Banyuwangi Public Health UNAIR dan BEM FKM UNEJ Bagi Pengalaman Organisasi

Banyuwangi Public Health UNAIR dan BEM FKM UNEJ Bagi Pengalaman Organisasi
”Banyak sekali informasi program positif yang didapatkan. Yang terpenting, soal penyelenggaraan program pengembangan desa binaan, metode pengaderan mahasiswa. Juga, tata kelola administrasinya, problem solving dari beberapa masalah,” ungkap Saiful Azis Setyawan, Ketua B-PHA PSDKU UNAIR  2018 di Banyuwangi.

Berbagi pengalaman organisasi, Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Universitas Airlangga (UNAIR) di Banyuwangi atau kerap disebut B-PHA (Banyuwangi Public Health Association) mengadakan studi banding dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (Unej). Kegiatan yang juga diikuti dengan sarasehan itu digelar pada Minggu (15/4).

BACA JUGA:  WOW! Wisudawan Terbaik Magister FKM Unair Ini Lulus Dengan IPK Nyaris Sempurna

Seperti yang diberitakan oleh news.unair.ac.id, acara yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini, diisi dengan diskusi sekaligus sharing pengalaman antar kedua organisasi digelar. Terutama mengeksplorasi pengetahuan serta pengalaman seputar organisasi di kampus masing-masing.

Lumayan banyak peserta yang turut serta dalam diskusi di Aula FKM Unej itu. Mereka terdiri atas 38 pengurus B-PHA UNAIR 2018 beserta pembina organisasi dan 65 pengurus BEM FKM UNEJ 2018. di Aula.

Ketua B-PHA PSDKU UNAIR  2018 di Banyuwangi Saiful Azis Setyawan mengungkapkan bahwa terdapat banyak hal positif yang dapat diambil dari kegiatan studi banding tersebut. Khususnya, lanjut dia, perihal bagaimana pelaksanaan program-program kemahasiswaan. Juga pengabdian kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Mahasiswa UNAIR Ini Berdayakan Masyarakat Hasilkan Cemilan Sehat

”Banyak sekali informasi program positif yang didapatkan. Yang terpenting, soal penyelenggaraan program pengembangan desa binaan, metode pengaderan mahasiswa. Juga, tata kelola administrasinya, problem solving dari beberapa masalah,” tuturnya.

”Misalnya, bagaimana mengatasi minimnya keterlibatan mahasiswa dalam proker (Program kerja, Red),” imbuhnya.

Menambahkan pernyataan Saiful, Pembina B-PHA PSDKU UNAIR di Banyuwangi 2018 Dian Santoprayoga S.KM., M.Kes., berharap bahwa kegiatan, terutama diskusi, itu dapat memberikan gambaran juga pilihan solusi antar kedua organisasi untuk menutupi kekurangan masing-masing. Selanjutnya, mampu mengembangkan organisasinya masing-masing.

“Semoga dengan adanya diskusi seperti ini, masing-masing organisasi bisa membenahi kekurangannya. Selain itu, mereka sama-sama bisa berbagi pengalaman yang baik untuk pengembangan organisasi,” jelasanya.

BACA JUGA:  Nih, Segudang Manfaat Ikut Pertukaran Pelajar bagi Mahasiswa

”Selanjutnya, atas diskusi yang digelar itu diharapkan, implikasinya (Kesimpulan, Red) bisa diwujudkan melalui inovasi program kerja tahun depan yang lebih kreatif lagi,” tambahnya. (*)

Penulis: Siti Mufaidah
Editor: Feri Fenoria

Sharing is caring!

(Visited 81 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *