Senam Prolanis, Lansia Juga Harus Berperilaku Hidup Sehat

Kegiatan senam sebagai upaya untuk untuk membuat para lansia di Kateman untuk tetap aktif, produktif dan menjaga kesehatannya dalam mengarungi usia senja.

Setiap hari minggu pagi, UPT Puskesmas Sungai Guntung mengadakan kegiatan senam sehat untuk lansia di Lapangan Balai Rakyat Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Dari seluruh peserta diindikasi bahwa para lansia memiliki penyakitHipertensi.

Kegiatan senam prolanis dimulai Pukul 06.30 pagi setiap Minggu. Sudah sejak akhir tahun 2016 lalu diikuti para lansia dari kecamatan sini. Dan antusiasme masyarakat cukup bagus karena kita juga bekerjasama dengan TP PKK untuk mengajak lansia aktif senam pagi.

Sementara itu, jumlah pasien paling banyak yang berobat di Faskes Puskesmas Sungai Guntung yaitu penyakit Hipertensi yang dapat dilihat dari rekap10 penyakit terbanyak. Dan penyakit hipertensi tersebut rata-rata diderita oleh seorang lansia. Untuk itu, para lansia diharapkan dapat mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku sehat.

“Hampir setiap bulan penyakit hipertensi selalu masuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak di Faskes Pertamini. Data tersebut dapat dilihat berdasarkan laporan kunjungan pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan. Bahkan pada bulan April lalu tercatat lebih dari 100 lansia terdiagnosa tersebut.” tutur Operator Pcare BPJS Kesehatan UPT Puskesmas Sungai Guntung.

Kegiatan senam sebagai upaya untuk untuk membuat para lansia di Kateman untuk tetap aktif, produktif dan menjaga kesehatannya dalam mengarungi usia senja. Dalam penyelenggaraan senamlansiaitu, menjadi salah satu aktifitas positif yang termasuk dalam perilaku hidup sehat.

Para lansia masih bisa aktif serta produktif meskipun memasuki usia senja. Buktinya, mereka dapat mengikuti senam enerjik dan aktif pada kegiatan lainnya. Karenanya, usia bukanlah menjadi halangan bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif dan enerjik. Melalui pola hidup yang baik, makan makanan sehat dan rutin berolahraga, maka tingkat kualitas hidup para lansia semakin baik lagi.

Selain itu, UPT Puskesmas Sungai Guntung juga rutin melakukan penyuluhan kesehatan kepada lansia melalui program promkes yang dilakukan setiap bulan sekali.

Dengan penambahan pemeriksaan cek kesehatan rutin mulai dari tekanan darah, kolesterol, glukosa, serta asam urat dapat dipantau status kesehatan mereka.

Nusantara Sehat INHIL : “Beri Pelayanan Kesehatan Terbaik”

Puskesmas bukan lagi harus terfokus pada yankes saat masyarakat sakit saja. Tapi juga harus berperan sebagai agen pembangunan kesehatan di wilayahnya.

Keberadaan Puskesmas sebagai ujung tombak saat ini, bukan lagi harus terfokus pada pelayanan kesehatan saat masyarakat sakit saja. Akan tetapi, juga harus berperan sebagai agen pembangunan kesehatan di wilayahnya.

Menjadi penggerak pembangunan kesehatan artinya menjadi pemicu kemajuan kesehatan masyarakat yang akan berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Dengan majunya bidang kesehatan, nantinya produktifitas masyarakat juga akan bertambah semakin besar.  Dengan demikian keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, mengajak seluruh komponen bangsa dalam membangun dimulai dari pinggiran (desa). Pengutamaan pembangunan melalui wilayah pinggiran menuju ke wilayah tengah ini tak terkecuali untuk bidang kesehatan. Pola seperti ini ingin menghadirkan Negara pada setiap jengkal tanah di Indonesia, dipelosok, terpencil, maupun daerah perbatasan sekalipun.

