayan kesehatan menjadi lebih baik.” tambahnya.

Gabung di Nusantara Sehat, Bukanlah Satu Pekerjaan, Tapi Ini Pengabdian!

inilah yang bisa kami bagi cerita tentang perjuangan 5 orang pemuda di Tepi Samudra. Nusantara Sehat, bukanlah satu pekerjaan, tapi ini pengabdian!

Awalnya  saya gak nyangka bisa gabung di Nusantara Sehat.

Saya menjadi seorang SKM ini seperti orang yang mengalami kecelakaan yang beruntung.

Kenapa beruntung? Iyalah, dulu sempat diterima di kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Tapi karena kondisi, akhirnya saya tidak lanjutkan, dan memilih untuk kuliah di FKM UAD Yogyakarta. Di UAD, saya lulus peminatan Manajemen RS.

alumni FKm UAD Yogyakarta

Setelah lulus, saya coba daftar Pencerah Nusantara, tapi gak lolos, sampai akhirnya saya coba daftar di Nusantara Sehat dan dinyatakan Lolos tergabung di Nusantara Sehat Batch 4.

Sekitar bulan September 2016, saya mulai menjalani pendidikan di Pusdikkes TNI AD bersama 273 anggota lainnya. Selama 40 hari kami ditempa, kami mendapatkan materi seputar kesehatan, mental, fisik, juga terjun ke lapangan, praktek di Puskesmas. Kami juga sempat pemusatan latihan fisik di BPPK Ciloto selama 3 hari.

Pendidikan Nusantara Sehat

Sampai pada hari pengumuman, akhirnya saya dan tim tahu, bahwa kami akan ditugaskan ke Puskesmas Labuhan Hiu, Kec. Pulau-pulau Batu Timur, Kab. Nias Selatan Sumatera Utara.

Perjalanan ke lokasi saya dan tim, berangkat dari Bandara Soekarno hatta, terbang menuju Bandara Kuala Namu Medan. Dilanjutan penerbangan ke Gunung Sitoli Nias. Kemudian kami masih harus lanjut perjalanan darat 4-5 jam menuju Kab. Teluk Dalam. Kemudian, kami harus nyebrang laut dengan jarak tempuh 6-7 jam perjalan laut ke Pulau Tello menggunakan Kapal Roro. Kemudian masih harus lanjut perjalanan laut 6-7 jam menuju Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur menggunakan Kapal Nelayan.

peta kabupaten nias selatan

Perjuangan belum berakhir. Sesampainya di lokasi Puskesmas, saya dan rekan tim, saling pandang, ketika melihat kondisi Puskesmas yang memprihatinkan. Kawan Apoteker saya sempat “kerdip mata”, seolah dia berkata “Sudah lah Bang, kita hadapi aja”.

Merapikan Stok Obat

Satu waktu kami juga lakukan kegiatan kunjungan desa. Sampai di satu Desa Labuhan Rima, kami bertemu dengan keluarga Bapak Yusrin, dimana istri beliau dalam keadaan sakit. Sempat dibawa berobat ke klinik di Kecamatan Pulau Tello, kemudian berangkatlah mereka ke Gunung Sitoli. Sesampainya di Gunung Sitoli, Dokter yang memeriksa istri beliau bilang, “Penyakit ini Hepatitis. Percuma saya obati. Karena gak juga akan sembuh. Hatinya sudah rusak. Berdo’a sajalah”.

Satu pengalaman menarik juga pernah saya alami bersama tim. Waktu itu kami melakukan kunjungan ke Desa Lagan. Disana ada satu keluarga yang tinggal terpencil, jauh dari pusat desa. Lokasinya ada diatas bukit, dimana hanya ada jalan setapak, bahkan beberapa lokasi tampak seperti hutan tanpa jalan.

Perjalanan menuju Desa Lagan

Disana tinggal satu keluarga Bapak Yatieli Nazara, dimana istri beliau sudah meninggal, dan kini ia tinggal dengan 7 orang anak. Pada saat kami lakukan pemeriksaan kesehatan, kami cek tensi beliau sampai 180 bahkan pernah sampai 240 mmHg.

Ada banyak pengalaman yang rasanya tak habis-habis untuk diceritakan. Tapi setidaknya inilah yang bisa kami bagi cerita tentang perjuangan 5 orang pemuda Nusantara Sehat di Tepi Samudra.

Bergabung di Nusantara Sehat, bukanlah satu pekerjaan, tapi ini pengabdian!

Kab. Nias Selatan Sumatera Utara

Nusantara Sehat: Pasien Hepatitis B di Nias Selatan Ini Perlu Uluran Tangan

Tim Nusantara Sehat bersama beberapa staf Puskesmas Labuhan Hiu melakukan kunjungan Desa ke Desa Labuhan Rima, disana mereka menemukan pasien Hepatitis B.

