Awas, Tren Penderita Demam Berdarah dan TB Meningkat
Penyakit Demam Berdarah (DB) dan Tuberculosis (TB) mengalami tren peningkatan selama rentang waktu 2012 - 2016. Hal ini harus menjadi kewaspadaan dan perhatian dari Dinas Kesehatan.

Penyakit Demam Berdarah (DB) dan Tuberculosis (TB) mengalami tren peningkatan selama rentang waktu 2012 – 2016. Hal ini harus menjadi kewaspadaan dan perhatian dari Dinas Kesehatan.

Adanya tren peningkatan dua jenis penyakit ini dipaparkan oleh peneliti dari Universitas Kanjuruhan, Harinoto dalam acara publikasi strategi dan analisa derajak kesehatan Kota Malang yang digelar oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, Rabu (3/5/2017).

Harinoto memaparkan selama tahun 2012 hingga tahun 2016 tren pengurangan angka kematian ibu, angka kematian bayi hingga gizi buruk di Kota Malang cukup baik. Akan tetapi tren peningkatan penyakit demam berdarah dan TBC cukup meningkat sehingga hal ini harus menjadi perhatian Dinas Kesehatan.

Harinoto dalam kesempatan itu juga membeberkan arah dan strategi peningkatan derajat kesehatan. Derajat kesehatan bisa meningkat jika peran ‘health city of pillars’ dilakukan secara maksimal.

“Karena itu harus terpelihara kepuasaan masyarakat, optimalisasi implementasi aturan layanan, hingga pengawasan dan program preventif,” kata Harinoto melalui rilis yang dikirimkan Bagian Humas Pemkot Malang.

Kegiatan Barenlitbang itu bertema “Arah dan Strategi Peningkatan Derajat Kesehatan dengan Merujuk Terhadap Hasil Analisa Derajat Kesehatan di Kota Malang”. Selain menghadirkan Harinoto, ada juga dosen Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma), Ibnu Fajar.

Ibnu Fajar menyampaikan, keragaman derajat kesehatan masyarakat memiliki korelasi signifikan dengan keadaan ekonomi, tingkat pendidikan, kondisi lingkungan, dan perilaku masyarakat.

“Hasil penelitian menunjukkan jika persepsi masyarakat Kota Malang akan kesehatan terlihat pada tingkat kepuasaan untuk pelayanan kesehatan seperti pada Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan untuk asuransi kesehatan masyarakat Kota Malang mengaku sangat puas,” kata Ibnu Fajar.

Selain itu berdasarkan hasil analisa, ada beberapa masalah yang harus dipecahkan untuk menaikkan derajat masyarakat, antara lain yakni sumber air minum yang steril, sumber air yang terpisah jauh dari tempat pembuangan akhir, konsumsi makanan seimbang dan bergizi, serta menghindari rokok.

Sementara, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Barenlitbang, Rukayah, mengatakan, tujuan diadakannya penelitian ini untuk memperoleh masukan dalam merumuskan kebijakan dan program terkait peningkatan derajat kesehatan di Kota Malang.

“Kami juga menjaring informasi berbasis penelitian dari pakar terkait masalah kesehatan ini serta memberikan informasi kepada stakeholder akan indikator makro derajat kesehatan,” kata Rukayah.

SUMBER

Sharing is caring!

(Visited 123 times, 1 visits today)