Arti Penting Memperingati Hari Kanker Sedunia Setiap 4 Februari

Harapan saya peringatan hari kanker ini jangan hanya sebagai peringatan simbolis saja, tetapi bisa menjadikan kita lebih peduli dan empati serta simpati dengan penderita kanker.

Walaupun Hari Kanker sedunia yang jatuh 4 Februari sudah terlewati tapi tetap layak untuk diperbincangkan karena kanker merupakan penyakit tidak menular yang mematikan menyerang manusia.

Kami sempat berbincang dengan salah satu Dosen STIKes Umitra Lampung, Ibu Nana Novariana, SKM, M.Kes mengenai kanker, dan berikut ini diskusi menarik kami dengan beliau:

Sigit: ” Sebetulnya apa sih kanker? “

Ibu Nana:

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada  jaringan tubuh yang normal (pertumbuhan sel/ jaringan) atau sering dikenal sebagai tumor ganas.

Selain itu gejalanya juga sering dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang dapat memicu kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh tidak terkendali ( pembelajaran sel melebihi batas normal )
  • Menyerang jaringan biologis di dekatnya.
  • Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, selain itu gejala khasnya terkadang terlambat kita sadari.

Sigit:  ” Kenapa kanker menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menakutkan? ”

Ibu Nana:

Kanker menjadi PTM (Penyakit Tidak Menular) yang menakutkan karena seperti yang tadi disampaikan, kanker sendiri cenderung tidak menimbulkan gejala yang dirasa jadi penderita ini baru merasakan atau ada kesadaran untuk memeriksakan diri setelah keluar gejala yang menganggu dan biasanya kanker sudah memasuki stadium lanjut (3a). Dan biasanya kalau sudah seperti ini pengobatan yang diberikan menjadi kurang efektif.

Sigit: ” Seberapa penting menurut Ibu peringatan hari kanker dunia setiap  4 Februari ini? ”

Ibu Nana:

Menurut saya adanya peringatan ini cukup penting, terutama bagi kalian calon-calon tenaga kesehatan yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat. selain itu itu peringatan ini juga bisa menjadi pengingat kita akan pentingnya menjaga kesehatan dan lebih peduli dan peka dengan perubahan-perubahan di diri kita.

Kemudian dengan adanya peringatan ini kita bisa mendukung mereka penderita kanker untuk terus melanjutkan kehidupan terutama kehidupan sosial, karena biasanya melalui peringatan seperti ini sesama penderita akan berbagi hal-hal yang menjadi pengalaman mereka. Dan kita yang tidak terkena bisa memetik makna dari itu semua.

Sigit: ” Apa harapan ibu dengan ada nya peringatan hari kanker dunia ? dan pesan apa yang ingin disampaiakan kepada masyarakat? ”

Ibu Nana:

Harapan saya peringatan hari kanker ini jangan hanya sebagai peringatan simbolis saja, tetapi bisa menjadikan kita lebih peduli dan empati serta simpati dengan penderita kanker. Dan semoga kita bisa sama-sama petik makna didalamnya.

Pesan saya terutama bagi kalian generasi muda penerus bangsa, gunakan lah ilmu dan pengalaman kalian sebagai bekal dalam memaknai pentingnya kesehatan dan empati dengan orang-orang sekitar kita yang menderita kanker. Dan mari sama-sama kita dukung program-program Indonesia sehat.

Peringati Hari Kanker, PAMI Lampung Lakukan Aksi Donor Darah di PKOR Way Halim

PAMI Lampung bekerja sama dengan PMI melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka memperingati hari kanker 4 Februari 2018, dilaksanakan pada Minggu 11/02/2018 mulai jam 06.00-10.00 wib  di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

PAMI Lampung bekerja sama dengan PMI melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka memperingati hari kanker 4 Februari 2018, dilaksanakan pada Minggu 11/02/2018 mulai jam 06.00-10.00 wib  di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

Dalam kegiatan donor darah kali ini, sekitar 40 orang turut berpartisipasi mendonorkan darahnya di stand kami.

