Ini Kontribusi Nyata Dosen Prodi IKM STIKes Indramayu Mengatasi Perilaku Merokok di Masyarakat

Sampai dengan hari ke-2 setelah diterapi beliau masih merasakan sugesti positif untuk tetap komitmen berhenti merokok, ujar salah satu warga desa.

Indramayu – Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Juntiweden, Senin, 14/9 2017 lalu, melibatkan 25 orang mahasiswa kesehatan masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertemakan “Gerakan Berhenti Merokok” yang meliputi kegiatan door to door campaign, konsultasi dan terapi berhenti merokok.

Mengedepankan prinsip pendekatan keluarga, diharapkan dapat menjangkau masyarakat sasaran lebih luas dan lebih mudah masyarakat memahami informasi yang disampaikan.

Dalam penyuluhan ini, disampaikan tentang kandungan berbahaya dalam rokok, bahaya merokok itu sendiri, juga cara berhenti merokok.

Selain penyuluhan secara langsung, warga juga mendapatkan stiker sebagai pengingat terkait bahaya merokok yang ditempel di dinding atau pintu rumah warga.

Sampai dengan hari ke-2 setelah diterapi beliau masih merasakan sugesti positif untuk tetap komitmen berhenti merokok, ujar salah satu warga desa-1

Bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga atau kepala keluarga perokok aktif, kami arahkan langsung untuk konsultasi dan mengikuti terapi berhenti merokok di Balai Desa Juntiweden bersama terapis dari Klinik Berhenti Merokok STIKes Indramayu, bapak Idham Latif, S.KM.,M.Epid.

Hasil dari door to door campaign, konseling dan terapi berhenti merokok mendapat respon yang positif dari warga. Salah satu warga yang melakukan terapi berhenti merokok, Bapak Ahmad Sugiarto mengatakan, bahwa sampai dengan hari ke-2 setelah diterapi beliau masih merasakan sugesti positif untuk tetap komitmen berhenti merokok.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan ke seluruh desa yang ada di Kabupaten Indramayu, sebagai kontribusi nyata Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan dari perilaku merokok di masyarakat. Serta memberikan solusi secara langsung kepada masyarakat yang ingin berhenti merokok melalui terapi merokok.

STIKes Indramayu Mencetak Generasi Emas Indonesia Yang Sehat Dan Kuat

STIKes Indramayu merupakan salah satu PT yang yang selalu melaksanakan PKKMB, dan materi yang disampaikan mengacu kepada panduan PKKMB tahun 2017.

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dilaksanakan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pembelajaran Nomor: 468/B/SE/2017 tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru disebutkan bahwa PKKMB bertujuan untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya, memuat antara lain tentang sistem pendidikan tinggi kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus, serta materi bela negara, radikalisme, penyalahgunaan narkoba sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi.

STIKes Indramayu merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang yang selalu melaksanakan PKKMB, dan materi yang disampaikan mengacu kepada panduan PKKMB tahun 2017.

Selain materi-materi wajib yang sesuai dengan surat edaran Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pembelajaran, STIKes Indramayu menambahakan materi yang berkaitan dengan program kesehatan khususnya yang berkaitan program gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS).

Hal tersebut dilakukan karena sebagai sekolah tinggi kesehatan, STIKes Indramayu memiliki kewajiban agar segala kegiatan yang dilaksanakan di STIKes Indramayu selalu berkaitan dengan program-program pemerintah. Harapannya dapat mendukung pemerintah untuk mewujudkan Program Indonesia Sehat.

GERMAS dapat dilakukan dengan cara melaksanakan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksakan kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

Dalam kegiatan PKKMB di STIKes Indramayu, mahasiswa baru diperkenalkan dengan program GERMAS dan diajak untuk selalu melakukan aktifitas fisik. Aktifitas fisik yang dilakukan saat PKKMB yaitu senam aerobic. Melalui senam aerobic harapannya mahasiswa baru dapat terbiasa melakukan aktifitas fisik secara rutin.

Strategi ini dilakukan oleh STIKes Indramayu karena mahasiswa baru ini merupakan generasi emas Indonesia yang dapat menjadi agen perubahan. Germas dapat terwujud apabila dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Setelah selesai PKKMB mahasiswa tidak hanya mengenal tentang sistem pendidikan tinggi kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus nakmun mahasiswa baru juga mengenal dan mau melakukan aktifitas fisik serta mengajak seluruh keluarganya untuk selalu melakukan aktifitas fisik.

Mahasiswa Kesmas STIKes Indramayu Gelar Overa Van Campak Rubella di SMP Unggulan

Selasa, 1/8-17, mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu menggelar “Overa Van Campak Rubella” dalam acara kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR).

Indramayu, Selasa, 1/8-17, mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu menggelar “Overa Van Campak Rubella” dalam acara kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Indramayu di SMP Unggulan Indramayu.

Dalam overa tersebut mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu menyampaikan pentingnya Imunisasi Campak-Rubella (MR) agar bisa melindungi generasi emas Indonesia.

Mahasiswa juga menghimbau kepada siswa/siswi yang hadir untuk mengikuti Imunisasi MR dan ibu-ibu yang memiliki anak atau saudara yang usia 9 bulan – 15 tahun kurang untuk melakukan imunisasi yang dilaksanakan dalam dua fase yaitu Fase Pertama pada Bulan Agustus sasarannya anak  SD/MI/SMP/MTS atau sederajat. Sedangkan fase kedua dilakukan di Posyandu, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya sasarannya bayi dan anak yang belum bersekolah serta anak usia sekolah, namun tidak bersekolah.

Overa Van Campak Rubella mampu menggugah perwakilan pengurus OSIS SMP di Indramayu dan siswa-siswi SMP Unggulan untuk melakukan imunisasi MR, siswa mengaku takut untuk di imunisai namun setelah melihat overa van campak rubella dari mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indramayu menjadi tidak takut justru malah menjadi takut kalau tidak di imunisasi.

Kampanye MR ini dihadiri oleh Wakil Bupati Indramayu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kepala Puskemas Se-Indramayu, Kepala Dinas Pendidikan, Kapolres Indramayu, dan Perwakilan dari Pengurus OSIS SMP di Indramayu.

Tujuan kampanye ini untuk mensukseskan program Imunisasi MR di Indramayu. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan Imunisasi MR ini bisa berperan aktif untuk mengajak masyarakat yang memiliki anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun untuk melaksanakan imunisasi MR.

Dengan demikian kekebalan tubuh masyarakat Indramayu terhadap campak rubella bisa meningkat dan bisa mensukseskan program pemerintah yaitu Indonesia Bebas Rubella pada tahun 2020.