Berapa Gaji Sarjana Kesehatan Masyarakat? Mahasiswa Kesmas Harus Tahu!

Berapa Gaji Sarjana Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa Kesmas Harus Tahu
Diskusi ini bisa jadi masih terus berjalan..dan akan terus berulang dengan pertanyaan yang sama, “Berapa Gaji yang layak untuk seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat?”…

Dalam diskusi ringan dengan tim Kesmas-id ada yang menarik, ternyata, ada juga yang bertanya-tanya sama “Mbah” Google; “Berapa gaji sarjana kesehatan masyarakat?” dengan 76.000 hasil pencarian.


FOKUS: Anak KESMAS WAJIB Tahu!


(Berikut adalah catatan kecil kami tim Kesmas-ID.com yang mencoba membuka diskusi melalui Facebook Kesmas-ID pada tanggal 24 Nov 2016, yang di tanggapi oleh beberapa rekan pembaca. Anda pun masih dapat ikut serta diskusi melalui komentar dibawah tulisan ini. Terimakasih)

Yuk kita “diskusi sehat”, menurut anda,
Berapa sih FAKTA di lapangan yang Profesi ini terima?
Dan berapa idealnya kisaran GAJI yang layak diterima untuk profesi yang kita cintai ini?

Semoga bermanfaat untuk yang baru saja di WISUDA dan sedang bersiap – siap memasuki “Ganas-nya Dunia Kerja”. Monggo…

colek dulu ah bang Aries Munandar D, juga Kang R Deni Frayoga Dikusumahbuat opening kasih pendapat, semoga berkenan.

Apakah lulusan SKM itu standar gajinya sesuai UMK atau diatas UMK? Bagaimana juga perbandingannya untuk yang berkarir di bidang Formal dan Non Formal?

Nurmala Sari;

Tergantung dia bekerja dimana dan statusnya apa juga posisinya.

Contoh, SKM yang mau berkarir di puskesmas dan masyarakat. Jika dia melalui jalur PTT Pusat atau penugasan khusus yang sekarang ngetrend dengan Nusantara sehat maka gajinya lebih besar dibandingkan kontrak tanpa melalui penugasan khusus.

Jika SKM bekerja di swasta. Swastanya apa dulu. NGO atau perusahaan. JIka di perusahaan yakin akan 2 digit sampai dibandingkan dengan NGO.

Kalau di negeri aku kurang tahu, karena belum ada pengalaman

Kesmas-id;

Ada “persepsi”, hanya beberapa “peminatan” di Kesmas saja yang punya potensi Penghasilan lebih besar (terutama yang dicari perusahaan-2). Bagaimana dengan peminatan yang “kurang populer”?

Nurmala Sari;

Yaps, K3 biasanya

Pua Rijalul Jabar;

Dipuskesmas tenaga honorer.. BermOdal sK penugasan kpla dinas kshtan, yah di gaji dibawah 1 sih. Tergantung kemampuan daerah.

R Deni Frayoga Dikusumah;

Sayangnya untuk skm ini gak disatu level dgn profesi (ners, dokter, drg, …) utk yg kerja di nusantara sehat saja 8jutaan utk SKM nih beda banget dgn yg udah profesi kaya dokter yg gajinya belasan juta (14an).

Nurmala Sari;

Yang menjadi konsern di sini adalah ketika SKM Nusantara sehat gajinya di atas 5 juta hingga misal 8 juta taruh lah. Mereka hanya 2 tahun di kontrak!!! Kemudian setelah itu? Jika mereka menggunakan patokan gaji itu untuk kerja di puskesmas, dinas, dll tanpa ikatan penugasan khusus gitu maka musti jadi perhatian. Karena pastinya gak akan segede itu, kecuali mereka sudah jadi PNS dengan jabatan tertentu karena pasti banyak tunjangan. Kecuali juga mereka mau sekolah lagi atau kerja di perusahaan bonafit

R Deni Frayoga Dikusumah;

Itu faktanya yahh..

Tp buat yg kerja sbagai peneliti itu trgantung pagu dr kemenkeu yg disesuaikan dg daerahnya msng2..

Contoh utk kalbar maka akan mendapat uang harian 380rb/hari ditambah uang tempat tinggal 129rb/hari.

Klo bicara idealnya, gaji SKM itu 30jt/blan. Tp pendidikannya hrus 7tahun

AL – Thin;

Di Formal kecil… Justru di non formal lumayan

Raja Muhammad Hatta Illah;

Terutama kalo udah k3, tapi modal buat sertifikasi k3nya juga lumayan.

Nurmala Sari;

Benar juga mas. Nah ini juga sekalian menanggapi pernyataan Kang R Deni Frayoga Dikusumah, ketika memang gaji profesi lain lebih gede ya memang dimaklumin pertama karena sekolahnya lebih lama dari kita. Yang kedua karena mereka langsung berhubungan dengan perorangan menyangkut nyawa bahkan. Ini saya benar2 rasakan saat bekerja secara tim dengan dokter perawat bidan. Makanya ketika ada yang protes kenapa gaji SKM rendah dibanding profesi medis ya karena memang tanggung jawabnya secara profesi gede meskipun dalam hal tanggung jawab ke kesehatan sama.

Kan gak ada acara kek gini, jika satu masyarakat kena wabah apakah ini langsung yang bertanggung jawab SKM?