Donor Darah Dalam Rangka hari Kanker di Lampung 11 Februari 2018

Dengan melakukan donor darah, kita memberikan sedikit darah dari dalam tubuh agar dapat dimanfaatkan guna membantu orang lain. Sekitar 480 ml darah diambil dari dalam tubuh ketika kita melakukan donor darah. Setelah diperiksa dan diuji keamanan serta kelaikannnya, darah tersebut kemudian akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini semoga jumlah pendonor baik masyarakat atau komunitas bisa bertambah, sehingga bisa lebih banyak membantu mereka yang membutuhkan.“ ungkap Rika Risdiyanti, Ketua Pelaksana.

Donor Darah PAMI Lampung

Peringati Hari Kanker, PAMI Lampung Gandeng PMI Gelar Donor Darah

PAMI LAMPUNG gelar kegiatan Donor Darah Minggu 11 Februari 2018 besok ni guys, kerjasama dengan PMI. Yuk ikutan donor darah di PKOR WAY HALIM.

Catat tanggalnya guys, ajak temen kamu, keluarga kamu, buat ikutan donor darah, “Satu Langkah Kecil Selamatkan Sesama!”

PAMI LAMPUNG gelar kegiatan Donor Darah Minggu 11 Februari 2018 besok ni guys.

Donor darah ini dalam rangka memperingati Hari Kanker yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2018. Ungkap Bidang Media PAMI Lampung, Nina Aryeni, S.KM. Kegiatan ini dilaksanakan PAMI Lampung bekerja sama dengan PMI.

Jangan sampai ketinggalan ya guys, yuk ramaikan donor darah di PKOR WAY HALIM.

 

Keren! Sekumpulan Anak Muda Ini Luncurkan Komunitas Generasi Tanpa Rokok (GETAR) Lampung

Bandar Lampung, 14/1/2018, sekumpulan anak muda pegiat pengendalian tembakau di Lampung mengadakan kegiatan workshop dan diskusi pengendalian tembakau.

Bandar Lampung, 14/1/2018, sekumpulan anak muda pegiat pengendalian tembakau di Lampung mengadakan kegiatan workshop dan diskusi pengendalian tembakau dengan tema “Rokok, Masalah Besar yang Terabaikan”.

Bertempat di Secret Garden, Bandar Lampung, kegiatan ini selain workshop dan diskusi, juga dilakukan pemilihan kepengurusan Komunitas Getar Lampung.

Dengan terbentuknya Getar Lampung ini diharapkan bisa merangkul generasi muda di Provinsi Lampung untuk bergabung dan lebih peka terhadap bahaya merokok dan iklan rokok.

Komunitas ini terbentuk dengan dukungan para anggotanya yang terdiri atas kawan-kawan aktivis kesehatan, jurnalis, mahasiswa, penulis, musisi, dan karyawan.

Menurut Eni, jurnalis peduli pengendalian tembakau, Lampung sudah punya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok yang disahkan per Juli 2017 lalu, tapi belum terdengar sosialisasi penerapan perda tersebut.

Ia menambahkan, isu rokok dianggap sebagian besar media bukan isu menarik untuk diangkat. Jurnalis selaku ujung tombak pembentuk opini masyarakat juga belum semuanya memiliki pemahaman yang seragam tentang pentingnya pengendalian tembakau di Lampung.

Sementara itu, Ismen Mukhtar, pegiat anti rokok sekaligus inisiator Komunitas Getar Lampung selaku pemateri mengatakan hadirnya komunitas ini bukan untuk memerangi para perokok.

“Merokok adalah pilihan setiap orang, tetapi yang terpenting dalam pergerakan kami menyelamatkan anak muda dari pengaruh rokok,” kata Ismen.

Data yang terhimpun bahwa pecandu rokok sebagian besar menyasar pada usia muda bahkan anak-anak dan perempuan yang menjadi target pasar.  Komunitas ini terbuka luas bagi masyarakat umum non partisan yang memilikin kepedulian menekan angkatan perokom muda dan anak-anak.

Launching Getar Lampung
Sumber: Endiko Agung Hardekha, SKM

Bingung Pilih Peminatan Kesmas? Ini Nih Panduan Buat Kamu Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Untuk Prodi Kesehatan Masyarakat di Umitra Lampung sendiri ada peminatan unggulan seperti Epidemiologi, Promosi Kesehatan, K3, Kespro, MPK.

