Berapa Gaji Sarjana Kesehatan Masyarakat? Mahasiswa Kesmas Harus Tahu!

Diskusi ini bisa jadi masih terus berjalan..dan akan terus berulang dengan pertanyaan yang sama, “Berapa Gaji yang layak untuk seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat?”…

Dalam diskusi ringan dengan tim Kesmas-id ada yang menarik, ternyata, ada juga yang bertanya-tanya sama “Mbah” Google; “Berapa gaji sarjana kesehatan masyarakat?” dengan 76.000 hasil pencarian.


FOKUS: Anak KESMAS WAJIB Tahu!


(Berikut adalah catatan kecil kami tim Kesmas-ID.com yang mencoba membuka diskusi melalui Facebook Kesmas-ID pada tanggal 24 Nov 2016, yang di tanggapi oleh beberapa rekan pembaca. Anda pun masih dapat ikut serta diskusi melalui komentar dibawah tulisan ini. Terimakasih)

Yuk kita “diskusi sehat”, menurut anda,
Berapa sih FAKTA di lapangan yang Profesi ini terima?
Dan berapa idealnya kisaran GAJI yang layak diterima untuk profesi yang kita cintai ini?

Semoga bermanfaat untuk yang baru saja di WISUDA dan sedang bersiap – siap memasuki “Ganas-nya Dunia Kerja”. Monggo…

colek dulu ah bang Aries Munandar D, juga Kang R Deni Frayoga Dikusumahbuat opening kasih pendapat, semoga berkenan.

Apakah lulusan SKM itu standar gajinya sesuai UMK atau diatas UMK? Bagaimana juga perbandingannya untuk yang berkarir di bidang Formal dan Non Formal?

Nurmala Sari;

Tergantung dia bekerja dimana dan statusnya apa juga posisinya.

Contoh, SKM yang mau berkarir di puskesmas dan masyarakat. Jika dia melalui jalur PTT Pusat atau penugasan khusus yang sekarang ngetrend dengan Nusantara sehat maka gajinya lebih besar dibandingkan kontrak tanpa melalui penugasan khusus.

Jika SKM bekerja di swasta. Swastanya apa dulu. NGO atau perusahaan. JIka di perusahaan yakin akan 2 digit sampai dibandingkan dengan NGO.

Kalau di negeri aku kurang tahu, karena belum ada pengalaman

Kesmas-id;

Ada “persepsi”, hanya beberapa “peminatan” di Kesmas saja yang punya potensi Penghasilan lebih besar (terutama yang dicari perusahaan-2). Bagaimana dengan peminatan yang “kurang populer”?

Nurmala Sari;

Yaps, K3 biasanya

Pua Rijalul Jabar;

Dipuskesmas tenaga honorer.. BermOdal sK penugasan kpla dinas kshtan, yah di gaji dibawah 1 sih. Tergantung kemampuan daerah.

R Deni Frayoga Dikusumah;

Sayangnya untuk skm ini gak disatu level dgn profesi (ners, dokter, drg, …) utk yg kerja di nusantara sehat saja 8jutaan utk SKM nih beda banget dgn yg udah profesi kaya dokter yg gajinya belasan juta (14an).

Nurmala Sari;

Yang menjadi konsern di sini adalah ketika SKM Nusantara sehat gajinya di atas 5 juta hingga misal 8 juta taruh lah. Mereka hanya 2 tahun di kontrak!!! Kemudian setelah itu? Jika mereka menggunakan patokan gaji itu untuk kerja di puskesmas, dinas, dll tanpa ikatan penugasan khusus gitu maka musti jadi perhatian. Karena pastinya gak akan segede itu, kecuali mereka sudah jadi PNS dengan jabatan tertentu karena pasti banyak tunjangan. Kecuali juga mereka mau sekolah lagi atau kerja di perusahaan bonafit

R Deni Frayoga Dikusumah;

Itu faktanya yahh..

Tp buat yg kerja sbagai peneliti itu trgantung pagu dr kemenkeu yg disesuaikan dg daerahnya msng2..

Contoh utk kalbar maka akan mendapat uang harian 380rb/hari ditambah uang tempat tinggal 129rb/hari.

Klo bicara idealnya, gaji SKM itu 30jt/blan. Tp pendidikannya hrus 7tahun

AL – Thin;

Di Formal kecil… Justru di non formal lumayan

Raja Muhammad Hatta Illah;

Terutama kalo udah k3, tapi modal buat sertifikasi k3nya juga lumayan.

Nurmala Sari;

Benar juga mas. Nah ini juga sekalian menanggapi pernyataan Kang R Deni Frayoga Dikusumah, ketika memang gaji profesi lain lebih gede ya memang dimaklumin pertama karena sekolahnya lebih lama dari kita. Yang kedua karena mereka langsung berhubungan dengan perorangan menyangkut nyawa bahkan. Ini saya benar2 rasakan saat bekerja secara tim dengan dokter perawat bidan. Makanya ketika ada yang protes kenapa gaji SKM rendah dibanding profesi medis ya karena memang tanggung jawabnya secara profesi gede meskipun dalam hal tanggung jawab ke kesehatan sama.

Kan gak ada acara kek gini, jika satu masyarakat kena wabah apakah ini langsung yang bertanggung jawab SKM?

Sedangkan profesi lain, ketika nie ibu dan bayi meninggal saat bidan dan dokter nolong persalinan maka mereka bisa langsung kena audit.