Sedangkan profesi lain, ketika nie ibu dan bayi meninggal saat bidan dan dokter nolong persalinan maka mereka bisa langsung kena audit.

Suci Dwi Yanti;

Woow..makanya perlu kolaborasi yg baik ya Kak Nurmala Sari ?, antar nakes itu sendiri ..sehingga besar kecilnya gaji bukan lg hal yg perlu dipermasalahkan .. Namun menjadi suatu pemakluman Karna saling memahami sejauh mana tanggungjawab dan konsekuensi masing2 profesi.

Nurmala Sari;

Kalau aku memandangnya seperti itu kak. Saya tidak lagi pernah protes kenapa SKM gajinya lebih kecil di banding dokter, bidan, perawat misalnya nie pada level yang sama. Karena mereka kerjanya menyangkut nyawa juga. Aku tahu sendiri saat temenku bahkan setiap malam tidak tidur harus melakukan pelayanan ke pasien, padahal siang sampai malam sama dengan saya SKM kerjanya. Kek begitu sih. InsyaAllah jika sudah bekerja satu tim, maka akan tahu dan merasakan

Suci Dwi Yanti;

Sy sepakat kak…semua pada porsinya, namun ketika mereka dgn siaganya tidak tidur untuk pelayanan Karna memang itu sudah tugas mereka .. ::)
Siip, perlu pengalaman lebih lagi untuk semakin memahami itu semua ternyata ..

Nurmala Sari;

Ya itu sebatas pengalaman ketika bekerja satu tim selama 1 tahun. Yaps karena mereka secara tupoksi kerjanya tanggung jawabnya besar maka gaji besar juga. Jadi gak bisa dibandingkan apple to apple. Gak bisa diprotes juga ketika misal di NS gaji SKM 8 juta gaji Dokter 13.5 juta misal. Ya karena sesuai perhitungan

Suci Dwi Yanti ;

Uu nakes pun sudah jelas mendeskripsikan seberapa besar tugas dan fungsi masing2 nakes..apalagi SKM yg secara profesi kita masih sekedar peminatan..belum adanya profesi khusus ..
Ya yg perlu diperhatikan bukan seberapa besar gaji, namun seberapa besar …Lihat Selengkapnya

Nurmala Sari;

Yaps!!! Dan kita harus selalu berprasangka baik. Itu kuncinya.
Semuanya memiliki peran masing2 dan jika bersatu maka akan menimbulkan kekuatan yang besar daripada kerja sendiri2.
Tapi terkadang miris terutama dengan Bidan yang menjadi Bidan di Desa. Tugas2 SKM dibebankan ke dia. Selain menjalankan tugas kebidanannya dia harus menjalankan tugas ke SKMan.
Dengan adanya rencana 1 Desa 1 Perawat maka tentu harusnya ada juga 1 desa 1 SKM

Suci Dwi Yanti;

Nah ini yg perlu diperhatiin juga ..kadang2 tumpang tindih fungsional masih sangat sering terjadi.
Yg jadi pertanyaan kak, apakah Kompetensi SKM masih diragukan ? Sehingga tugas dan fungsinya tak jarang dibebankan ke profesi lainnya ?

Nurmala Sari;

Bukan diragukan tapi tidak banyak SKM yang mau kerja di daerah. Gak sebanyak bidan dan perawat. Di puskesmasku dulu SKM hanya ada 2 orang saja. 2 itupun terserap pada bagian manajemen.

Nurmala Sari;

Masyarakat sendiri juga belum banyak yang tahu siapa atau apa SKM itu. Aku SKM dianggap Mentari, panggilan untuk mereka yang bisa mengobati. Mereka hanya kenal bidan perawat dokter
Ini akan menjadi lingkaran setan hahahahha dari si SKM sendiri dan dari pemerintah sendiri haruslah tahu posisinya dan kebutuhannya di lapangan

Raja Muhammad Hatta Illah
Haha iya mbak dulu pas snmptn sma ku kira skm itu jadi mantri 😁

Suci Dwi Yanti;

Tugas kita ya berarti untuk unjuk Gigi ..siapa SKM itu ? Haha
Pastinya dengan memaksimalkan potensi kita ..we are prevent,promote, protect (PPP) 🙂

Pua Rijalul Jabar;

Profesinya SKM yg gimana? Ada g?

Raja Muhammad Hatta Illah;

Disisi lain kesmas juga di idam2kan.karna bisa di bilang kesmas itu semi saintek, porsi praktikum nya tergolong jauh lebih rendah dari jurusan saintek lain. S.KM dicetak untuk dapat memanjemen dgn sains yg diketahuinya. Jadi SKM susah2 gampang.perlu berpikir inovatif,kratif,aktif dan tanggap thdp gejala alam dan sosial yg ada.

