Peringati HKN, Puskesmas Sanur Adakan Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

Puskesmas Sanur Kec.Tulin Onsoi mengadakan jalan santai sambil pungut sampah dalam rangka memperingati HKN ke-53, Minggu 12 November 2017.

Puskesmas Sanur Kec.Tulin Onsoi mengadakan jalan santai sambil pungut sampah dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional atau HKN ke-53, diikuti oleh masyarakat Kec.Tulin Onsoi dan siswa siswi yang ada di Tulin Onsoi, Minggu 12 November 2017.

Dengan tema Sehat Keluargaku – Sehat Indonesiaku, panitian kegiatan HKN ke-53 ini mengadakan kegiatan jalan santai sambil memungut sampah di sepanjang jalan rute yang sudah di tentukan.

Jalan Sehat Puskesmas Sanur Tulin Onsoi

Panitia mengajak masyakat untuk hidup sehat bebas dari sampah-sampah, menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu mengajarkan masyarakat untuk dapat memilah sampah, mana sampah organik dan mana sampah yang non organik, mana sampah basah, mana sampah kering, sampai sampah kaleng.

Kedepannya masyarakat akan diajari oleh petugas Puskesmas, kerja sama lintas sektor dengan petugas ppl, agar masyarakat juga dapat memanfaat sampah menjadi pupuk kompos.

Pungut Sampah Sembari Jalan Sehat

Dalam kegiatan jalan santai kali ini, pihak panitia juga menyiapkan kupon undian buat peserta jalan santai dengan hadiah utama sepeda gunung dan 2 buah Handphone.

Selain kupon undian, Puskesmas Sanur telah memilih Duta IVA Kec. Tulin Onsoi yang disematkan kepada kader posbindu sehat sejahtera Desa Makmur atas nama ibu Solihati.

Harapan kedepannya semoga Puskesmas Sanur bisa meningkatkan pelayanannya kemasyarakat dengan aktif kemasyarakat, dengan pendekatan keluarga. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang juga bisa meningkat, agar lingkungan selalu bersih dan disetiap halaman rumah ada tempat sampah yang disiapkan.

Foto Bersama Puskesmas Sanur, HKN ke-53

Upaya Promotif dan Preventif Dalam Pengendalian Merokok Pada Anak Sekolah

Bekerjasama dengan Puskesmas Sanur untuk menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah SMPN 1 Tulin Onsoi, dilakukan kegiatan skrining bagi para siswa.

Upaya promotif dan preventif dalam pengendalian merokok pada anak sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk mengatasi permasalahan merokok yang makin membudaya pada anak usia sekolah.

Salah satu upayanya yaitu dengan menggunakan strategi promosi yaitu advokasi kebijakan sekolah berwawasan sehat, menciptakan lingkungan sehat, menindak lajuti komitmen sekolah.

Bekerjasama dengan Puskesmas Sanur untuk menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah SMPN 1 Tulin Onsoi, kami melakukan skrining upaya berhenti merokok pada siswa siswi SMPN 1 Tulin Onsoi yang ke dua kalinya dilaksanakan oleh petugas Puskesmas.

Tujuan skrining ini untuk mendeteksi siswa siswi yang merokok atau terpapar oleh asap rokok. Berlangsung 2 hari, 31 Oktober s/d 1 November 2017, kegiatan skrining ini menyasar 246 siswa siswi kelas 7,8, dan 9.

Heryadi, Amd.Kep sebagai penanggung jawab program penyakit tidak menular (PTM) dalam kegiatan skrining ini didampingi oleh Kader Anti Rokok (KATIRO), dan Tim Nusantara Sehat Batch 8 Jilid Dua.

Dari hasil kegiatan skrining ada beberapa yang nilai skriningnya di ambang batas dikarenakan ada yang terpapar dari perokok pasif dan aja juga yang memcoba-coba untuk merokok. Kedepan siswa-siswi akan dibimbing dan pada skrining beringkutnya hasil skrining di batas normal.

skrining siswa SMPN 1 Tulin Onsoi

Wujudkan GERMAS, Masyarakat Desa Makmur Kec Tulin Onsoi Lakukan Senam Bersama

Wujudkan germas, masyarakat Desa Makmur beserta kader posbindu melakukan senam bersama di Gedung BPU Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan.

Nunukan – 22-10-2017, masyarakat Desa Makmur beserta kader posbindu melakukan senam bersama di Gedung BPU Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan.

Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat atau Menteri Kesehatan. Dan setiap puskesmas dihimbau agar menggerakan masyarakat hidup sehat, salah satunya dengan menyelenggarakan senam sehat bersama.

Untuk itu, Puskesmas Sanur bekerja sama dengan ketua kader posbindu dan pendamping desa melaksanakan germas senam bersama warga desa makmur seminggu sekali atau setiap minggu pagi jam 7:30 .

Kegiatan senam bersama ini bertujuan mengajak masyarakat untuk melakukan aktitifas fisik secara rutin seminggu sekali agar tubuh menjadi sehat. Kegiatan kali ini diikuti para remaja putri dan ibu-ibu serta masyarakat umum termasuk lansia. Semoga minggu depan para remaja laki-laki dan bapak-bapak bisa ikut partisipasi.

Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon dari masyarakat desa makmur dengan jumlah peserta mengalami penambahan, ini menandai bahwa masyarakat ingit sehat. Kegiatan ini juga didukung oleh Ibu Nora selaku pendamping Desa Makmur dan juga Ibu Kasmawati selaku Ketua Kader Posbindu sekaligus istri dari Kepala Desa Makmur.

Desa makmur merupakan desa yang perdana melakukan germas. Semoga kegiatan ini dapat berjalan terus dan desa-desa lain yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur dapat melaksanakan germas. Dan kedepan masayakat Desa Makmur khususnya dan masyarakat Tulin Onsoi dapat menjalakan germas dan sehat semuanya.

Foto Bersama Setelah Senam Sehat

Semoga, Semua Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Sanur Dapat Menerapkan KTR

Nunukan – Sabtu, 16/9, Puskesmas Tulin Onsoi melakukan sosialisasi kawasan tanpa rokok pada anak sekolah dasar. Ini pertamakalinya untuk sekolah dasar.

Nunukan – Sabtu, 16/9, saya Heryadi. Amd.Kep, sebagai Penanggung Jawab Program Penyakit Tidak Menular (PTM) bersama rekan-rekan dari Puskesmas Tulin Onsoi melakukan sosialisasi kawasan tanpa rokok pada anak sekolah dasar.

Kali ini saya berkunjung ke SD Negeri 007 yang berlokasi di Desa Sanur Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Sosialisasi kawasan tanpa rokok untuk anak sekolah, ini merupakan kegiatan ketiga kalinya yang Puskesmas Sanur laksanakan.

Semoga, Semua Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Sanur Dapat Menerapkan KTR-1

Pertama dilaksanakan di SMPN 1 Tulin Onsoi, Kedua di SMKN 1 Tulin Onsoi dan yang Ketiga di SDN 007 Desa Sanur ini.

Untuk kegiatan di SDN 007, ini adalah pertamakalinya untuk tingkat sekolah dasar, dan kegiatan berikutnya di sekolah dasar yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur.

Jumlah sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur ada 11 sekolah, yaitu dua SMP, satu SMKN dan delapan sekolah dasar.

Dari 11 sekolah tersebut, yang sudah menerapkan kawasan tanpa rokok baru satu sekolah, yaitu SMPN 1 Tulin Onsoi sebagai percontohan bagi sekolah lain yang ada d wilayah kerja Puskesmas Sanur.

Puskesmas sanur akan selalu bekerja sama dengan pihak sekolah untuk dapat menerapkan kawasan tanpa rokok dilingkungan sekolah.

Landasan hukum kami yaitu peraturan pengendalian dampak rokok tehadap kesehatan UU No.36/2009 tentang kesehatan, PP No.109/2012 tentang pengamanan bahan yang mengadung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Dan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.64 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah.

Harapan kami dari pihak Puskesmas Sanur, semoga kedepan, semua sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur dapat menerapkan kawasan tanpa rokok dan mendapat dukungan dari pihak sekolah.

Semoga, Semua Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Sanur Dapat Menerapkan KTR-2

Wujudkan Desa Sehat, Puskesmas Sanur Kunjungi Rumah Warga Layani Pasien PTM

Menyasar masyarakat Kec. Tulin Onsoi yang tidak sempat datang ke Pelayanan Posbindu karena sakit, dilakukan Home Care, Rabu 6/9 lalu.

Menyasar masyarakat Kec. Tulin Onsoi yang tidak sempat datang ke Pelayanan Posbindu karena sakit, saya bersama rekan, Ibu Mardiana.Amd Kep melakukan Home Care pelayanan kesehatan ke rumah-rumah warga, Rabu 6/9 lalu.