Kamu yang masih bingung dengan peminatan kesmas, di kesehatan masyarakat itu kan ada Peminatan Epidemiologi , Biostatististik, Kesehatan Lingkungan, Manajemen Pelayanan Kesehatan, K3, Gizi dll. Disitu kamu bisa mengexplore minat dan bakat kamu seiring dengan apa yang kamu sukai.

Nah, misalkan tidak dibuka peminatan apa yang diinginkan, jangan berkecil hati, siapkan diri kamu untuk membuka hati melihat peluang peminatan lainnya. Harus move on dari peminatan yang kamu sukai. Ingat, Salah peminatan bukan berarti salah masa depan?!

Kalo kepingin peminatan yang kamu inginkan dibuka, kamu bisa aja jadi sales dadakan yang cari pelanggan supaya mau masuk ke peminatan yang kamu sukai juga, kebayang serunya kan?

Maka dari itu kamu tentu harus mempersiakan diri, mencari tahu dan tentunya memahami tentang peminatan yang ada di kampus kamu.

“Untuk Prodi Kesehatan Masyarakat di Umitra Lampung sendiri ada peminatan unggulan seperti Epidemiologi, Promosi Kesehatan, K3, Kespro, MPK. Kalau dilihat dari prospek kerja untuk saat ini barangkali K3. Karena Pemerintah saat ini pembangunan infrastruktur jadi prioritas, dan disitu tentu profesi K3 dibutuhkan, tapi tergantung kebijakan juga”, ujar Sefa Arief Hermawan, M.Kes, salah satu pengajar di Kampus Umitra Lampung.

Berikut ini sekilas tentang gambaran prospek kerja lulusan dari masing-masing peminatan:

Epidemiologi

Singkat cerita, epidemiologi adalah ilmu yang belajar mengenai distribusi penyakit, frekuensi penyebaran penyakit, dan juga faktor determinan yang mempengaruhi distribusi dan frekuensi penyakit di populasi. Untuk tahu distribusi dan faktor resikonya, mahasiswa akan dibekali pemahaman mengenai desain penelitian yang beragam. Seperti penyakit menular dan tidak menular, ternyata untuk mengetahui distribusi dan faktor resikonya dalam satu populasi diperlukan ilmu epidemiologi yang khusus.

Untuk mahasiswa lulusan peminatan epidemiologi, bisa mengabdi diberbagai institusi terutama yang berfokus pada penelitian penyakit seperti Yayasan Pelita Ilmu, Yayasan Kes Perempuan, PKBI, World Vision, Plan International, dsb.

Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)

Kumpulan pekerja merupakan komunitas yang ada pada lingkungan kerja. Mereka banyak beraktivitas ditempat kerja setiap harinya. Ditempat kerja ini, banyak sekali risiko yang bisa berdampak pada kesehatan pekerja. Oleh sebab itu, mahasiswa kesehatan masyarakat juga perlu untuk bisa memberikan promosi kesehatan, budaya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Untuk dapat memberikan promosi kesehatan yang tepat dengan pekerja, diperlukan kemampuan untuk dapat menghitung dan mengendalikan risiko pekerja. Hasilnya dapat diaplikasikan di lapangan kerja dalam bentuk regulasi kantor ataupun perilaku.

Untuk mahasiswa lulusan K3, biasanya bekerja di perusahaan/ industri/ pabrik dalam bidang Health and Safety Environment mulai dari perusahaan pertambangan hingga perusahaan farmasi, makanan, ataupun tekstil.

K3 merupakan peminatan kesmas unggulan di Umitra

Promosi Kesehatan

Mahasiswa peminatan ini adalah orang-orang yang jago banget untuk membuat metode penyuluhan dan promosi kesehatan. Mereka belajar mengenai pendekatan kepada masyarakat, psikologi dasar, dan juga penyusunan kurikulum hingga monitoring evaluasi. Buat kamu yang suka dengan bidang kesehatan dan punya kreativitas yang tinggi, pas banget untuk bisa masuk di peminatan ini. Lulusan peminatan ini akan banyak mempromosikan kesehatan secara langsung atau pun melalui media.

Sebagai tenaga Promosi Kesehatan Masyarakat, anda dapat bekerja di Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Asuransi Kesehatan, dan lembaga-lembaga CSR/ NGO.