Suci Dwi Yanti;

Maksimalkan potensi saja ya berarti Kak Raja Muhammad Hatta Illah ?
Karena Kalau berbicara gaji sy rasa setiap tempat ataupun daerah akan berbeda.Namun yg perlu diingat KesMas itu multidisiplin ilmu, ketika PNS ga ketrima, NGO dan perusahaan pun demikian ..buka usaha sendiri juga bisa 🙂
Kreatif dan inovatif sangat diperlukan 🙂

Aries Munandar D;

Berbicara gaji, gaji saya di NGO 900rb/hari, x 30 hari dalam sebulan.
Peserta Nusantara Sehat 8jt/bulan,….
Jadi kesimpulannya, berbicara gaji itu moderat kan ya. Tidak ada patokan utk sama di semua tempat/lembaga. Tapi yg saya amati dari pernyataan Kesmas-ID ialah, apakah ada kesetaraan bagi tenaga SKM? Jika bidan, perawat, dokter, ada angka minimal utk upahnya yg hampir sama.
Tapi menjawab pertanyaan tersebut, seperti susah utk dilaksanakan kesetaraan, 1. Kebanyakan SKM bekerja keluar jalur (Bank, dll). 2. Kebanyakan SKM terlalu takut utk tidak dapat pekerjaan, 3. Belum jelasnya sasaran kinerja SKM dalam bentuk apa & dimana,,.
Jadi utk upah SKM ini kita masih menerima apa adanya (sakwontenne kata org Jawa).

Suci Dwi Yanti;

Point nomer 3 bang Aries Munandar D ..belum jelasnya kinerja yg dimaksud gimana ya ? 🙂

Aries Munandar D;

Emang sasaran kerja SKM setelah diluluskan itu apa ya?

Hisaan Jamil Hanifa;

kalau di puskesmas, SKM dapat point pendidikan 80, tapi secara pekerjaan kalau di kabupaten saya pointnya disamakan dg cleaning service. dengan alasan tidak melayani langsung. Parahnya IAKMI atau PERSAKMI ditempat saya kurang greget .dalam membahas hal ini. Dokter dan apoteker bisa 3x lipat diatas SKM. sedangkan perawat dan bidan bisa 2x lipat Atau lebih krn ada jasa min kapitasi

Pua Rijalul Jabar;

Pembagian kapitasi sKm. Lumayan loh.

Hisaan Jamil Hanifa;

ya mungkin beda2 ya Tião kabupaten krn 1memang ada2 indikator tambahan1 Utk masing2 daerah . wallahualam … itulah .Yg ada di tempat.saya.bekerja dulu. sekarang saya sudah pindah

Eyang Jenar;

Maaf ikut nimbrung………. pengalaman saya sbg insan kesmas jadul….. kalau ada aturan dan ukuran …. PNS jelas aturannya dr menteri keuangan…… NGO ukurannya keahliah besarannya bisa nego…. kalu wira swata gajinya ditentukan srndiri…… no 1 dan 2 kita bekerja diujung telunjuk orang lain atau dengan rambu2 sesuai aturan si pemberi gaji…. no 3 merdeka mau gaji berapa kapan dan simana…… nah utk PNS ukurannya ijazah shg tersetah pemerintah mau menghaji berapa kmd kalau NGO ukurannya keahlian berdasarkan sertifikat nagi first grafuate atau bukti pemgalaman kerja besatan hajinya bisa nego…… itu kira2 gambarannya

Hizriansyah Al Hijr;

Pada bicara gaji
Baca satu persatu dari atas, rasanya bahagia banget liat berbagai nominal yg di cantumkan..
Hanya saja, seandainya sedikit bisa di lirik di tanah kami (katanya sih salah satu daerah tertinggal di negeri ini) jika dg SK dinas gajinya hanya 150/bulan.. Nah psrtanyaanya, apakah semua SKM SK Dinas?
Hampir 80% SKM muda tidak mendapatkan SK Yg demikian… So bagaimana?
Ya kita hanya di hitung spt mahasiswa magang. Di tuntut kerja keras tanpa imbalan, dan sesekali sebulan hanya di kasih lewat uang “kapitasi”…
Itu potret kami
Salam persatuan dari kami

Eyang Jenar;

Apa karena kita ini penurut ya …… klu kita lihat buruh bisa duduk bareng menentukan gaji…. guru juga demikian ….. atau kita terlanjur terkotak kotak dengan ego profesi kita … yang satu merasa lebih dari yang lain….. katanya kesehatan hars diselesaikan secara teamwork …… harusnya kitavsenasib ….. coba mari kita renungkan ……
Sbg analogi buruh itu mulai dari yang bekeja dengan teknik tinggi sampai yang sekedar mbungkus produk bisa bersama-sama dgn pemerintah membicarakan gaji yang layak…. guru mulai guru matematika sampai guru olah raga drmikian juga inikah yang dimaksud nakes itu eksklusif … tidak mau disebut tenaga kerja bidang kesehatan…. semoga kedrpan terbuka wawasan bahwa kita bisa bersama dan tidak harua terkotak kotak

Hisaan Jamil Hanifa;

sangat terkotak2,,, merasa paling besar jasanya dalam pelayanan… itu lah susahnya.

Eyang Jenar;

Jangan dibuat susah tapi itu tantangan bagi adik2 yang masih panjang kesempatannya untuk berkarya

Hisaan Jamil Hanifa;

kalo saya paling males debat soal duit Pak… ngapain coba antara profesi di puskesmas berlomba2 merasa paling berjasa… giliran kerja banyakan order job ke tenaga kontrak / sukarela. Padahal klo mau dipikir kembali uang kapitasi itu tetap masuk utuh ke rekening puskesmas walaupun sasaran tidak datang semua ke puskesmas secará rutin tiap bulan. Mending pindah ke tempat kerja atau resign trus buka usaha sendiri. Mungkin daerah tempat saya kerja dulu memang memandang SKM sebelah mata saja… point beban kerja SKM = Cleaning service…. MALAS JADINYA

Eyang Jenar;

Mas jangan putus asa dong ….. makanya ke mahasiswa saya selalu saya pesan bahwa selesai kuliah harus buat pekerjaan jangan cari kerja sekecil apapun kamu bikin pekerjaan kamu tetap bos
Kalau boleh tau peminatannya apa ya mas

Hizriansyah Al Hijr;

Bener banget buk bos Hisaan Jamil Hanifa… Saya sendiri kebingungan tuk melakukan pengembangan diri.. Di satu sisi ketika saya mendapatkan kesempatan, malah di “kebiri” sebagai SKMersnya, di ancam di pecat, sedangkan kedudukannya sukarela..
Yg sangat prihatin lagi bagi saya, ketika para SKMers sendiri saling tak kenal dan acuh tak acuh…
Pdhal semua ini butuh persatuan OP di daerah…

Eyang Jenar;

Sebenarnya aspirasi ini pernah saya dengar sejak 10 th yang lalu krn saya masih ada peluang (masih aktif) ke daerah …. terakhir th 2015 saya ke daerah masih ada yang sampaikan itu. Sayangnya teman2 itu ego profesinya tinggi dan mudah berdecak kagum dengan impian2 kedepan…. tidak pernah berfikir nasib anggotanya…. mari kita mulai realistis dilapangan jangan memposisikan diri kita di kampus lagi…. teori dan pengetahuan mmg penting tapi ingat nagaimana menwrapkan teori dan pengetahuan itu dipekerjaan yang kita hadapi dilapangan …… forum ini bagus makanya saya ikutan….. mari kita tukar pengalaman …. banyak kok yang bisa kita perbuat… saya sendiri 20 th di lapangan…..

Rizal Muntaha;

Saya baru lulus SKM peminatan Kesling. Di banyak lowongan kerja, yang di cari D3 kesehatan lingkungan. Malh ada yang bilang kalau SKM belum bisa masuk sanitarian. Masih cari kerja yang sedikit sesuai

Eyang Jenar;

Eyang Jenar Kalau boleh saya mwnjelaskan …….. jalur pendidikan itu sptnya begini… setelah selesai mengikuti penddkan dsr 9 th kita bisa pilih mau jalur keilmuan dan riset/ akademis S1, S2, S3 sp prof atau jalur keahlian mulai dari operator D1, D2, D3 ( vokasi) D4( profesi ) sampai spesialis …….. nah S1 kalau mau menjadi ahli ya harus ambil profesi……. yang terjadi sekarang ini SKM ndak jelas kan …. saran saya mari kita fikirkan profesinya itu spt apa …. ingat peminatan bukan profesi lho itu baru persiapan ke profesi
SKM berpeluang menjadi health educater, epidemiolog, entomolog, Sanitarian, Nutritonist dst keahlian dan apsialisasinya lbh banyak lagi
Sebagai contoh misal seorang awak kapal pesiar setingkat kelasi harus punya 13 sertifikat kompetensi…. kemarin bersama teman2 kita susun skema kompetensi utk bidan, perawat dan Ners kmd kita susun Materi Uji Kompt ini baru kita mulai menyusun kritetia unjuk kerja …. sayangnya waktu itu kita undang Kesmas tapi hanya satu wakil yang datang…. dan gagal kita susun….


Diskusi ini bisa jadi masih terus berjalan..dan akan terus berulang dengan pertanyaan yang sama, “Berapa Gaji yang layak untuk seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat?”…

BACA JUGA:  LIPUTAN: Peran SKM Dalam Manajemen Bencana

Sharing is caring!

(Visited 89,309 times, 2 visits today)

51 thoughts on “Berapa Gaji Sarjana Kesehatan Masyarakat? Mahasiswa Kesmas Harus Tahu!

  1. Diskusi tanpa ada kesimpulan dan tindak lanjut hanya lah sia-sia.sebaiknya profesi SKM kalau tak mau kalah dari nakes lain, ya memang harus ada keahlian tambahan kuratif dasar disamping prevent,promote n protect.

  2. jadi intinya setelah lulus SKM, cobalah buka usaha sendiri..
    besar kecil gaji ya relatif lah, tergantung dimana kamu menimba uang. NGO lumayan, negeri ya lumanyun (kecuali punya pengalaman pendidikan lebih).
    lebih kayak berjudi sebenarnya kalo ngomongin gaji yg pantas buat SKM, toh ngaku nya bisa berbuat banyak tapi secara formalitas SKM dianggap ga bisa dibawa ke tengah, karena keprofesiannya ngambang.