Salah satu kebijakan di bidang kesehatan, Pemerintah menghadirkan Nusantara Sehat, yakni penugasan khusus bidang kesehatan berbasis tim. Tenaga Kesehatan ini di rekrut langsung oleh Badan PPSDM (Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) Kemenkes RI dengan melalui proses seleksi yang sangat ketat. Kehadiran Tim Nusantara Sehat diharapkan dapat memberi perubahan dunia kesehatan menuju pelayanan kesehatan yang paripurna.

Kabupaten Indragiri Hilir yang berada di Provinsi Riau menjadi sasaran program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupa penempatan Tim Nusantara Sehat. Saat ini terdapat 2 Tim yang ditempatkan di UPT Puskesmas Sungai Guntung (Kecamatan Kateman) dan Batang Tumu (Kecamatan Mandah).  Tim pertamakali ditempatkan mulai tanggal 9 Desember 2015 adalah Tim Nusantara Sehat Puskesmas Sungai Guntung, kemudian diikuti pada akhir tahun 2016 untuk tim yang ditempatkan di Puskesmas Batang Tumu.

“Kegiatan turun ke desa yang menyenangkan walaupun harus jalan kaki tak apa kalau dilakukan dengan ikhlas, insya Allah ladang pahala buat kita. Karena kiri-kanan kita juga bisa lihat keindahan dan kekayaan alam sekitar pohon kelapa yang hijau meskipun jauh dari pemukiman warga.” tutur Dedeh Supriatin, SST saat turun ke Desa Sungai Teritip (Bidan Nusantara Sehat)

Dapat dibayangkan bagaimana gambaran implementasi program Nusantara Sehat yang ditempatkan di DTPK (Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan) dan DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan). Pelaksanaan program kesehatan yang dilakukan tidak hanya terfokus pengobatan dalam gedung, namun juga diiringi aksi jemput bola ke masyarakat. Peningkatan upaya promotif dan preventif-lah yang terkadang lebih berdampak dalam kegiatan.

Saat ini munculnyakekinian masalah kesehatan harus di imbangi dengan kemajuan program kesehatan masyarakat. Umumnya masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk berobat, baik kepada dokter praktik maupun langsung ke Puskesmas. Sedangkan jika ditelusuri sumber penyebab masalah itu dapat diantisipasi dengan pencegahan yang efektif yaitu melalui program KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Lebih banyak orang sakit baru berobat dibandingkan orang sehat / beresiko yang menjaga kesehatanya agar tidak sakit.

“Kunjungan nakes kali ini di salah satu desa terisolir wilayah kerja Puskesmas Sungai Guntung di Kabupaten Indragiri Hilir yang hanya bisa ditempuh berjalan kaki. Dengan kondisi jalan yang berlumpur  dan licin pada musim hujan kurang lebih dengan jarak 3 km. Namun semangat pengabdian, jarak yang kami tempuh dan lelah berjalan kaki terasa ringan ketika melihat senyuman dan antusias masyarakat menyambut.” Ujar Ns.Hendri H,S.Kep (Perawat Nusantara Sehat).

Mendatangi masyarakat yang belum tersentuh pelayanan kesehatan menjadi pilihan dalam upaya pelaksanaan program promosi kesehatan. Tenaga Kesehatan merasa memiliki tanggungjawab untuk menurunkan resiko masalah kesehatan dengan memberikan pelayanan turun lapangan. Hal itu tidak lain timbul dari harapan besar untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di lokasi penempatan kami (Tim Nusantara Sehat).

UPT Puskesmas Sungai Guntung Gelar Lokmin Lintas Sektoral

UPT Puskesmas Sungai Guntung menggelar Lokakarya Mini lintas sektoral di Aula UPT Puskesmas, Rabu (03/05/2017).

UPT Puskesmas Sungai Guntung menggelar Lokakarya Mini lintas sektoral di Aula UPT Puskesmas, Rabu (03/05/2017) . Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Kateman yang diwakili oleh Sekcam Kateman.