Manajemen Pelayanan Kesehatan

Mahasiswa yang concern dengan sistem kesehatan pas banget kalau masuk peminatan ini. Disini, kita akan belajar mengenai kebijakan kesehatan yang tepat sesuai kondisi negara, ekonomi kesehatan dimana kesehatan yang dipandang secara ekonomi, perhitungan distribusi tenaga kesehatan beserta fasilitas pelayanannya, manajemen keuangan bidang kesehatan dan juga manajemen program kesehatan di Indonesia. Selain itu, mahasiswa di peminatan manajemen pelayanan kesehatan juga perlu mengetahui mengenai persoalan pelayanan kesehatan kepada pasien yang tidak dapat ditangani oleh pengadilan.

Kalau lulusan MPK ini, super strategis ranah kerjanya. Insya Allah dimana aja bisa, mulai dari pusat penelitian kebijakan kesehatan hingga praktisi program juga bisa, mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, NGO, dll.

Prodi Kesehatan Masyarakat Umitra sejak tahun 2015 menerapkan Kurikulum Nasional (Kurnas) KKNI Sarjana Kesehatan Masyarakat, dan untuk semester peminatan bagi kelas reguler ada di semester 4 dan bagi kelas transfer/ pindahan ada di semester 2.

Sebelumnya nanti akan diadakan sosialisasi mengenai peminatan dan prospek pekerjaan yang sesuai dengan peminatan dan prospek pekerjaan yang sesuai dengan peminatan yang sesuai dengan peminatan yang akan dipilih oleh mahasiswa sendiri.

Semua peminatan pada prinsipnya baik semua asalkan tekun dan rajin dalam perkuliahan dan praktik yang diberikan di masing-masing peminatan dan yang utama disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra Lampung Gelar Wisuda ke-15

Sedikitnya 655 mahasiswa akan diwisuda dari program diploma, sarjana dan pascasarjana Umitra, Sabtu, 7 Oktober 2017 di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung.

Sedikitnya 655 mahasiswa akan diwisuda dari program diploma, sarjana dan pascasarjana Umitra, Sabtu, 7 Oktober 2017 di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung. Sehari sebelumnya, Jumat, 06/10 2017 dilakukan Penyerahan SK Yudisium.

Dari pascasarjana kesehatan masyarakat 27, program pendidikan profesi Ners 36, untuk  program sarjana: keperawatan 184, kesehatan masyarakat 103, manajemen 73, akuntansi 68, sistim informasi 72, teknik informatika 41,  program diploma : manajemen informatika 19, teknik informatika 6, manajemen industri 14, dan akuntansi 12.

Menurut Ir. Affan Zaldi Erya, Humas Umitra, wisuda kali ini merupakan wisuda yang ke-15 bagi institusi STIKes Umitra, ke-13 bagi STMIK, ke-13 untuk STIE, ke-10 untuk A2M, ke-21 untuk AMIK, dan angkatan ke-12 bagi program pendidikan profesi Ners.

Wisuda kali ini dihadiri oleh Bupati Pesawaran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Kopertis Wilayah 2 Sumbagsel, dan tamu undangan lainnya.

“Harapan kami dari kegiatan ini tahun-tahun selanjutnya rata-rata IPK lulusan Kesmas diatas IPK 3,5. Dan untuk tingkat institusi, Prodi Kesmas bisa jadi yang tertinggi dalam hal peraihan IPK lulusan. Semoga lulusan kesehatan masyarakat ini menjadi MIRACLE keilmuan kesehatan masyarakat dapat di aplikasikan dengan baik.” ujar Pak Sefa Arief Hermawan, SKM, M.Kes, penanggung jawab wisuda prodi Kesmas.

Untuk wisudawan terbaik diperoleh Mahasiswi Kesehatan Masyarakat  Reguler atas nama Anggun Pretty Wulandari dengan IPK 3,86.

Anggun Pretty Wulandari

“Pastinya akan kangen masa kuliah, kangen dengan semua yang ada dikampus. Semoga setelah wisuda ini dapat mengaplikasikan keilmuan kesehatan masyarakat. Pesan untuk adik – adik tingkat, tetap semangat untuk kuliahnya, karena proses itu tidak menghianati hasil.” ujar Anggun dalam sesi wawancara.