  3. Klw saya waktu S1 SKM., gajix tidak sebanding kok., mlah di anggap sblah mata krn tanpa profesi dan keahlian lain, dan setelah S2 ngambil jurusan KLKK., Serta z ngambil sertifikasi amdal A,B dan C., z jga ngambil AK3, dan z ngambil kursus penyelnggaraan perencanaan limbah domestik alhamdulillah skrang total pendapatan saya di atas 3 jutaan.,

    1. Setelah menempuh jalur pendidikan sampai s2 , ditambah dengan sertifikat, gajinya masih 3 juta? Itu 1 bulan? Wah benar benar berbeda jauh dengan profesi nakes ya

  4. maaf saya mau tanya, saya sangat tertarik untuk melanjutkan study ke s2 epidemiologi. latar belakang pendidikan saya adalah pendidikan biologi. bagaimana prospek kerja lulusan s2 epidemiologi? apakah banyak ditempatkan di daerah terpencil? atau adakah perusahaan yang membutuhkan lulusan tersebut? terima kasih

  5. Untuk prospek master epidemiologi cukup menjanjikan juga kok mba, karna seeorang epidemiolog terlebih masternya biasanya menjadi rujukan sbgai tenaga perencanaan dlm bidang survei atau penelitian penyakit atau survei” skala nasional ataupun internasional namun kembali lg ke diri kita masing”. Untuk penepatan ditmpt terpencil bisa saja, sesuai kebutuhan setiap daerah, karna seeorang epidemiolog jg biasanya diperlukan untuk tenaga kesehatan yg melakukan investigasi untuk memantau dan memonitoring perkembangan penyakit di masyrakat, sedangkan untuk perusahaan,kembali pd perusahaannya tsb, jika perusahaannya sperti pabrik industri, pertambangan, pembangunan” infrastruktur sepertinya untuk lulusan epidemiologi tidak begitu terlalu mendominasi, karena biasanya konsentrasi bidang kesmas yg banyak berkecipung didunia perusahaan atau industri sperti diatas adalah konsenterasi keselamatan dan kesehatan kerja.

  6. Saya fresh graduate S1 kesmas peminatan mars. Forum diskusi ini bagus, saya hanya ingin menyampaikan pendapat. Sebenarnya saya ambil S1 kesmas stlh lulus dari D3 kebidanan. Awalnya saya bingung mau lanjut D4 kebidanan atau S1 kesmas, namun stlh lihat2 prospek kerjanya lbh luas S1 kesmas, jdilah saya ambil S1 kesmas. Namun stlh lulus, saya jadi bingung fokusnya apakah bidang kebidanan atau kesehatan masyarakat. Walaupun saya juga blm ada pengalaman kerja di bidang kesehatan masyarakat, namun peluang kerjanya lbh byk di daerah dibanding kota. Sedangkan di perkotaan, jarang sekali ada yg membutuhkan kesmas.

    1. Aku juga lulusan d3 kebidanan, . Pengen lanjut kuliah tapi bingung. Mau lanjut s1 kesmas / d4 bidan / s1 kebidanan. Tapi setelah baca diskusi disini, jadi ragu mau lanjut ke s1 kesmas

  7. Ijin masukan dikit, barangkali saja bisa meluruskan…
    Dulu setelah kuliah saya menginginkan pekerjaan yg gajinya besar meskipun agak menyimpang dari basicnya ilmu saya. Dan alhamdulilah saya dapat pekerjaan itu dengan harapan taraf hidup saya meningkat. setelah saya jalani 6 bulan saya merasa hidup saya biasa” saja sama seperti teman” saya yg kerjaanya di birokrasi pemerintahan. Dengan demikian tepat 11 bulan masa kerja saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan mencoba untuk mencari kerja. Singkat kata alhamdulilah dalam waktu 3 bulan lebih 5 hari saya terima di salah satu rumah sakit di daerah saya. lagi” saya dihadapkan dengan Konsekuensi tdak terima gaji selama 3 bulan dan saya menyepakati konsekuen yg d.berikan. Singkat cerita saya mulai bekerja tanpa upah dengan modal niat iklas setelah 2 minggu bekerja atasan ruangan yg tdak lain adalah seorang dokter umum memanggil saya untuk evaluasi. Beberapa pertanyaan di sedorkan dan responya cukup baik tanpa sengaja saya bertanya tentang profesi kesmas kepada beliau dan ia tersenyum dan menjawab profesi itu lebih mulia dari kami. Saya bertanya lagi alasanya dy hanya mengambarkan tentang perjuangan rasulullah dalam menyebarkan agama dan mengajarkan orang” d.jalan yang benar. Nah seperti itulah seorang kesehatan masyarakat. Maknanya sepele tapi tanggung jawabnya besar. Karna beliau agak terburu- buru ia menyudahi percakapan. Keesokan minggunya saya mendapat perintah untuk di pindahkan d.ruangan rawat inap cardiology. Saya berjanji pada diri saya saya akan memperlihatkan bahwa saya adalah seorang kesmas sejati jika d.ruangan baru nanti. Dan pada ruangan tsb saya di berikan tanggung jawab sebagai tenaga administrasi untuk mengurusi status pasien. Setelah 2 bulan saya berada d.ruangan cardio mulailah muncul pertanyaan teman ruangan dengan profesi yg berbeda wis kmu kesmas to?? Saya jawab ia. Knapa ka?? Kerja kamu bagus. ” bagus bagaimana ka?? Pengadministrasian kamu cukup teliti, kemudian cara komunikasi kamu terhadap keluarga pasien bisa di andalkan. Terima kasih ka. Berlanjut keesokan saat prekonfrens ada seorang perawat d.tunjuk untuk memberikan pesat bermanfaat dy tdak bersedia dan langsung melemparkan ke saya. Dan saya tdak menolak sekitar 10 menit saya memberikan pesan yg bermanfaat tentang kesehatan dan alhamdulilah semuanya puas. Setelah kami kembali ke kerja dan tanggung jawab masing” kepala ruangan saya berkata hebat anak kesmas. Saya hanya tersenyum dan mengatakan kesmas itu multitalenta pak karu (kepala ruangan) jawab saya sambil tertawa. Ketika memasuki bulan ke 3 saya tdak menyangka dokter jantung penanggung jawab ruangan mendekati saya dan berkata wis sebagai ucapan terima kasih saya memberikan kamu 1 juta perbulan dan itu d.luar gaji honor kamu. Terima kasih dok. Karna kebetulan dokter jantung penangung jawab ruangan ada 2 jadi saya mendapat 2 juta di ahir bulan berjalan. Dan alhamdulilah juga saya juga sdah mendapatkan upah dan jasa medis kisaranya sekita 2.7 ratus karna sdah 3 bulan bekerja. Saya bersyukur dan berpikir” mungkin inilah jawabanya bekerja dengan niat dan iklas. Jadi inti dari cerita saya adalah JANGAN MERASA KESMAS ITU RENDAH DARI TENAGA KESEHATAN LAINYA KARNA KESMAS MEMILIKI.ILMU YANG LUAS DARI PARA TENAGA KESEHATAN LAINYA DAN MEREKA SUDAH TAU CUMA MEREKA GENGSI MENGAKUINYA DAN BEKERJALAH DAHULU SEBELUM MENUNTUK GAJI. BESAR DAN KECILNYA PENDAPATAN DI PENGARUHI OLEH KINERJA.