Suci Dwi Yanti;

Woow..makanya perlu kolaborasi yg baik ya Kak Nurmala Sari ?, antar nakes itu sendiri ..sehingga besar kecilnya gaji bukan lg hal yg perlu dipermasalahkan .. Namun menjadi suatu pemakluman Karna saling memahami sejauh mana tanggungjawab dan konsekuensi masing2 profesi.

Nurmala Sari;

Kalau aku memandangnya seperti itu kak. Saya tidak lagi pernah protes kenapa SKM gajinya lebih kecil di banding dokter, bidan, perawat misalnya nie pada level yang sama. Karena mereka kerjanya menyangkut nyawa juga. Aku tahu sendiri saat temenku bahkan setiap malam tidak tidur harus melakukan pelayanan ke pasien, padahal siang sampai malam sama dengan saya SKM kerjanya. Kek begitu sih. InsyaAllah jika sudah bekerja satu tim, maka akan tahu dan merasakan

Suci Dwi Yanti;

Sy sepakat kak…semua pada porsinya, namun ketika mereka dgn siaganya tidak tidur untuk pelayanan Karna memang itu sudah tugas mereka .. ::)
Siip, perlu pengalaman lebih lagi untuk semakin memahami itu semua ternyata ..

Nurmala Sari;

Ya itu sebatas pengalaman ketika bekerja satu tim selama 1 tahun. Yaps karena mereka secara tupoksi kerjanya tanggung jawabnya besar maka gaji besar juga. Jadi gak bisa dibandingkan apple to apple. Gak bisa diprotes juga ketika misal di NS gaji SKM 8 juta gaji Dokter 13.5 juta misal. Ya karena sesuai perhitungan

Suci Dwi Yanti ;

Uu nakes pun sudah jelas mendeskripsikan seberapa besar tugas dan fungsi masing2 nakes..apalagi SKM yg secara profesi kita masih sekedar peminatan..belum adanya profesi khusus ..
Ya yg perlu diperhatikan bukan seberapa besar gaji, namun seberapa besar …Lihat Selengkapnya

Nurmala Sari;

Yaps!!! Dan kita harus selalu berprasangka baik. Itu kuncinya.
Semuanya memiliki peran masing2 dan jika bersatu maka akan menimbulkan kekuatan yang besar daripada kerja sendiri2.
Tapi terkadang miris terutama dengan Bidan yang menjadi Bidan di Desa. Tugas2 SKM dibebankan ke dia. Selain menjalankan tugas kebidanannya dia harus menjalankan tugas ke SKMan.
Dengan adanya rencana 1 Desa 1 Perawat maka tentu harusnya ada juga 1 desa 1 SKM

Suci Dwi Yanti;

Nah ini yg perlu diperhatiin juga ..kadang2 tumpang tindih fungsional masih sangat sering terjadi.
Yg jadi pertanyaan kak, apakah Kompetensi SKM masih diragukan ? Sehingga tugas dan fungsinya tak jarang dibebankan ke profesi lainnya ?

Nurmala Sari;

Bukan diragukan tapi tidak banyak SKM yang mau kerja di daerah. Gak sebanyak bidan dan perawat. Di puskesmasku dulu SKM hanya ada 2 orang saja. 2 itupun terserap pada bagian manajemen.

Nurmala Sari;

Masyarakat sendiri juga belum banyak yang tahu siapa atau apa SKM itu. Aku SKM dianggap Mentari, panggilan untuk mereka yang bisa mengobati. Mereka hanya kenal bidan perawat dokter
Ini akan menjadi lingkaran setan hahahahha dari si SKM sendiri dan dari pemerintah sendiri haruslah tahu posisinya dan kebutuhannya di lapangan

Raja Muhammad Hatta Illah
Haha iya mbak dulu pas snmptn sma ku kira skm itu jadi mantri 😁

Suci Dwi Yanti;

Tugas kita ya berarti untuk unjuk Gigi ..siapa SKM itu ? Haha
Pastinya dengan memaksimalkan potensi kita ..we are prevent,promote, protect (PPP) 🙂

Pua Rijalul Jabar;

Profesinya SKM yg gimana? Ada g?

Raja Muhammad Hatta Illah;

Disisi lain kesmas juga di idam2kan.karna bisa di bilang kesmas itu semi saintek, porsi praktikum nya tergolong jauh lebih rendah dari jurusan saintek lain. S.KM dicetak untuk dapat memanjemen dgn sains yg diketahuinya. Jadi SKM susah2 gampang.perlu berpikir inovatif,kratif,aktif dan tanggap thdp gejala alam dan sosial yg ada.

Suci Dwi Yanti;

Maksimalkan potensi saja ya berarti Kak Raja Muhammad Hatta Illah ?
Karena Kalau berbicara gaji sy rasa setiap tempat ataupun daerah akan berbeda.Namun yg perlu diingat KesMas itu multidisiplin ilmu, ketika PNS ga ketrima, NGO dan perusahaan pun demikian ..buka usaha sendiri juga bisa 🙂
Kreatif dan inovatif sangat diperlukan 🙂

Aries Munandar D;

Berbicara gaji, gaji saya di NGO 900rb/hari, x 30 hari dalam sebulan.
Peserta Nusantara Sehat 8jt/bulan,….
Jadi kesimpulannya, berbicara gaji itu moderat kan ya. Tidak ada patokan utk sama di semua tempat/lembaga. Tapi yg saya amati dari pernyataan Kesmas-ID ialah, apakah ada kesetaraan bagi tenaga SKM? Jika bidan, perawat, dokter, ada angka minimal utk upahnya yg hampir sama.
Tapi menjawab pertanyaan tersebut, seperti susah utk dilaksanakan kesetaraan, 1. Kebanyakan SKM bekerja keluar jalur (Bank, dll). 2. Kebanyakan SKM terlalu takut utk tidak dapat pekerjaan, 3. Belum jelasnya sasaran kinerja SKM dalam bentuk apa & dimana,,.
Jadi utk upah SKM ini kita masih menerima apa adanya (sakwontenne kata org Jawa).

