5 Rahasia Vitamin C yang Kamu Belum Pernah Tahu!

Sapa sih yang gak tahu Vitamin C? Tapi apa kamu yakin sudah benar-benar tahu? Coba deh cek 5 Rahasia Vitamin C berikut ini, sapa tahu ini hal baru buat kamu.

Sapa sih yang gak tahu Vitamin C? Tapi apa kamu yakin sudah benar-benar tahu?

Tahu gak sih, sifat labil ternyata tak hanya dialami manusia lho. Buktinya para ahli gizi menyatakan bahwa vitamin C adalah vitamin yang paling labil.

Hal ini karena vitamin C a.k.a Asam Askorbat sangat mudah rusak dan tidak stabil dalam lingkungan tertentu dibandingkan dengan vitamin jenis lain. Yuk kenalan lebih jauh dengan si labil yang penuh manfaat ini!

1. Vitamin C ditemukan karena penyakit yang diderita para pelaut Inggris

Sejak abad ke-15, para pelaut seringkali menderita penyakit skorbut karena hanya mengonsumsi makanan yang dikeringkan dan biskuit selama perjalanan laut berbulan-bulan. Penyakit ini menyebabkan kelelahan berkepanjangan, pucat, perdarahan gusi dan bawah kulit, hingga kematian.

Kemudian pada tahun 1746, James Lind, seorang dokter bedah di kapal angkatan laut Inggris, melakukan percobaan terhadap 12 orang pelaut yang menderita skorbut. Para pelaut tersebut dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama diberi makan jeruk dan kelompok kedua diberi cuka selama 2 minggu. Hasilnya, kelompok yang diberi makan jeruk ternyata berangsur sembuh dari skorbut dalam waktu 6 hari, sedangkan kelompok yang diberi cuka tidak menunjukkan perkembangan apapun.

Semenjak itu, orang-orang menyadari bahwa jeruk dapat mencegah maupun menyembuhkan penyakit skorbut. Namun, pada saat itu, belum diketahui bahwa zat gizi dalam jeruk yang berperan dalam pencegahan penyakit tersebut adalah vitamin C. Baru pada tahun 1932 Szent-Gyorgyi dan C. Glenn King berhasil mengisolasi zat antiskorbut dari jeruk dan kol yang kemudian dinamakan Vitamin C.

2. Jus pabrikan diklaim banyak mengandung vitamin C, benarkah begitu?

Jus buah dalam bentuk botol maupun kotak dari pabrik diklaim mengandung banyak vitamin C ketika diiklankan. Namun, apakah benar demikian?

Vitamin C merupakan zat yang mudah rusak ketika terkena panas, terutama dalam bentuk larutan. Selama proses distribusi dan penyimpanan, apabila jus pabrikan terpapar suhu panas, maka kandungan vitamin C akan berkurang.

Jadi ketika kamu minum jus tersebut, kandungan vitamin C yang sebenarnya kamu dapatkan belum tentu sama dengan yang dicantumkan pada label kemasan karena sebagian vitamin C bisa saja telah rusak selama proses distribusi yang panjang atau penyimpanan yang tidak tepat di toko.

3. Orang dewasa hanya membutuhkan maksimal 100 mg vitamin C setiap hari

Kebutuhan vitamin C setiap orang akan berbeda tergantung usia dan kondisi fisiologis (misalnya hamil dan menyusui).

Pada usia 16 – 80 tahun keatas, tubuh hanya membutuhkan 90 mg vitamin C per hari untuk laki-laki dan 75 mg per hari untuk perempuan. Kebutuhan vitamin C tertinggi adalah pada ibu menyusui yaitu 100 mg per hari.

Apabila kamu mengonsumi lebih dari 100 mg per hari, maka tubuh dapat menyimpan vitamin C sebagai cadangan hingga 1500 mg yang dapat mencegah skorbut (penyakit akibat kekurangan vitamin C) selama 3 bulan!