Kegiatan ini adalah salah satu cara Puskesmas Sanur menyetuh dari lapisan yang paling bawah yaitu dengan pendekatan keluarga, sesuai dengan program pemerintah yaitu pendekatan keluarga untuk menuju Desa yang Sehat, Kecamatan Sehat, Kabupaten Sehat, Provinsi Sehat menuju Indonesia Sehat.

Kegiatan home care pelayanan kesehatan pada pederita penyakit tidak menular (PTM) berkelanjutan di laksanakan oleh Puskesmas Sanur untuk memberi pelanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak bisa hadir d pelayanan Posbindu atau Puskesmas karena tidak mampu berjalan karena sakit.

Dalam kegiatan pelayanan Posbindu PTM di desa-desa ada warga yang tidak dapat hadir ke Posbindu karena sakit seperti stroke dan lain-lain. Kami petugas mendatangi rumahnya untuk memberikan pelayanan kesehatan dan edukasi tentang masalah kesehatan yang dialami penderita PTM. Atau menyarankan ke puskesmas atau rumah sakit agar segera mendapat pelayanan kesehatan demi kesembuhan.

Harapan dengan diselenggarakan kegiatan ini, agar masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur sehat dan bagi yang menderita penyakit segera tertangani dengan baik.dan masyarakat selalu datang kepelayanan kesehatan baik sebelum sakit maupun pada saat sakit.

 

Cegah Kanker Payudara dan Kanker Serviks, Ibu-Ibu Ini Antusias Ikuti Posbindu PTM

Nunukan – 5/9, Kegiatan posbindu PTM kali ini tentang pencegahan kanker payudara dan kanker serviks yang kami laksanakan di Desa Tembalang.

Nunukan – 5/9, Kegiatan posbindu PTM kali ini tentang pencegahan kanker payudara dan kanker serviks yang kami laksanakan di Desa Tembalang.

Sebelum memberikan pelayanan kesehatan, kami terlebih dahulu memberikan edukasi tentang kesehatan seputar kanker payudara dan kanker mulut rahim. Sebagai narasumber saya sendiri dibantu oleh Ibu Husnul selaku Bidan Pustu.

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Sanur

Di wilayah kerja Puskesmas Sanur, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kanker payudara dan kanker mulut rahim masih sangat rendah.

Untuk Puskesmas Sanur sendiri, kami mempunyai tenaga kesehatan yang terlatih dalam melakukan pemeriksaan IVA Tes, satu Dokter Umum, Ibu Hj dr Ulan Dari, dan Bidan Ibu Hj Niah Susianti.

Semua perserta yag hadir belum pernah melakukan pemeriksaan IVA Tes atau sekrining kanker mulut rahim dan kanker payudara.

Puskesmas sanur sudah dua kali melakukan kegiatan masal pemeriksaan IVA Tes dan Sadanis, dan hasilnya negatif. Pemeriksaan dilakukan GRATIS tidak dipungut biaya.

Selama kegiatan berlangsung, antusias ibu-ibu sangat tinggi dari awal kegiatan sampai akhir mengikuti kegiatan.

Harapan kami agar masyarakat sadar dengan kesehatannya sendiri dan semua warga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur khususnya wanita yang sudah menikah, 100% telah melakukan pemeriksaan IVA Tes dan Sadanis.

Dan ibu-ibu dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri untuk pemeriksaan tanda-tanda kanker payudara. Jika ditemukan benjolan di payudara, bisa langsung memeriksakan ke pelayanan kesehatan.

Petugas Kesehatan Puskesmas Sanur Tulin Onsoi

Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Sanur Tulin Onsoi

Bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) bertujuan untuk perlindungan bagi anak usia sekolah dasar terhadap penyakit Campak, Difteri dan Tetanus.

Nunukan - 24 -29 Agustus 2017, Puskesmas Sanur Tulin Onsoi, melaksanakan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kepada para siswa siswi SD yang ada diwilayah kerjanya.

Sebagai Penanggung jawab Program Imunisasi, Ibu Mardiana.Amd.Kep didampingi staf puskesmas bidan dan perawat, turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan imunisasi kepada para siswa.

Sasaran pelaksanaan imunisasi kali ini yaitu murid kelas satu dan kelas dua, yang terdiri dari 8 (Delapan) SDN yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur dengan jumlah murid keseluruhan kurang lebih 300 siswa siswi yang diberikan imunisasi Campak dan DT .

Bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) bertujuan untuk perlindungan bagi anak usia sekolah dasar terhadap penyakit Campak, Difteri dan Tetanus.

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan pelaksanaan setahun sekali pada bulan Agustus. Kegiatan ini pun disambut positif oleh kepala sekolah dan orang tua wali murid siswa.

Dan harapan kepala sekolah untuk tahun depan ada sosialisasi tentang pemberian vaksin bagi semua orang tua wali murid agar semua orang tua wali murid dapat memahami tentang tujuan pemberian vaksin pada anak2 mereka.

Saat pemberian vaksin, siswa didampingi orang tua dan wali murid agar mereka memahami cara pemberian dan manfaat dari vaksin yang diberikan.

Sebelum pemberian vaksin petugas puskesmas mengajak anak-anak bernyanyi agar mereka tidak takut dengan pemberian vaksin dan menjadi lebih rileks.

Dengan diselenggarakan acara ini, kami sebagai petugas kesehatan di Puskesmas Sanur berharap agar anak-anak sekolah dasar selalu sehat dan menjadi anak -anak yang tumbuh berkembang dan berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.

Evaluasi KTR di Sekolah SMPN 1 Tulin Onsoi Nunukan Kalimantan Utara

SMPN 1 Tulin Onsoi adalah satu-satunya sekolah yang berkomitmen melaksanakan KTR di sekolah dan menjadi contoh dari sekolah lain di Kec. Tulin Onsoi.

Nunukan - Sabtu, 26/8, kami berkunjung ke SMPN 1 Tulin Onsoi Nunukan Kalimantan Utara guna melakukan evaluasi penerapan KTR yang dimulai sejak Februari 2017 lalu.

Pihak sekolah SMPN 1 Tulin Onsoi berkomitmen untuk penerapan KTR di sekolahnya dengan menandatangani komitmen bersama oleh Kepalah Sekolah, Kepala Puskesmas, Guru Kesiswaan, Promkes Puskesmas, Pemegang Program KTR, semua Guru dan Staf. Tak ketinggalan para siswa dan siswi juga ikut tanda tangan komitmen bersama ini.

SMPN 1 Tulin Onsoi adalah satu-satunya sekolah yang berkomitmen melaksanakan KTR di sekolah dan menjadi contoh dari sekolah lain yang ada di Kec. Tulin Onsoi dan sekitarnya. Dan kedepannnya semua sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur diharapkan dapat menerapkan KTR di sekolah agar tercipta generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Kami juga telah membentuk kader anti rokok KATIRO (Kader Anti Rokok) dari siswa siswi sekolah SMPN 1 tersebut. Terdiri dari 12 orang siswa siswi, mereka membuat program kerja sebagai teladan bagi siswa siswi lainnya, seperti nantinya setiap hari Jumat setelah senam mengajak semua teman-teman sekolah untuk memungut puntung rokok yang ada di lingkungan sekolah. Seminggu sekali kami mengadakan pertemuan pendampingan kader anti rokok oleh petugas Puskesmas.

Pihak kesiswaan, ibu Asti Rohani Napitupulu, S.Pd mengatakan, dengan adanya komitmen KTR di sekolah, beliau menyambut positif dan selama penerapan KTR di sekolah, tidak ada lagi murid yang kedapatan merokok. Dan rekan guru yang juga perokok mulai menyadari bahwa sekolah kini telah menetapkan KTR di sekolah, sehingga mereka pun mulai menyesuaikan diri.

Harapan kami dengan diselenggarakan acara semacam ini, kedepan dalam jangka panjang semua sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur dapat menerapkan KTR. TIdak hanya di sekolah, tempat-tempat umum, perkantoran, tempat ibadah diharapkan juga demikian.

Meski saat ini kami belum mempunyai Perda tentang KTR, namun demi kesehatan generasi muda kita, demi kesehatan masyarakat Nunukan secara luas, kami berjuang bagaimana caranya agar perilaku merokok ini dapat berhenti secara bertahap.

Semoga kedepannya Kab Nunukan juga memiliki Perda tentang KTR seperti daerah lain.

Usaha Berhenti Rokok Warga Desa Balatikon Dengan Bambu STOP Rokok

Desa Balatikon sebagai desa usaha berhenti merokok (UBM) dan penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) semoga bisa menjadi desa percontohan kedepannya.