Suci Dwi Yanti;

Point nomer 3 bang Aries Munandar D ..belum jelasnya kinerja yg dimaksud gimana ya ? 🙂

Aries Munandar D;

Emang sasaran kerja SKM setelah diluluskan itu apa ya?

Hisaan Jamil Hanifa;

kalau di puskesmas, SKM dapat point pendidikan 80, tapi secara pekerjaan kalau di kabupaten saya pointnya disamakan dg cleaning service. dengan alasan tidak melayani langsung. Parahnya IAKMI atau PERSAKMI ditempat saya kurang greget .dalam membahas hal ini. Dokter dan apoteker bisa 3x lipat diatas SKM. sedangkan perawat dan bidan bisa 2x lipat Atau lebih krn ada jasa min kapitasi

Pua Rijalul Jabar;

Pembagian kapitasi sKm. Lumayan loh.

Hisaan Jamil Hanifa;

ya mungkin beda2 ya Tião kabupaten krn 1memang ada2 indikator tambahan1 Utk masing2 daerah . wallahualam … itulah .Yg ada di tempat.saya.bekerja dulu. sekarang saya sudah pindah

Eyang Jenar;

Maaf ikut nimbrung………. pengalaman saya sbg insan kesmas jadul….. kalau ada aturan dan ukuran …. PNS jelas aturannya dr menteri keuangan…… NGO ukurannya keahliah besarannya bisa nego…. kalu wira swata gajinya ditentukan srndiri…… no 1 dan 2 kita bekerja diujung telunjuk orang lain atau dengan rambu2 sesuai aturan si pemberi gaji…. no 3 merdeka mau gaji berapa kapan dan simana…… nah utk PNS ukurannya ijazah shg tersetah pemerintah mau menghaji berapa kmd kalau NGO ukurannya keahlian berdasarkan sertifikat nagi first grafuate atau bukti pemgalaman kerja besatan hajinya bisa nego…… itu kira2 gambarannya

Hizriansyah Al Hijr;

Pada bicara gaji
Baca satu persatu dari atas, rasanya bahagia banget liat berbagai nominal yg di cantumkan..
Hanya saja, seandainya sedikit bisa di lirik di tanah kami (katanya sih salah satu daerah tertinggal di negeri ini) jika dg SK dinas gajinya hanya 150/bulan.. Nah psrtanyaanya, apakah semua SKM SK Dinas?
Hampir 80% SKM muda tidak mendapatkan SK Yg demikian… So bagaimana?
Ya kita hanya di hitung spt mahasiswa magang. Di tuntut kerja keras tanpa imbalan, dan sesekali sebulan hanya di kasih lewat uang “kapitasi”…
Itu potret kami
Salam persatuan dari kami

Eyang Jenar;

Apa karena kita ini penurut ya …… klu kita lihat buruh bisa duduk bareng menentukan gaji…. guru juga demikian ….. atau kita terlanjur terkotak kotak dengan ego profesi kita … yang satu merasa lebih dari yang lain….. katanya kesehatan hars diselesaikan secara teamwork …… harusnya kitavsenasib ….. coba mari kita renungkan ……
Sbg analogi buruh itu mulai dari yang bekeja dengan teknik tinggi sampai yang sekedar mbungkus produk bisa bersama-sama dgn pemerintah membicarakan gaji yang layak…. guru mulai guru matematika sampai guru olah raga drmikian juga inikah yang dimaksud nakes itu eksklusif … tidak mau disebut tenaga kerja bidang kesehatan…. semoga kedrpan terbuka wawasan bahwa kita bisa bersama dan tidak harua terkotak kotak

Hisaan Jamil Hanifa;

sangat terkotak2,,, merasa paling besar jasanya dalam pelayanan… itu lah susahnya.

Eyang Jenar;

Jangan dibuat susah tapi itu tantangan bagi adik2 yang masih panjang kesempatannya untuk berkarya

Hisaan Jamil Hanifa;

kalo saya paling males debat soal duit Pak… ngapain coba antara profesi di puskesmas berlomba2 merasa paling berjasa… giliran kerja banyakan order job ke tenaga kontrak / sukarela. Padahal klo mau dipikir kembali uang kapitasi itu tetap masuk utuh ke rekening puskesmas walaupun sasaran tidak datang semua ke puskesmas secará rutin tiap bulan. Mending pindah ke tempat kerja atau resign trus buka usaha sendiri. Mungkin daerah tempat saya kerja dulu memang memandang SKM sebelah mata saja… point beban kerja SKM = Cleaning service…. MALAS JADINYA

Eyang Jenar;

Mas jangan putus asa dong ….. makanya ke mahasiswa saya selalu saya pesan bahwa selesai kuliah harus buat pekerjaan jangan cari kerja sekecil apapun kamu bikin pekerjaan kamu tetap bos
Kalau boleh tau peminatannya apa ya mas

Hizriansyah Al Hijr;

Bener banget buk bos Hisaan Jamil Hanifa… Saya sendiri kebingungan tuk melakukan pengembangan diri.. Di satu sisi ketika saya mendapatkan kesempatan, malah di “kebiri” sebagai SKMersnya, di ancam di pecat, sedangkan kedudukannya sukarela..
Yg sangat prihatin lagi bagi saya, ketika para SKMers sendiri saling tak kenal dan acuh tak acuh…
Pdhal semua ini butuh persatuan OP di daerah…