Ketika konsumsi vitamin C harianmu sangat tinggi, misalnya sampai 1000 mg per hari dan cadangan vitamin C sudah lebih dari 1500 mg, maka akan dibuang melalui urin sebagai asam askorbat atau melalui pernapasan sebagai karbondioksida.

Mengapa dibuang? Karena vitamin merupakan zat gizi mikro sehingga tubuh tidak membutuhkannya dalam jumlah yang banyak.

4. Fungsinya tidak sebatas meningkatkan daya tahan tubuh

Vitamin C telah lama dikenal dapat menjaga daya tahan tubuh karena perannya dalam fungsi kekebalan. Selain itu, vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi dan kalsium serta mencegah kanker.

Vitamin C merupakan bahan penting dalam pembentukan kolagen sehingga turut berperan dalam penyembuhan luka, patah tulang, perdarahan di bawah kulit, dan perdarahan gusi.

5. Makanan sumber vitamin C

Untuk mendapatkan manfaat dari vitamin C, konsumsi sayur dan buah secara rutin sangat dianjurkan. Buah-buahan seperti jeruk, nanas, rambutan, dan pepaya merupakan jenis pangan dengan kadar vitamin C yang tinggi.

Walaupun vitamin C disebut sebagai vitamin paling labil, tapi mengonsumsinya secara rutin dengan pengolahan yang tepat dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Jangan lupa kunjungi Blog aku juga ya http://fineandfun.blogspot.co.id

4 Sehat 5 Sempurna, Sudah Ketinggalan Zaman!

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” sudah jadi sejarah ilmu pengetahuan. Kini, Pedoman Gizi Seimbang (PGS) adalah acuan terbaru untuk menentukan pola makan sehat.

Sejak zaman SD dulu, kita pasti sudah sangat akrab dengan pedoman makan berslogan “4 Sehat 5 Sempurna”. Namun ternyata, slogan tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 1995!

Pedoman makan “4 Sehat  5 Sempurna” merupakan adaptasi dari pedoman makan masyarakat Amerika Serikat, Basic Four. “4 Sehat 5 Sempurna”  berisi acuan makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah, dan susu. Sejak tahun 1990-an, pedoman tersebut dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi.

Pada konferensi pangan sedunia tahun 1992 di Roma dan Genewa, Badan Pangan Dunia (FAO) mengharuskan setiap negara merubah pedoman “Basic Four” menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet” yang diterjemahkan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) di Indonesia. Sayangnya, PGS kurang disosialisasikan sehingga masyarakat cenderung tetap menggunakan pedoman “4 Sehat 5 Sempurna”. PGS secara resmi diterima melalui Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009.

Mengapa “4 Sehat 5 Sempurna” diganti dengan “Pedoman Gizi Seimbang” ?

Ada 3 alasan utama, yaitu :

  1.  “4 Sehat 5 Sempurna” belum tentu sehat. Makanan dapat dikatakan sehat tergantung pada porsi dan jenis zat gizi dalam makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu
  2. Susu bukan “makanan sempurna” karena kandungan protein hewani dalam susu dapat digantikan dengan telur, ikan, atau daging.
  3. Pedoman “Basic Four” yang menjadi acuan slogan “4 sehat 5 sempurna” dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan gizi saat ini. Basic Four dari AS yang diciptakan tahun 1940-an bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat. Namun, setelah dievaluasi tahun 1970-an, ternyata slogan tersebut tidak memperbaiki pola makan penduduk Amerika, yang disertai dengan meningkatnya penyakit degeneratif terkait gizi.

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” sudah menjadi bagian dari sejarah ilmu pengetahuan. Kini, Pedoman Gizi Seimbang (PGS) adalah acuan terbaru untuk menentukan pola makan sehat bangsa Indonesia.

gambar-piramida-makanan-pedoman-gizi-seimbang

Tulisan ini  pernah saya terbitkan di fineandfun.blogspot.co.id