Hari ini, Kamis, 24/8, saya melakukan kunjungan ke setiap rumah warga (home care) yang terleteak di Desa Balatikon, Kecamatan Tulin Onsoi, Kab Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Seperti yang rutin saya lakukan, saya keliling ke rumah-rumah warga, guna memasang Bambu STOP Rokok, dan memeriksanya. Bambu ini dipasang disetiap rumah selain sebagai simbol larangan merokok didalam rumah, juga dimanfaatkan sebagai tabung tempat pengumpulan sisa puntung rokok yang diisap oleh masyarakat perokok aktif.

Sebelumnya kita sampaikan dulu maksud tujuannya kepada masyarakat. Kita buat perjanjian sama masyarakat terutama kepada perokok aktif, kita sampaikan seminggu sekali saya akan datang untuk mengecek Bambu STOP Rokok apakah ada puntung rokok yang di kumpul. Hal ini untuk mengukur berapa jumlah rokok yang dihabiskan selama satu minggu.

Usaha Berhenti Rokok Warga Desa Balatikon Dengan Bambu STOP Rokok-1

Selama ini mereka hanya bisa mengira-ira jumlah rokok yang mereka isap. Jadi untuk memastikan, kita sarankan agar para perokok aktif mengumpul puntung rokok dan disimpan didalam bambu tersebut dan nanti dihitung bersama-sama. Dengan metode seperti ini, sambil kita edukasi masyarakat agar volume rokok yang mereka habiskan dapat berkurang.

Program ini bisa berjalan berkat dukungan dan kerja sama Kepala Puskesmas, rekan kerja di Puskesmas, pihak kecamatan, Kepala Desa, dan masyarakat desa Balatikon tentunya yang bisa berkerja sama dengan baik untuk menerapkan perilaku hidup sehat tidak merokok di dalam rumah.

Secara pribadi, harapan saya kedepannya, dalam jangka panjang Desa Balatikon sebagai desa usaha berhenti merokok (UBM) dan penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) bisa menjadi desa percontohan di wilayah kerja Puskesmas Sanur khususnya dan untuk Kab Nunukan dan sekitarnya.

Semoga kedepan jumlah angkat kesakitan yang diakibatkan oleh rokok dapat berkurang, dan ekonomi masyarakat bisa meningkat.

Puskesmas Sanur Lakukan Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang Tinggal di Perbatasan

Petugas Puskesmas Sanur melakukan kegiatan Posbindu PTM, Pobindu Lansia, Posyandu Balita serta Ibu Hamil yang dilaksanakan di Desa Balitikon.

Nunukan - Petugas Puskesmas Sanur melakukan kegiatan Posbindu PTM, Pobindu Lansia, Posyandu Balita serta Ibu Hamil yang dilaksanakan di Desa Balitikon Kec Tulin Onsoi Kab Nunukan Kalimantan Utara.

Perlu diketahui, jarak tempuh dari Puskesmas sekitar 1 jam menuju Desa Balatikon. Desa ini merupakan desa paling ujung dari wilayah kerja Puskesmas Sanur, berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan di wilayah kerja Puskesmas Sanur yang terdiri 12 desa, dan didukung pemerintah desa melalui alokasi 10% ADD (Alokasi Dana Desa), seperti pengadaan alkes dan stik lab sederhana.

Kegiatan dimulai sejak 8.30 WITA diikuti oleh warga yang berusia 15 tahun keatas, lansia 45 tahun keatas, bayi dan balita serta ibu hamil yang ada disana.

Kegiatan Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular) adalah deteksi dini penyakit tidak menular kepada masyarakat dengan cara dilakukan pemeriksaan tinggi badan berat badan tekanan darah, lingkar perut dan pemeriksaan laboratorium sederhana seperti pemeriksaan gula darah, kolestrol, asam urat, serta dilakukan konseling tentang masalah kesehatan yang di alami peserta posbindu PTM.

Posbindu lansia adalah dilakukan pemeriksaaan dan pemberian pengobatan, dan untuk kegiatan Posyandu di lakukan pemeberian imunisasi dan penimbangan. Untuk ibu hamil dilakukan senam hamil dan pemeriksaan.

Dengan diselenggarakan kegiatan ini, harapan kami agar masyarakat sadar betapa pentingnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mereka mau menjaga kesehatan sebaik mungkin sebelum mereka sakit, serta datang kepelayanan kesehatan terdekat untuk memeriksakan kesehatan.