Eyang Jenar;

Sebenarnya aspirasi ini pernah saya dengar sejak 10 th yang lalu krn saya masih ada peluang (masih aktif) ke daerah …. terakhir th 2015 saya ke daerah masih ada yang sampaikan itu. Sayangnya teman2 itu ego profesinya tinggi dan mudah berdecak kagum dengan impian2 kedepan…. tidak pernah berfikir nasib anggotanya…. mari kita mulai realistis dilapangan jangan memposisikan diri kita di kampus lagi…. teori dan pengetahuan mmg penting tapi ingat nagaimana menwrapkan teori dan pengetahuan itu dipekerjaan yang kita hadapi dilapangan …… forum ini bagus makanya saya ikutan….. mari kita tukar pengalaman …. banyak kok yang bisa kita perbuat… saya sendiri 20 th di lapangan…..

Rizal Muntaha;

Saya baru lulus SKM peminatan Kesling. Di banyak lowongan kerja, yang di cari D3 kesehatan lingkungan. Malh ada yang bilang kalau SKM belum bisa masuk sanitarian. Masih cari kerja yang sedikit sesuai

Eyang Jenar;

Eyang Jenar Kalau boleh saya mwnjelaskan …….. jalur pendidikan itu sptnya begini… setelah selesai mengikuti penddkan dsr 9 th kita bisa pilih mau jalur keilmuan dan riset/ akademis S1, S2, S3 sp prof atau jalur keahlian mulai dari operator D1, D2, D3 ( vokasi) D4( profesi ) sampai spesialis …….. nah S1 kalau mau menjadi ahli ya harus ambil profesi……. yang terjadi sekarang ini SKM ndak jelas kan …. saran saya mari kita fikirkan profesinya itu spt apa …. ingat peminatan bukan profesi lho itu baru persiapan ke profesi
SKM berpeluang menjadi health educater, epidemiolog, entomolog, Sanitarian, Nutritonist dst keahlian dan apsialisasinya lbh banyak lagi
Sebagai contoh misal seorang awak kapal pesiar setingkat kelasi harus punya 13 sertifikat kompetensi…. kemarin bersama teman2 kita susun skema kompetensi utk bidan, perawat dan Ners kmd kita susun Materi Uji Kompt ini baru kita mulai menyusun kritetia unjuk kerja …. sayangnya waktu itu kita undang Kesmas tapi hanya satu wakil yang datang…. dan gagal kita susun….


Diskusi ini bisa jadi masih terus berjalan..dan akan terus berulang dengan pertanyaan yang sama, “Berapa Gaji yang layak untuk seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat?”…

BPJS Kesehatan Pekalongan Lepas 12 Kader JKN-KIS, Ini Tugasnya!

Sebanyak 12 kader ini nantinya akan menjadi perpanjangan tangan BPJS Kesehatan bagi peserta JKN-KIS mandiri atau pekerja bukan penerima upah.

BPJS Kesehatan cabang Pekalongan melepas 12 orang kader JKN-KIS ke lapangan. Sebanyak 12 kader ini nantinya akan menjadi perpanjangan tangan BPJS Kesehatan bagi peserta JKN-KIS mandiri atau pekerja bukan penerima upah.

Kepala BPJS Kesejatan cabang Pekalongan, Asep Subana, mengatakan, 12 orang kader ini telah menjalani pelatihan sebelumnya dan dibekali pengetahuan terkait JKN-KIS.

“Untuk 2017, kader JKN-KIS berjumlah 12 orang. Syarat utamanya warga desa setempat, minimal lulusan SLTA dan paling penting mengetahui detail tentang JKN-KIS,” kata Asep, Rabu (26/4/2017).

Asep mengatakan, sebenarnya pihaknya membutuhkan 16 orang kader untuk tahun 2017, namun yang memenuhi kriteria hanya 12 orang.

Para kader ini nantinya bertugas mengingatkan para peserta mandiri terkait iuran.

Data peserta mandiri telah diberikan kepada kader agar memudahkan kerja mereka di lapangan.

“Sebagai pengingat iuran kepada peserta mandiri. Mereka bisa menerima pembayaran melalui Poin Paymen Online Banking (PPOB). Itu aplikasi resmi pembayaran lewat kader,” katanya.

Selain itu kader ini juga bertugas menerima pendaftaran peserta mandiri dan mensosialisasikan program JKN-KIS ini ke masyarakat.

“Yang paling penting adalah mensosialisasikan program negara ini ke masyarakat. Harapannya para kader sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan agar informasi terkait program ini sampai ke masyarakat dan para pekerja mandiri bisa bergabung sebagai peserta,” katanya.

SUMBER

Dinkes Bentuk Tim Khusus untuk Melawan Hoax Seputar Kesehatan

Contoh Hoax Seputar Kesehatan, jangan makan udang dan jeruk secara bersamaan karena akan menyebabkan kematian dengan cara berdarah-darah.

Informasi hoax bukan hanya bermodus penipuan yang menginginkan uang dari sasaran. Tak jarang informasi hoax juga sengaja disebarkan untuk meresahkan masyarakat di bidang kesehatan.

Hal ini seperti disampaikan Kasie promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Drg RA Candra Kusumawardhani MKes.

Menurut Candra, hoax tak melulu soal politik. Di bidang medis, juga banyak informasi hoax yang bersliweran.

“Kita tentu ingat masalah vaksin palsu. Ada hoax yang beredar di masyarakat bahwa hati-hati ada vaksin palsu yang beredar di layanan kesehatan,” kata Candra, dalam Workshop Cerdas Memilih Informasi Lawan Hoax yang diselenggarakan Surya di Gedung Wanita, Rabu (26/4/2017).