Dalam laporannya, Zainuddin, SKM Kepala Puskesmas menjelaskan, dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, kegiatan ini merupakan salah satu wadah, agar seluruh sektor yang ada di Kecamatan Kateman ini bisa berperan aktif dalam penyelenggaraan kesehatan.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, ia mengharapkan, agar para peserta bisa memberikan masukan dan keluhannya. Dengan demikian pihaknya bisa lebih meningkatkan lagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, harapnya, sembari memaparkan fasilitas Puskesmas, capaian program, kendala dilapangan serta program di hari mendatang.

Selain itu, Kepala Puskesmas menegaskan, untuk menekan angka kematian ibu dan anak, masyarakat harus melakukan persalinan di fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun pustu dan poskesdes yang tentunya ditangani oleh tenga kesehatan. Pasalnya, dari beberapa kasus kematian ibu dan anak yang terjadi disebabkan oleh persalinan yang tidak ditangani oleh nakes atau dukun.

“Ibu hamil hendaknya rutin memeriksakan kesehatannya di Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan yangterdekat, ada puskesmas pembantu/Poskesdes/POD/klinik Perusahaan. Jangan mengandalkan Dukun Desa karena sering menyebabkan kematian Ibu dan Bayi.” Katanya sambil menunjukkan slide presentasi di depan para peserta.

Sementara itu H Dr. Junaidi Sekcam Kateman dalam sambutannya mengatakan , manyambut baik materi yang tekag dipaparkan Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung . Bahkan kedepan siap memfasilitasi segala sarana dan prasarana pendukung dalam penyelenggaraan kesehatan di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dhadiri oleh Muspika Kecamatan Kateman serta diikuti sektitar 60 peserta dari 8 desa dan 3 kelurahan, dengan rincian terdiri, Kepala Desa, TP PKK, Bidan / Nakes Desa, Kader Kesehatan serta Tokoh Masyarakat.

Pentingnya GERMAS Untuk Meningkatkan Kesehatan

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah suatu upaya yang digagas oleh Kemenkes RI untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah suatu upaya yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Guna mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat, hidup dalam lingkungan yang sehat, dan sadar terhadap pentingnya memelihara kesehatan.

Dalam kesempatan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Provinsi Riau Bapak H. Arsyadjuliandi Rachaman pada hari minggu 30 April 2017 bertempat di Lapangan Gajah Mada Tembilahan., “Germas kita canangkan ke seluruh masyarakat Riau. Lewat Germas  kita harapkan masyarakat bisa hidup lebih sehat dan rutin mengecek kesehatan secara berkala.”

Sementara itu, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengatakan,”Germas harus menjadi budaya masyarakat yangdilakukan dengan kesadaran penuh untuk peningkatan kualitas hidup. Ini harus didukung oleh semua pihak.”

Peran seluruh lintas sektor diperlukan untuk mewujudkan keberhasilan implementasi Germas. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kab/ Kota dapat melakukan; 1)Advokasi kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk menerbitkan kebijakan terkait bidang kesehatan dengan menggunakan data IPM 2015, IPK 2013, Hasil PSG2015 dan monitoring STBM 2015; 2) Melakukan pertemuan dengan SKPD, ToMa/ToGa dan Dunia Usaha serta Akademisi untuk menerapkan Germas melaluiPerilaku Hidup Bersih Sehat di tatanan masing-masing; 3) Memberikan contoh penerapan kebijakan aktivitas fisik dalam bentuk olahraga; 4) Menyebarluaskaninformasi tentang manfaat konsumsi sayur dan buah; 5) Menyediakan sarana pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi masyarakat; 6) Menjalin kerjasamadengan Dinas Pertanian untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman sayur dan buah; dan 7) Melakukan kegiatan deteksi dini kanker payudara danleher rahim pada perempuan. (rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemkes RI)

Melibatkan seluruh lapisan masyarakat, lintas sektor baik Pemerintah, swasta, dunia usaha, organisasikemasyarakatan, serta masyarakat untuk bersama berkontribusi menciptakan gerakan masyarakat hidup sehat dengan tujuan Kesehatan masyarakat terjaga, jika sehat maka produktivitas akan meningkat, terciptanya lingkungan yang bersih serta biaya yang dikeluarkan untuk berobat akan berkurang.

(Bagus Dwi Prayitno)