Ia pun berencana untuk melanjutkan pendidikan untuk memperdalam ilmu kesehatan masyarakat setelah selesai menempuh pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat ini.

Pemberdayaan Masyarakat Dan Promosi Kesehatan Melalui Dana Desa

Dana Desa digunakan untuk mendanai keseluruhan kewenangan desa dengan untuk mendukung prioritas program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Pembangunan Kesehatan Pada Periode Tahun 2015-2019 adalah program indonesia sehat dengan sasaran dengan meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan bagian potensi dan permasalahan pembagunan kesehatanyang menjadi input dalam menentukan arah kebijakan dan strategi Kementrian Kesehatan.

Untuk memaksimalkan Potensi dan memecahkan permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan nasional melalui pemberdayaan masyarakat, maka perlu dipahami lingkungan strategis nasional seperti indikator pencapaian sasaran tersebut diantaranya adalah presentase desa yang memanfaatkan dana desa 10% untuk UKBM sebesar 50%.

Hal lain yang berupa lingkungan strategis nasional seperti yang tertera dalam rencana strategis (Restra Kementrian Kesehatan 2015-2019) adalah menguatnya peran Provinsi yaitu dengan diberlakukannya UU Nomor 23 tahun 2014 sebagai pengganti UU Nomor tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Provinsi selain berstatus sebagai daerah juga merupakan wilayah administratif yang menjadi wilayah kerja bagi gubernur dan wakil pemerintah pusat.

Pemerintah Daerah Provinsi diberikan peran yang cukup kuat untuk mengendalikan daerah – daerah kabupaten dan kota di wilayahnya termasuk pengawasan dan kewenangan untuk memberikan sanksi bagi Kabupaten/Kota.

Melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa serta pelaporan penggunaan dana desa dan pelaksanaan kegiatan UKBM (Pemberdayaan Masyarakat) di desa.

Belanja negara yang diperuntungkan bagi Desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk penyelanggaraan pemerintah, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dana Desa digunakan untuk mendanai keseluruhan kewenangan desa dengan untuk mendukung prioritas program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud dilakukan dengan :

  1. Mendorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan Pembangunan Desa yang dilakukan secara swakelola oleh Desa ;
  2. Mengembangkan program dan kegiatan pembangunan Desa secara berkelanjutan Desa;
  3. Membangun Desa yang berkelanjutan; dan
  4. Melakukan pengawasan dan pemantauan penyelenggaraan pemerintah desa dan pembangunan desa yang dilakukan secara partisipatif oleh Masyarakat Desa.
    – Pengelolaan dan pembinaan Posyandu
    – Pembinaan dan pengelolaan pendidikan Anak Usia Dini

Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat yang diantaranya mencakup:

  • Pembentukan dan peningkatan kapasitas Kader Pemberdayaan Masyarakat desa.
  • Penyelenggaraan Promosi Kesehatan dan gerakan Hidup bersih dan sehat.

Dana Desa bersumber dan belanja pemerintah, yang dintransfer melalui APBD Kabupaten/Kota untuk selanjutnya ditransfer ke APB Desa.

Rencana penyelenggaran pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaaan masyarakat desa. RKP desa selanjutnya dibahas dalam musyawarah desa yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, BPD dan komponen Masyarakat, yang selanjutnya APB Desa akan dilakukan evaluasi oleh kepala Daerah Kabupaten/Kota selanjutnya akan menjadi Perdes. Diserahkan ke dinas kesehatan  provinsi.

Adapun format laporan buka hal.17.

Selain membuat pelaporan setelah dokumen APB Desa, Petugas Promosi Kesehatan juga berkewajiban untuk memantau pelaksanaan kegiatan UKBM setiap akhir tahun.

Adapun bentuk pelaporan laporan hal.19.

Advokasi kepada Camat dan Kepala Desa tentang manfaat pemerintah desa melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan melalui pengembangan UKBM dan kegiatan lainnya.Masyarakat merupakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kader dalam pengembangan UKBM. Refresing dilakukan oleh petugas Puskesmas.Kegiatan ini dilakukan minimal 1 kali dalam setahun selama 2 hari.

Kunjungan Rumah untuk pemberdayaan keluarga kegiatan kunjungan rumah untuk pemberdayaan keluarga dilakukan oleh kader. Kegiatan ini dilakukan mininal dilakukan 6 sekali per tahun.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan/bimbingan kepada keluarga agar dapat mengenali dan mencegah terhadap penyakit serta meningkatkan dan mempertahankan kesehatan keluarga.