Padahal hal tersebut tidak benar. Semua vaksin yang beredar di puskesmas dan rumah sakit dikatakan Candra tentu sudah berijin edar.

Tidak hanya itu kini yang juga marak hoax di dunia kesehatan adalah tata cara meracik minuman atau makanan untuk pengobatan tradisional.

Salah satu yang sempat viral adalah adanya hoax tentang larangan memakan udang dan jeruk.

“Isi hoaxnya yaitu jangan makan udang dan jeruk secara bersamaan karena akan menyebabkan kematian dengan cara berdarah-darah,” ujar Candra.

Padahal tidak ada penelitian dan uji lab yang benar atas hal tersebut. Begitu juga larangan memakan mie dan coklat secara bersamaan.

Selain itu juga ada hoax yang beredar tentang cara terapi kanker tradisional. Padahal belum ada penelitian yang membuktikan langkah atau cara yang disebarkan aman bagi pasien.

Informasi-informasi tersebut dikatakan Candra disampaikan dengan banyak cara. Ada yang lewat Whatsapp, ada pula lewat website seperti blog dan juga media sosial.

Hoax bisa berakibat merugikan suatu pihak. Hoax kadang dibuat untuk pembunuhan karakter dan memberikan reputasi buruk serta menyebarkan fitnah.

“Kita bisa melakukan antisipasi dengan cara selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima. Bacalah berita yang terpercaya dan jangan langsung membagikan tanpa mengecek kebenaran,” katanya.

Khusus untuk melakukan gerakan melawan hoax Dinas Kesehatan Kota Surabaya memiliki sejumlah cara. Salah satunya adalah membentuk tim khusus melawan hoax.

Itu dibentuk dari tim web Dinkes Surabaya bekerja sama dengan Humas Pemkot Surabaya. Mereka bekerja sama untuk melakukan kegiatan preventif dan antisipatif adanya informasi hoax.

“Misalnya soal vaksin itu kita langsung menyiarkan juga ke website dan juga sosialisasi bahwa tidak ada vaksin palsu. Begitu juga dengan informasi lain yang sudah viral maka dibuatkan informasi yang benar tentang hoax yang beredar,” ucapnya.

Untuk tim web disampaikan Candra ada sebanyak dua orang. Mereka fokus setiap hari memantau informasi dan berita di dunia kesehatan. Dan jika ada berita hoax langsung dilakukan tindakan seperti disebutkan di atas.

“Nah sebentar lagi kita akan mengenalkan vaksin baru yaitu missle dan rubella. Agar tidak dikira vaksin palsu, tugas tim ini juga akan menyosisalisasikan ke warga bahwa ada vaksin jenis baru,” ujar Candra.

Di sisi lain, warga masyarakt yang ingin bertanya tentang kebenaran informasi bisa bertanya melalui email pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya, yaitu ke alamat dinkes.surabaya@gmail.com.

“Nanti kami akan mencoba memberikan jawaban yang benar berdasarkan ilmu kesehatan,” pungkasnya.

SUMBER

Kematian Akibat Diabetes di Indramayu Makin Tinggi

Ka. Dinkes Kab Indramayu, dr.H.Deden Bonny Koswara, mengemukakan, sekarang ini kematian akibat penyakit diabetes di Indramayu intensitasnya semakin tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu,  dr.H.Deden Bonny Koswara, mengemukakan, sekarang ini kematian akibat penyakit diabetes di Indramayu intensitasnya semakin tinggi. Bahkan  mengalahkan insidensi atau kejadian pada pasien yang menyebabkan kematian.

Menurutnya dulu awalnya  penyebab paling tinggi kematian itu adalah penyakit  infeksi seperti TBC. “Kalau sekarang penyakit struk paling banyak, salah satu penyebabnya adalah dari diabetes,” katanya diubungi Pos Kota, Sabtu (22/4).

Dijelaskan,  ciri-ciri  seseorang mengindap penyakit diabetes atau yang disebut 3 P. “Polihuri atau sering kencing terutama pada malam hari. Polipagi artinya sering makan. Kemudian Polibiksi artinya sering minum. Ada pasien apabila ada gejala sering makan, sering minum dan sering kencing ini yang patut dicurigai penderita  diabetes,” katanya.

Mengenai penderita diabetes di Kabupaten Indramayu kata Deden angkanya  harus pasti  dan didukung data yang pasti. Namun sampai  saat ini pihaknya tidak bisa menjelaskan data lengkap. Untuk mendeteksi secara dini terhadap penyakit diabetes, kata Kadis Kesehatan Indramayu Deden  selain ada tiga gejala 3 P,  terjadi penurunan berat badan secara drastis dan harus cek periksa ke Sentra Pelayanan Kesehatan.

Mengenai gejala yang ditimbulkan dari  penyakit diabetes yaitu kalau fisik kelihatan mudah lelah, mudah capek. Terjadi keringat badan secara dratis. Padahal tadinya dia sering makan, tapi berat badan turun. Mudah terkena penyakit seperti TBC, darah tinggi, kegagalan ginjal.

Diakuinya, penyakit diabetes salah satunya adalah penyakit yang diturunkan. Misalnya keturunan itu 25 persen dari rangkanya. Punya anak empat salah satunya kemungkinan akan menderita diabetes.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Indramayu agar melakukan pola makan dan kemudian pola  kesehatan yang baik. Seperti makan teratur dengan gizi seimbang dan tidak berlebihan. Kemudian melakukan olahraga   rutin. Minimal  2 sampai 3 kali seminggu. Kurangi makanan  yang mengandung karbohidrat tinggi.