    Mari kita tunjukan pada dunia kalau KESMAS ITU NEDA SAMA YANG LAIN. Hehehehehe

    1. Terimakasih Mas Darwis sudah berkenan berbagi cerita dengan kami. Mohon ijin untuk bisa kami angkat menjadi satu tulisan tersendiri. Boleh kami diinfokan nomer telponnya, agar lebih mudah kami komunikasi selanjutnya? Terimakasih, Salam Sukses untuk kita SKM Indonesia!

  8. Ijin share..
    Saya seorang kesmas jurusan kesling, pekerjaan pns dan sekarang bekerja di puskesmas…
    Klo bicara soal Nominal gaji mungkin dibawah profesi dokter y tp kalo bicara tentang kepemimpinan, menurut saya kesmas lebih ok karna pengetahuannya lebih luas dan lebih mengerti soal admin n manejemen oleh karna itu perlu memotivasi diri untuk menjadi seorang pemimpin…untuk menjadi seorang pemimpin tak harus menjadi seorang kepala atau punya jabatan kepala, yang terpenting menjadi iniasiator dalam bekerja..ilmu kesmas dapat diterapkan hampir pada semua bidang ilmu..so jadilah inisiator yang jujur, kreatif dan inovatif maka anda akan menjadi boz bagi rekan-rekan anda dan andalah yang akan dipercaya menjadi perencana disitulah penghasilan anda akan bertambah..
    Janganlah melihat gaji atau honor anda sebagai seorang kesmas karna gaji atau honor punya aturan mainnya TAPI kembangkanlah segala kemapuan yang dimiliki, pada awalnya akan dilihat sebelah mata tetapi janganlah berkecil hati dan teruslah berkarya sebab akan ada suatu titik dimana hasil karya anda akan mendatangkan berkat yang tidak terduga..
    Kesmas itu multi talenta, kembangkanlah talenta itu dimanapun anda berada/bekerja..
    Itulah cara memancing nominal yang lebih besar..
    Janganlah bekerja untuk mendapatkan upah yang besar tetapi bekerjalah agar upah yang besar mendatangimu..

    1. Ka, bolehkah saya meminta nomer kakak? untuk sharing pengalaman. karena saya kebetulan seorang mahasiswa kesehatan lingkungan yang membutuhkan pencerahan. terimakasih

  9. Masalah gaji memang relatif, tergantung dari level pendidikan, tempat bekerja dan jabatannya, saya kebetulan suami isteri berawal dari sarjana kesehatan masyarakat dan terus melanjutkan pendidikan dalam bidang kesehatan masyarakat, suami ahli K3 (MK3) sedangkan saya Doktor bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, suami alhamdulillah dari mulai S1 sd S2 bekerja di perusahaan swasta asing ( Oil and Gas) alhamdulillah walaupun dulu masih S1 standar Salary sudah sangat bagus namun harus ditunjang dengan sertifikat ahli K3 yang lumayan banyak (Ahli K3 umum, ISO, OHSAS dll) sedangkan kalo saya karena bekerja di sektor formal (pendidikan) relatif gradual jadi waktu S1 masih sangat kecil berbeda jauh dengan suami, namun setelah S2 dan S3, karena memegang jabatan struktura relatif cukup signifikan peningkatannya, karena ada kompetensi keilmuan juga yang dikembangkan, Jadi buat ade2 jangan khawatir tentang gaji, karena “gaji” itu “hadiah ” dari Allah SWT, tetaplah berkarya, bermanfaat buat sesama, dengan tulus ikhlas dan kerja dengan sepenuh hati insya Allah rejeki mengikuti… Semangat terus buat komunitas Kesmas semua ” Salam Masyarakat Sehat”

    1. Terimakasih Ibu Tri sudah berkenan mampir ke Kesmas-ID dan juga berbagi cerita, semoga dapat menjadi motivasi bagi SKM-SKM muda. 🙂

    1. klo dilihat dari prospek pekerjaan..konsentrasi Manajemen RS tentu harapnnya kedepan bisa bekerja di RS. kita lihat dulu tipe RS, dan jenis RS nya, Pemerintah atau Swasta, lihat juga berapa UMR atau UMP nya disana. Kalau di tanya soal gaji rendah atau tinggi relatif ya, klo sudah jadi Manajer RS atau katakan sudah punya posisi, tentu tidak bisa juga kita sebut gajinya rendah bukan? Berapa gaji yang layak untuk kita? sebaiknya kita juga mempersiapkan diri dari sekarang, agar kita benar2 mampu dan pantas untuk mendapatkan nilai yg lebih dibandingkan orang lain.