Tim Nusantara Sehat bersama beberapa staf Puskesmas Labuhan Hiu melakukan kunjungan Desa ke Desa Labuhan Rima yang merupakan salah satu Desa yang berada di Nias Selatan, Sumatera Utara.

Desa terpencil ini mayoritas penuduknya sebagai nelayan pancing, yang mana kebutuhan sehari-harinya bergantung pada cuaca untuk turun ke laut.

“Masyarakat disini itu mikir untuk makan besok saja susah, apalagi untuk memikirkan cek kesehatannya. Makanya kami sangat senang sekali dengan adanya kunjungan desa ini, soalnya memang tidak pernah ada orang kesehatan yang mau datang kesini.” ungkap Ibu Wartini selaku Kepala Desa.

“Kalau sakit malah takut untuk berobat, selain akses ke Kotanya susah, biayanya juga gak tahu dari mana.” tambahnya dengan mengkerutkan dahi.

Salah satunya dirasakkan oleh Ibu Adina, yang mana konsumsi utamanya adalah motivasi semangat hidup setiap harinya dari suami dan anaknya, karena di diagnosa Hepatitis B oleh beberapa Dokter di Klinik Pulau Tello maupun Rumah Sakit Gunung Sitoli.

“Kumpul-kumpul lah, istilahnya biaya bersama keluarga. Alhamdulillah, baru kita ke Gunung Sitoli.” jelas Bapak Yusrin selaku suami.

Alih-alih mendapatkan kesembuhan, keluarga pasien malah dikejutkan dengan pernyataan Dokter yang menangani.

“Penyakit ini Hepatitis, percuma saya obati. Karena gak juga ini sembuh, ga akan, ga akan sembuh. Hatinya udah rusak, ga bisa kita atasi, berdo’a sajalah katanya.” tambahnya mengulang pembicaraannya dengan dokter disana.

Kini Bapak Yusrin yang tinggal di gubuk kecil bersama satu orang anaknya hanya menunggu keajaiban dari Yang Maha Kuasa untuk kesembuhan Ibu Adina.

Inspiratif! Ini Kisah Bidan Apung Nusantara Sehat di Batas Samudra

Ini Kisah Bidan Apung Nusantara Sehat di Batas Samudra. “Saya hanya ingin melakukan yang terbaik dari apa yang saya miliki saat ini.” Inspiratif!

Seperti inilah salah satu kegiatan pelayanan kesehatan oleh @tenagakesehatan.indonesia yang ada di Pulau Pini (Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan – Sumut ), daerah ini merupakan Daerah Kepulauan yang jarak antar Desanya hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan laut, itupun dengan menggunakan perahu atau kapal Nelayan yang biasa digunakan masyarakat untuk mencari Ikan.

Kali ini bercerita tentang seorang Bidan @nusantara_sehat @nusantarasehat4 @pkm.labuhanhiu yang pelayanan baik Promotif dan Preventif bahkan dalam kondisi tertentu mengharuskan ia untuk melakukan tindakan Kuratif terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan tersebut.

@naning_susiani yang kerap di sapa Naning ini merupakan seorang Tenaga Bidan asal Jawa Timur. Pada saat itu, ia ditemani 2 rekannya @alfha.project seorang Tenaga @kesmas.id dan @badran_saputra seorang @perawat.indonesiaa untuk memenuhi panggilan medis di Kecamatan tersebut.

Naning merupakan wanita yang terlahir di tanah Jawa yang dikelilingi tanah sawah dan atau pegunungan, namun dengan ketulusan hatinya mengabdi sebagai Tenaga Bidan tak mematahkan semangatnya untuk beradaptasi dengan asinnya air laut dan kerasnya hantaman ombak Samudera Hindia tempat ia mengabdikan diri.

Hal itu ditunjukkannya dengan kesehariannya yang selalu menantang ancaman-ancaman Laut lepas demi membantu masyarakat yang membutuhkannya, terkadang sampai harus mengenyampingkan nyawanya sendiri dalam beberapa situasi dan tindakannya.

Sejauh ini gadis kelahiran 1993 ini masih menikmati perjuangan yang hanya 2 tahun di Pulau tersebut, “Saya hanya ingin melakukan yang terbaik dari apa yang saya miliki saat ini, saya tidak ingin amanah dari @kemenkes_ri melalui program Nusantara Sehat ini tidak berbuah apa-apa nantinya setelah saya usai dari sini” ujarnya dengan nada ringan dan ceria.

@tenagamedisindonesia @medical.indonesia @tenagakesehatanindonesia @ikatanbidanindonesia_ @jokowi @indonesiabertauhidofficial @indozone.id @ndorobeii @wowfakta @jevuska @officialhitamputiht7 @kickandyshow @thecommentnet_ @tvrinasional @officialrcti @sctv @globaltvseru @netmediatama @tvonenews @metrotv @transtv_corp