Untuk menghindari diabetes kata dia yang pertama menghindari stres, kemudian makan dengan diet yang baik yaitu diatur pola makan sehari tiga kali tidak makam malam. Olahraga dengan baik. Kurangi makan-makanan bersoda tinggi maupun makanan  yang tidak mengandung gizi seperti makanan-makanan cepat saji.

SUMBER

Tak Sigap Tangani Warga Keracunan, Bupati Ini Mutasi Seluruh Petugas Puskesmas

Hampir seluruh ASN di Puskemas di Pematang Sidamanik, dipindah tugaskan oleh bupati Simalungun, JR Saragih karena tak sigap tangani warga keracunan.

Begini jadinya, bila para Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Simalungun tidak becus bekerja.

Kali ini, hampir seluruh ASN di puskemas di Pematang Sidamanik, dipindah tugaskan oleh bupati Simalungun, JR Saragih.

Keputusan tersebut harus dilakukan oleh JR Saragih di saat kejadian keracunan warga Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara kepala puskesmas dan petugas puskesmas Pematang Sidamanik tidak bekerja dengan baik.

“Pelayan kesehatan itu adalah malaikat-malaikat yang diutus dan selalu siap siaga dan tak kenal lelah dalam melayani kesehatan karena sangat penting buat masyarakat. Tetapi, kenyataannya yang terjadi di Puskesmas Pematang Sidamanik tidak demikian. Jika tidak bekerja dengan baik, maka harus dipindahkan,” ucap Bupati Simalungun JR Saragih, Jumat (21/4/2017).

Bupati Simalungun JR Saragih mendatangi Puskesmas Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran
Bupati Simalungun JR Saragih mendatangi Puskesmas Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara untuk membantu menangani 68 korban keracunan makanan, Kamis (23/3/2017)

Hal serupa diutarakan oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Simalungun Jamesrin Saragih.

Di mana, saat kejadian keracunan warga Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara kepala puskesmas Pematang Sidamanik dr. Bontur kurang merespon dan tidak sigap dalam melayani warga yang keracunan.

Bahkan, saat korban keracunan dipindahkan dari sekolah 096770 ke puskesmas Pematang Sidamanik ditemukan di puskemas tersebut pasokan obat-obatan kurang serta tidak ada air.

“Saat dikroscek air sudah tidak ada hampir 6 bulan. Padahal malam itu, begitu banyak pasien yang butuh medis, hal ini membuat Pak Bupati Simalungun JR Saragih kesal. Dia langsung memerintahkan kepada saya untuk diganti seluruh staf dan kepala puskesmas,” ujarnya.

Jamesrin Saragih menambahkan selepas mendapat perintah dari orang nomor satu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara maka pihaknya langsung kemudian mengkaji dan hasilnya seperti yang ada di lokasi.

“Dari hasil kajian inilah, kami mengambil langkah mengganti seluruh petugas, perawat hingga kepala puskesmas. Apalagi, ada beberapa petugas juga mangkir saat diminta untuk mengantarkan pasien ke rumah sakit,” paparnya.

Ditambahkannya, dari data yang diterima seluruh pegawai yang bekerja di puskesmas Pematang Sidamanik terdapat 26 orang. Kemudian untuk tugas yang baru maka seluruh petugas dan kepala puskesmas Pematang Sidamanik akan ditempatkan di puskesmas yang ada di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

“Kita akan pindahkan ke semua puskesmas yang memiliki kekurangan orang. Yang pasti di puskesmas 12 puskesmas yang baru seperti Bandar Masilam, Raya Kahean, Hutabayu Raja. Hal ini dilakukan agar tidak lagi terulang atas kejadian yang sama,” tegasnya.

Dirinya menegaskan bila pihaknya tidak ingin mengambil langkah ini namun ini sudah melebihi batas karena sifatnya sudah fundamental apalagi ini dalam keadaan darurat.

“Kesehatan berkaitan dengan nyawa seseorang. Kita lihat tidak ada kesigapan dari para petugas, makanya kita ambil tindakan tegas,” jelasnya.

Pungutan Liar di Puskesmas Amurang Dikeluhkan

Beberapa Puskesmas diduga masih memungut biaya tanpa ada dasar hukumnya. Salah satunya terjadi di Puskesmas Amurang.

Pembentukan tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) oleh Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan (Minsel), rupanya tak menciutkan pelaku Pungli. Terbukti, beberapa oknum telah diamankan petugas dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kendati sudah ada yang tertangkap, praktek Pungli diduga masih terus terjadi di sejumlah instansi.

Salah satu instansi yang sarat dugaan praktek Pungli adalah Puskesmas. Beberapa Puskesmas diduga masih memungut biaya tanpa ada dasar hukumnya. Salah satunya terjadi di Puskesmas Amurang.

Sorotan warga kembali menyasar Puskesmas Amurang. Diduga, ada oknum di Puskesmas itu yang meminta partisipasi pembuatan surat rujukan. Warga mempertanyakan apakah pungutan itu sesuai Peraturan Daerah (Perda) atau tidak.

Kepada wartawan koran ini, Mey Lomboan menyampaikan keluhannya. “Saat mau mengurus surat rujukan, kami diminta membayar 10 ribu rupiah. Yang jadi pertanyaan saya, apakah memang ada aturan, misalnya Perda yang mengatur soal pungutan itu,” semburnya.