Kegiatan ini berupa pertemuan, dimana perangkat desa melakukan pembinaan kepada kelompok UKBM didesa untuk meningkatkan kualitas pengelolaan UKBM (Poskesdes, Polindes , Posyandu dll).yaitu merencanakan kegiatan ( identifikasi kebutuhan, analisis dan pembahasan bersama), dan melaksanakan kegiatan. Kegiatan ini dilakukan minimal 1 kali per tahun.

Monitoring

Aparat desa bersama dengan petugas puskesmas melakukan melakukan pemantauan untuk melihat seberapa jauh kegiatan – kegiatan intervensi yang direncanakan telah dilaksanakan dan masalah serta hambatan apa yang dihadapi untuk dicari solusi. Pemantauan dilakukan minimal 2 kali per tahun.

Paket intervensi kegiatan UKBM

Merupakan paket stimulan yang digunakan untuk kegiatan UKBM yang berdampak pada meningkatnya potensi ekonomi masyarakat.


DOWNLOAD GRATIS!

buku saku dana desa untuk kesehatan

Ini Ceritaku PKL di Puskesmas, 10 Hari di Kota Jogja

Kami mahasiswa Kesmas Umitra Lampung melakukan kegiatan PKL di Puskesmas di Kota Yogyakarta. Selama di Jogja, kami belajar secara langsung kegiatan PKM.

Yogyakarta, 7/8 acara pertama kali yaitu serah terima Mahasiswa Umitra Lampung oleh pihak kampus kepada pihak Dinas Kesehatan, bertempat di kantor Dinkes Sleman dilanjutkan dengan pembekalan dari pihak Dinkes.

Dari Dinkes, ada beberapa narasumber yang disesuikan dengan kebutuhan peminatan yang ada di Kesmas Umitra, yaitu promkes, MPK, K3, Epidemiologi.

8 Agustus ~ Mahasiswa PKL oleh masing-masing pembimbing kelompok diserah terimakan kepada pihak Puskesmas.

Saya dan 4 mahasiswa kesmas lainnya mendapatkan lokasi penempatan di Puskesmas Kalasan.

dr. Khadimah Yuliati selaku Kepala PKM Kalasan, kami diserahkan pada pembimbing lapangan sesuai peminatan yang ada dikelompok kami (Promkes, MPK)  pada Ibu Catur selaku penanggungjawab UKM, Ibu Tyas selaku UKM Promkes, Pak Gunawan selaku Kepala TU dan Manajemen Yankes, serta Ibu Septi selaku Administrasi PKM.

9 s/d 11 Agustus ~ Kami melakukan kegiatan lapangan yaitu sensus penduduk dan rumah sehat oleh peminatan MPK yang dibimbing oleh Ibu Putri selaku UKM Epid. Kemudian kami melakukan entry data di puskesmas, kegiatan imunisasi MR dilakukan peminatan Promkes dibimbing oleh Ibu Tyas selaku UKM Promkes dan petugas kesehatan lainya.

Data imunisasi yang didapat kemudian di-entry oleh peminatan MPK di Puskesmas.

12 Agustus ~ Diadakan kegiatan senam lansia di Puskesmas yang dimulai dari jam 7 pagi, diikuti para lansia yang ada di Dusun Purwomartani yang dilakukan oleh Ibu Hastuti selaku UKM Kesehatan Lansia.

Juga senam ibu hamil di jam 10 wib di Aula Puskesmas, diikuti ibu hamil yang tinggal di Purwomartani. Senam ibu hamil dipandu (instruktur senam) oleh Ibu Dwi Winarti selaku UKM KIA.

Senam Ibu Hamil di Puskesmas Kalasan

14 s/d 15 Agustus ~ Kami Mahasiswa Kesmas Umitra melakukan wawancara ke Petugas Puskesmas dimasing-masing UKM yang ada di Puskesmas Kalasan. Meminta data kesehatan ke pihak pemegang laporan Puskesmas (Profil Puskesmas, SP2TP, SPM, RBA, DPLH, IKM, RUK per program) sebagai acuan penyusunan laporan PKL kelompok kami kedepannya.