  10. Saya SKM peminatan kesling bekerja sbg tenaga kontrak BOK promosi kesehatan di puskesmas, untuk gaji sesuai UMR ditambah dengan jasa pelayanan. Besaran gaji yg didapat = gaji cleaning service, admin loket yg hanya lulusan SMA. Ya begitulah hanya bisa “nrimo ing pandum”.
    Kalau menurut teman2 yg mungkin bekerja dg posisi sama yaitu Kontrak BOK, bagaimana prospek pekerjaan ini ke depan ?

    1. Kakak dari PKM mana? Jawaban ini saya ambil contoh kasus di Kab Indramayu…
      1. Dinkes Indramayu memberikan kuota 1 PKM = 1 promotor
      2. Poin SKM = 80
      3. Poin SMA = 25
      terlihat jelas selisihnya, besar mana?
      4. Ini yg paling penting, tenaga promotor langsung masuk absensi utama, bareng PNS & PTT pusat/propinsi & honor daerah SK Bupati (bukan kadis)
      5. Jasa pelayanan hanya untuk pegawai puskesmas, pegawai dinas kesehatan tidak ada

      Secara umum (Cianjur, Kuningan, Kota Cirebon dan Indramayu yg sy ketahui) memang masih terjadi beberapa kasus “pendzoliman” Kapus terhadap tenaga kontrak promkes di Puskesmas

      “Pendzoliman” tenaga kontrak BOK Promkes dimaksud meliputi:
      1. Penerimaan Hak Honor yang tidak sesuai dengan MoU yg ditt
      2. Penerimaan Jaspel yang tidak berdasarkan point tsb tapi alakadarnya
      3. Overlapping pekerjaan (Supir ambulan, backup bendahara, pengelola pengadaan barang dan jasa, kasir, penjaga Puskesmas, pemotong rumput dll)
      4. Waktu tempuh yang jauh sampai 2 jam perjalanan
      5. Suasana kerja yg tidak kondusif
      6. dll

      Meski masih ada kendala beberapa masalah tersebut, semoga kita diberi pemahaman yang baik dan senantiasa berkomitmen terhadap pelayanan promkes di wilayah kerja kita masing-masing.

      Menurut kami, prospek tenaga kontrak promotor di Puskesmas masih terbuka lebar. Namun kembali lagi kepada individu masing-masing bagaimana menilai ini semua.

    2. salam,
      saya SKM dg peminatan Manajemen Informasi Kesehatan, ini tahun kedua saya bekerja di puskesmas. saya juga sebagai pengelola promkes di Puskesmas dg kontrak promkes BOK.
      untuk gaji saya menerima sesuai dg tingkat pendidikan. yang saya dapatkan Rp. 9xxxxx per hari.
      tentunya berbeda dg admin ataupun penjaga malam.
      yang saya sesalkan adl pencairan BOK tidak tiap bulan, maka utk gaji saya pun tidak tiap bulan juga. bisa 3 bulan sekali bahkan 5 bulan sekali. dan jumlah gaji juga disamakan antara puskesmas perkotaan, desa terpencil dan desa sangat terpencil.

  11. Assalamualaikum ka, mau tanya saya masih calon SKM ka, kira kira kalau ambil kespro atau gizi itu kerjanya dimna ka dan sebagai apa biasanya.. Saya masih semester 1 kaka kaka jadi masih butuh bamget saran nya..
    Mohon dihawab ya ka

  12. Syalom Salam Sejahtera Buat Kita Semua saya Adalah S.KM Peminatan Gizi Alumni dr Universitas Cenderawasih,Jayapura Papua pekerjaan Saya adalah Seorang Registrar (Registrasi Kanker) dengan Gaji 3 Jt/Bulan.Walaupun Basic saya adalah Dunia Gizi tapi ternyata Berbanding terbalik dalam dunia pekerjaan, saya diharuskan bisa membaca Hasil PA (Pemeriksaan Histopatologi) pada pasien dengan Carcinoma harus bisa paham Berapa Stadium dan Grade seorang Pasien kanker tidak hanya itu saya juga harus membuat Data Kanker di Rumah Sakit saya bekerja jadi menurut saya S.KM itu profesi Multi talent akhirnya saya juga harus meluangkan waktu mempelajari ilmu Keperwatan dan Medical Treatment so jangan Putus Asa dengan S.KM karna S.KM sangatlah Mulia tugasnya.

    1. Terimakasih kak sudah berkenan sharing pengalaman kakak disana. Semoga menjadi inspirasi kawan2 kesmas di daerah lainnya. Salam MIRACLE!