Soal besaran uang kata dia, mereka tidak terlalu memikirkannya. Hanya saja, jika permintaan uang itu tidak sesuai aturan, yang dirugikan adalah warga Minsel. “Kalau memang ada aturan yang mengaturnya, kami rela. Tapi kalau tidak? Itukan merugikan rakyat,” timpal Mey.

Kepala Puskesmas Amurang, dr Joddy Emor, ketika dikonfirmasi mengatakan, pembuatan surat rujukan tidak dipungut bayaran. “Setahu saya, pembuatan surat rujukan tidak dipungut bayaran. Surat itu diberikan cuma-cuma,” aku Emor.

Namun kata Emor, dia akan mengecek informasi ini ke stafnya yang melayani pembuatan surat rujukan. “Nanti akan saya cek. Tapi langkah yang akan kami ambil, kami akan memasang kertas pengumuman di Puskesmas, bahwa pembuatan surat rujukan tidak dipungut bayaran,” jelasnya.

Sebarkan! Saat Darurat Pasien BPJS Kesehatan dapat Dilayani di RS Meski Tunggak Iuran

Beberapa hak-hak pasien JKN, di antaranya mendapatkan pelayanan di UGD rumah sakit saat dalam kondisi darurat, meski sedang menunggak iuran JKN.

Ternyata banyak fakta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum diketahui publik.

Beberapa hak-hak pasien JKN, di antaranya mendapatkan pelayanan di UGD rumah sakit saat dalam kondisi darurat, meski sedang menunggak iuran JKN.

‎”Jika kartu JKN tertinggal saat berobat di UGD atau ada tunggakan iuran, jelaskan kepada pihak rumah sakit, bahwa administrasi akan diurus dalam waktu 3×24 jam kerja. Misal kejadian Jumat, berarti sampai Selasa‎ tempo mengurus kartu JKN pasien,” jelas Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan (MPKR) BPJS Kesehatan Babel Haris Prayudi, Rabu (19/4/2017).

‎Haris mengimbau peserta memahami aturan JKN-KIS sehingga hak-hak sebagai pasien BPJS Kesehatan terpenuhi secara adil dan transparan.

Dia juga sering mendengar keluhan pasien terkait pelayanan pindah ruangan di rumah sakit mitra BPJS Kesehatan.

Pindah ruangan diatur dalam peraturan yang tertuang dalam program JKN-KIS. Pasien tidak boleh serta merta diminta biaya jika pindah kelas ruangan.

“Harusnya pihak rumah sakit transparan, baik ketersediaan kamar di masing-masing kelas maupun soal pindah kelas ruangan perawatan. Misal ada peserta JKN kelas II‎, ternyata kamarnya penuh maka pihak rumah sakit harus menjelaskan kepada pasien, atau memberi masukan, apakah mau di kelas III sambil menunggu kelas II ada yang kosong. Atau kalau kelas III juga penuh dan kelas I ada yang kosong, maka bisa pindah sementara di kelas I itu,” kata Haris.

Dia menyebutkan, sebaiknya pihak rumah sakit menyediakan display atau papan pengumuman berisi informasi ketersediaan ruangan di masing-masing kelas.

Fasilitas kesehatan juga tidak boleh membeda-bedakan pasien BPJS Kesehatan atau umum.

“Keterbukaan sangat penting, agar tidak ada rasa curiga,” ujarnya.

‎Sementara, Kepala Unit Manajemen Kepersertaan dan Unit Pengendalian Mutu dan Penanganan Pelayanan Pengaduan Peserta (MKUPMP4) BPjS Kesehatan Babel Dede Ahadiyat menyebutkan, saat ini program JKN-KIS sudah diikuti 175 juta peserta di seluruh Indonesia.

BPJS Kesehatan akan terus berupaya menjangkau seluruh rakyat Indonesia terdaftar di JKN‎ paling lambat pada 1 Januari 2019.

“Kalau di Babel ada 818.312 jiwa yang terdaftar JKN KIS dari 1,3 juta penduduk. ‎Komposisinya, peserta non PBI 420.703 orang, PBI 397.609 orang per April 2017,” kata Dede.

Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik, dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Babel Nanang Jayadi mengatakan, BPJS Kesehatan sudah melakukan serangkaiaan upaya untuk memudahkan peserta membayar iuran.

Di antaranya, iuran JKN dapat disetor melalui Kantor Pos, Payment Point Online Bank (PPOB) BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

Dinkes Kotamobagu Sosialisasi Gema Cermat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi bekerjasama dengan Dinkes Kota Kotamobagu menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di aula pemkot yang dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Nasrun Gilalom di Aula Kantor Pemkot Kamis 20 April 2017.

Acara yang dihadiri peserta perwakilan dari instalasi farmasi, apoteker, dan Dinkes se Sulut ini guna untuk mensosialisasikan, penggunaan obat yang rasional (POR). Menurut Nasrun saat membacakan sambutan Walikota, POR ini  merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan kesehatan yang aman dan bermutu disetiap fasilitas kesehatan, sehingga tercapai keselamatan pasien.

“Menurut WHO, penggunaan obat dapat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya dengan dosis yang sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan,” jelas Nasrun.

Selain peresepan nonrasional yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, ada kasus penggunaan obat secara tidak tepat oleh masyarakat.

Menurutnya, swamedikasi adalah upaya pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat sebelum mendatangi fasilitas kesehatan. “Masyarakat sebagai konsumen sudah selayaknya mendapatkan informasi yang akurat dan memadai mengenai obat yang digunakan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu. Nur Jannah Masloman menuturkan, Gema Cermat adalah upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat agar cerdas menggunakan obat. “Misalnya masyarakat menggunakan obat sendiri, padahal itu harus dibeli dengan resep dokter. Tanpa indikasi medis yang betul, tidak ada gunanya kita menggunakan antibiotik,” ucap Nur sapaan akrabnya.