16 Agustus ~ Ini merupakan hari terakhir kami di Puskesmas Kalasan.

Hari itu dilakukan penutupan PKL serta serah terima plakat/ penghargaan untuk Puskesmas Kalasan sebagai rasa terimakasih kami kepada pihak Puskesmas yang sudah banyak membantu kegiatan mahasiswa Umitra Lampung serta membimbing kami selama PKL.

18 Agustus ~ Masing-masing peminatan melakukan presentasi di Aula Dinas Kesehatan Sleman, sekaligus serah terima mahasiswa dari Dinkes kepada pihak Kampus Umitra, bahwa PKL telah selesai dilaksanakan. Akhirnya, seminar laporan pun sudah menanti di kampus.

Ini cerita temanku Vika saat PKL di Puskesmas Kalasan. Kalau kamu?

Mahasiswa STIKes Umitra Lampung Praktek Pemeriksaan Air Bersih di Wilayah Puskesmas Godean II

Di hari kedua, melakukan kegiatan khususnya peminatan epidemiologi melakukan pemantauan kualitas air bersih di Wilayah Puskesmas Godean II.

Hallo guys, kenalin nih, aku Sigit dari STIKes Umitra Lampung.

Ini ceritaku saat melakukan Praktek kerja Lapangan (PKL) di Jogja, tepatnya di Puskesmas Godean II. Aku bersama rekan yang lain dibagi menjadi 2 kelompok,  peminatan Promkes (3 Orang) dan Peminatan Epidemiologi (3 Orang ).

Kegiatan PKL sendiri mulai dilaksanakan di Puskesmas Godean II dari tanggal 8 Agustus 2017 dan dijadwalkan berjalan selama 2 pekan kedepan.

Awal kegiatan PKL, kami Mahasiswa membantu melakukan Imunisasi MR ( Measles & Rubella) di beberapa sekolah TK dan SD. Rekan peminatan Promkes melakukan Penyuluhan bersama Petugas Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Godean II.

Di hari kedua, melakukan kegiatan khususnya peminatan epidemiologi melakukan pemantauan kualitas air di desa Sangonan Sidorejo. Sampel air lalu dimasukan ke dalam dirigen dan botol khusus untuk dibawa ke Lab Kesehatan Sleman bersama petugas Puskesmas.

Kegiatan PKL di Puskesmas Godean II akan terus berlanjut, nantikan cerita selanjutnya ya guys hanya di Kesmas-ID.com

Ini Peran Epidemiologi yang Perlu Mahasiswa Kesmas Tahu

Epidemiolog itu berpikir bahwa bagaimana caranya supaya orang jangan masuk Rumah sakit. Ini tugas yang harus dijalankan oleh seroang Epidemiolog

Peran seorang Epidemiolog dalam dunia kesehatan sangat penting. Seorang epidemiolog kesehatan bertugas melaksanakan kegitan pengamatan, penyelidikan/penelitian, tindakan pengamanan, penanggulangan, penyebaran/penularan penyakit dan faktor risiko yang mempengaruhi, secara cepat dan tepat dengan melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis data dan interprestasi, penyebaran informasi serta pengembangan stretegi dan metode.

Hal ini diungkapkan saat kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Peningkatan Profesionalisme Tenaga Epidemiologi Kesehatan (TEK) dan Pengukuhan Badan Pengurus Pengurus Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilaksanakan Balroom Sotis Hotel, Selasa (8/8/2017).

Hadir saat kegiatan itu, Ketua PAEI Pusat, Dr. dr. Hariadi Wibisono, MPH, penggiat Unicef Dr. Ermin Ndoen, PhD.
Dr. Hariadi Wibisono, dalam materinya tentang rencana lima tahun kegiatan dan penguatan organisasi PAEI di NTT, mengatakan, tuntutan peran epidemiologi sesuai dengan tuntan zaman.

Oleh karena itu, seorang epidemiolog dituntut untuk mengikuti perkembangan yang ada saat ini.

“Epidemiolog itu berpikir bahwa bagaimana caranya supaya orang jangan masuk Rumah sakit. Ini tugas yang harus dijalankan oleh seroang Epidemiolog,” ungkap Dr. Hariadi.

Sumber kupang.tribunnews.com