Dinkes Kota Medan Adakan Pembinaan Tim Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat Bagi Petugas Puskesmas

Medan – Dinkes Kota Medan adakan Pembinaan Tim Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat bagi petugas puskesmas, 04-07 September 2017.

Medan - Dinkes Kota Medan adakan Pembinaan Tim Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat bagi petugas puskesmas tentang penanganan orang dengan gangguan jiwa atau di singkat dengan ODGJ pada fasilitas kesehatan tahap pertama di RS Royal Prima, Jl. Ayahanda No 68 Medan, 04-07 September 2017.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh petugas perawat kesehatan jiwa puskesmas yang ada di 39 puskesmas se-Kota Medan.

Acara ini menghadirkan narasumber yang sangat berpengalamañ dibidang ilmu jiwa yang juga berlatar pendidikan perawat yaitu Prof. Dr. Budi Ana Keliat. M.APP.Sc.

Seperti kita ketahui masalah kejiwaan dan ODGJ pada dekade terakhir merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus bertambah secara cepat di masyarakat. Masalah kejiwaan dan penyebab ODGJ yang terjadi saat ini adalah dikarenakan beban hidup yang bertambah berat dan pengaruh narkoba jika hal ini terus dibiarkan maka kesepannya akan sulit di kendalikan.

Menurut data yang diperoleh dari Kasie.PTM Dinas Kesehatan Kota Medan Ibu dr. Pocut Fatimah Fitri, MARS, sampai saat ini ada sekitar 120 orang dengan masalah kejiwaan yang ditangani oleh perawat FKTP di Kota Medan.

Untuk itu, agar dapat tertanganinya kasus ODGJ di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan dapat melakukan home care untuk melakukan pendekatan terhadap keluarga dalam penanganan penderita dengan masalah kejiwaan maka dirasa sangat penting dilakukannya pembinaan tim perawatan kesehatan jiwa masyarakat dan praktek lapangan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan

Dinkes Kota Medan Launching Posbindu PTM Bagi Pelajar di Sekolah

Dinkes Kota Medan melaunching Posbindu PTM bagi pelajar di Madrasah Aliah Negeri 1 Medan, sebagai sekolah binaan Puskesmas Sering.

Dinkes Kota Medan melaunching Posbindu PTM bagi pelajar di Madrasah Aliah Negeri 1 Medan, sebagai sekolah binaan Puskesmas Sering.

Awal mula kami membuat Posbindu di sekolah ini, Madrasah Aliah Negeri 1 Medan, sekitar Juni 2015 lalu. Tapi dikarenakan masih kurangnya dukungan dari pihak sekolah, akhirnya kegiatan tersebut sempat meredup.

November 2015 kami juga sempat mengadakan pelatihan kader Posbindu PTM di masyarakat dan di sekolah, ternyata terlihat semangat dari temen-temen pelajar untuk lebih banyak belajar mengenal PTM. Dipilih sebagai kader yaitu siswa-siswi dari kelas X dan XI.

Untuk memberi semangat pada kader posbindu pelajar, kami dari pihak Puskesmas Sering mengajukan proposal ke kepala sekolah. Setelah disetujui diadakannya komitmen pembentukan Posbindu PTM di sekolah yg beliau pimpin, rutin kami konseling pada siswa yang mempunyai masalah kesehatan.

Dukungan lintas sektor terhadap posbindu sekolah

Dengan adanya Posbindu di sekolah, banyak sekali manfaat yang didapat. Terlebih dengan adanya kader di sekolah, siswa jadi tidak merasa takut untuk bercerita masalah kesehatannya dan setelah terjaring, kami dari Puskesmas yang akan memberikan konseling lebih lanjut.

Saat ini kami sedang proses komitmen dengan beberapa sekolah, terkait program Posbindu PTM juga. Harapannya dengan program ini  angka kesakitan dikalangan remaja menjadi turun, terdeteksinya penyakit PTM secara dini, dan para pelajar menjadi perpanjangan tangan (kader kesehatan) petugas kesehatan pada umumnya dan Puskesmas Sering pada khususnya.

Kader posbindu PTM lg foto dengan narasumber dari dinkes kota medan