Inisiatif sendiri membeli obat tanpa resep dokter akan berdampak kepada resistensi terhadap obat.”Dengan adanya Gema Cermat ini berharap bisa diminimalisir dengan munculnya suatu kesadaran masyarakat. Obat merupakan senyawa-senyawa kimia sehingga tidak dibenarkan membeli atas keinginan sendiri,” pungkasnya.

SUMBER

Kampung KB Jangan Sekadar Acara Seremoni

Pemkab Kendal, berencana mendirikan 20 Kampung KB. Keberadaan kampung tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat.

Pemkab Kendal tahun 2017 berencana mendirikan 20 Kampung KB. Kampung tersebut akan tersebar di 20 kecamatan. Keberadaan kampung tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Keberadaan Kampung KB jangan sekadar acara seremoni. Namun, bagaimana bisa terus berjalan dan berkesinambungan serta bermanfaat bagi masyarakat,” kata Sekda Bambang Dwiyono saat membuka Rapat Koordinasi Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan yang digelar di eks gedung Korpri, Setda Kendal, Rabu (19/4).

Rakor diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas perwakilan forkompimda, camat, dan instansi terkait lainnya.

Bambang Dwiyono mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Kendal. Dikatakan Kendal memang sudah memiliki satu Kampung KB yang berada di Kelurahan Tunggulrejo, Kendal.

“Keberadaan kampung itu mungkin belum bisa optimal. Sehingga perlu dioptimalkan. Perangkat daerah yang terkait harus turun ke bawah dan berada di tengah masyarakat,” tuturnya.

Kepala DP2KBP2PA Kendal, Asrifah mengatakan, rakor tersebut sebagai upaya persiapan kabupaten layak anak (KLA) dan pembentukan 20 Kampung KB di sepanjang tahun 2017. Hingga kini, kata dia, Kendal baru mempunyai satu Kampung KB yang berada di Kelurahan Tunggulrejo, Kendal.

“Masing-masing desa/kelurahan yang sudah ditunjuk harus mempersiapkan Kampung KB. Nanti akan kami lombakan untuk mencari yang terbaik,” tambahnya.

Dia menambahkan, rakor tersebut sekaligus sebagai program yang dimiliki Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang merupakan program unggulan. Semua OPD bisa berpartisipasi di dalam Kampung KB. Keberadannya bisa dipadukan dengan program pemerintah.

“Kami harapkan satu kecamatan bisa memiliki satu Kampung KB. Ada pun kriteria pembentukan kampung tersebut antara lain wilayah sulit terjangkau kesehatan dan capaian KB masih rendah,” terang Asrifah.

SUMBER

Peran Organisasi Dalam Ikut Serta Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan Masyarakat

Halloo, para SKM seluruh Indonesia, HIMPUNAN MAHASISWA PRODI KESMAS UMS proudly present:

SEMINAR NASIONAL & CALL OF PAPERS 2017 “Peran Organisasi Dalam Ikut Serta Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan Masyarakat”

Tanggal: 13 Mei 2017
Waktu: 08.00-selesai
Lokasi: BallRoom Novotel Hotel, Jalan Slamet Riyadi 272, Solo, Jawa Tengah 57131

Fasilitas:

  • 📑Materi
  • 🏵Seminar KIT
  • 📜Sertifikat
  • ☞2 SKP IAKMI
  • 🍽Lunch & snack
  • 🎁Dooprize
  • 💃Tari Tradisional

Speakers :

  1. drg. Usman Sumantri, M.sc (selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Kementrian Kesehatan)
  2. Dr. Ridwan, M. Thaha, M.Sc. (selaku Ketua PP-IAKMI)

Tanggal Penting :

📆 NASKAH LENGKAP FULL PAPERS
20 April 2017 Batas Akhir Penerimaan Naskah Lengkap (Full Papers)
22 April 2017 Pemberitahuan Naskah Lengkap (Full Papers) Diterima
📆 NASKAH LENGKAP FULL PAPERS (YANG DIREVISI)
06 Mei 2017 Batas Akhir Penerimaan Naskah Lengkap Yang Direvisi
📆 SEMINAR
13 Mei 2017 Seminar Nasional & Call For Papers

Ticketing:
SEMINAR NASIONAL
💰 Pelajar/Mahasiswa :
Sebelum 22 April 2017 : Rp 110.000
Setelah 22 April 2017 : Rp 120.000
💰 Umum/Pekerja :
Sebelum 22 April 2017 : Rp 125.000
Setelah 22 April 2017 : Rp 140.000
CALL FOR PAPERS (1 Paket dengan SEMNAS)
💰 Pelajar/Mahasiswa :
Sebelum 22 April 2017 : Rp 200.000
Setelah 22 April 2017 : Rp 250.000
💰 Umum/Pekerja :
Sebelum 22 April 2017 : Rp 300.000
Setelah 22 April 2017 : Rp 350.000

Ticket Via transfer:

🏧 BNI 037-907-940-2 a.n. Sri Darnoto

☞konfirmasi transfer bisa melalui wa:
Sri Darnoto : 0812 1521 784

Format Pendaftaran:
semnasfik.ums.ac.id

Contact Person:
Novida Rohmawati : 0856 6825 7285
Sri Darnoto : 0812 1521 784
e-mail : kesmas@ums.ac.id

kuota terbatas don’t forget to share ya guys!

thankyou🙏🙏ayooo ramaikan…
Pada daftar yaa😊