  13. Saya rasa lulusan Kesmas sudah banyak menyebar di brrbagai bidang pekerjaan dan tidak bisa menentukan ideal gajinya sprti apa krn prrbedaan tanggung jawab. Saya pribadi pns pusat dg gaji dan tunjangan lain2 anggap sktr 7jtan itu masih belum dg dinas luar adanya uang harian dan uang saku. Dan saya rasa SKM sudah diakui byak pejabat Eselon II atau III yang notabene lulusan SKM. Terprnting sbnarnya bgmn lulusan SKM dg sistem pendidikan skrng dg kompetensinya bisa terserap di dunia kerja. Jalur keprofesian seharusnya ada, bkn lagi generalis tpi spesialis. Krn dunia kerja membutuhkan keahlihan apa yg bisa kmu kerjakan bkn sebatas selembar ijazah yg berbaris nilai A. Terima kasih

  14. Saya lulusan S1 KESMAS dari peminatan biostatistika dan kependudukan, mau tanya kira2 kalo nanti dirumah sakit kerjanya di bagian apa ya?
    Mohon pencerahan. Terima kasih.

  15. Saya SKM petugas PKM.. Masaalah gaji tergantung Dari penghasilan Daerah masing2,klau banyak hasil daerahnya maka tunjangannya banyak juga.

  16. tdk perlu membedakan gaji antara SKM dgn profesi lainya. Saya yakin seiring ilmu anda bertambah dan kemauan anda kuat maka gaji akan mengikut dan rejeki sudah pasti takkan pernah tertukar. Kalo pilih males-malesan, tentu perusahaan atau siapapun akan ikutan males merekrtu anda.
    Kadang hal sepele seperti ini kurang begitu diperhatikan padahal jika anda punya tekad pasti ada jalan.
    Itu.

  17. Mohon izin bertanya
    Sedikit melenceng. Menurut para senior tentang uji kopetensi SKM apakah itu diwajibkan dan benar adanya. Mohon solusi

  18. Kalo di Puskesmas BLUD, kapitasi utk SKM sbg promotor kesehatan kalah dibanding SE, sbg tenaga Akuntan…….
    Perlu permikiran serius gagasan “profesi” SKM

  19. Mohon izin bertanya dan bercerita pengalaman saya.
    Saya adalah mahasiswa kesmas thn 1,setelah membaca artikel ini saya menjadi ragu melanjutkan kesmas ini karena kesmas belum memiliki keahlian profesi
    Dilain sisi masyarakat sering meremehkan tenaga kesmas yg hanya bisa preventif dan promotif saja.
    Bulan lalu saya dan teman2 saya mencoba turun ke lapangan melakukan promosi bidang kesehatan tetapi disini kita tak di angap d tengah2 masyarakat, karena mereka meremehkan kami dan lebih mengutamakan dokter
    Mereka lebih mendengarkan dokter
    Mereka berkata : kedokteran itu tugasnya mencakup semuanya termasuk tugas anak kesmas ..nah buat apa lo disini kata mereka .
    Gue sebel …
    Jdi kenapa harus ada kesmas d masyarakat ???
    Apa kelebihan kesmas dri dokter …toh sama saja kerjanya …dan mereka bisa melakukan segalanya tentang kesehatan.
    Buat kakak2 dan teman2 … tolong di beri pencerahan agar saya termotivasi untuk lanjut kuliah kesmas

    Dan disini saya mau bertanya
    Jika nantinya saya ambil peminatan kespro, apakah bisa saya lanjut S2 bila ambil Epidemologi ??

    1. Peminatan Kespro, bisa tidak lanjut S2 Epid? Jawabnya bisa, karena Kespro, K3, AKK, dll hanya peminatan, bukan spesialis seperti pada Dokter, Perawat. Kesmas bisa apa dibanding Dokter? Dokter, secara fungsional lebih ke Kuratif, pendekatannya per individu. Jika kasus di satu wilayah mengalami peningkatan, tentu Kesmas yg memiliki ilmu untuk melakukan survey, penelitian, dll, kawan2 Epid disini menjadi ujung tombak. Bagaimana cara agar bisa termotivasi? Ada banyak kisah inspiratif dari pengalaman rekan2 kesmas di daerah. Darisana bisa dilihat peran yang kesmas jalankan. Bentuk promosi kesehatan juga luas, tidak melulu penyuluhan. Pemanfaatan media sosial, teknologi, juga menjadi tantangan tersendiri untuk tenaga kesmas. Kuncinya, jangan mau jadi mahasiswa kesmas yg biasa-biasa saja, upgrade skill pengetahuan kesmas kita melalui organisasi yang relevan dengan keilmuan, rajin2 ikut kegiatan relawan kesehatan, karena PR untuk menyehatkan masyarakat tidak bisa hanya di handle oleh satu profesi (dokter) saja. Semoga bermanfaat.

  20. aku mau nanya nih …gimana sih FKM ini saya bingung nantinya kerja dimana dan apa yg dilakukag tlg bantu saya krena saya ingin medaftar dijurusan itu tolong…………………

    1. Lulusan dari FKM ini, bisa kerja di Puskesmas, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Layanan Kesehatan, Perusahaan2, Swasta, sesuai dengan peminatan keilmuan yang nanti dipelajari.

      1. Salam kesmas kk aku juga jurusan kesmas aku masih maba kesmas di fakultas kesehatan medistra lubuk pakam kk,, aku bingung kk sebenar nya peminatan apa sih kk yang banyak peluang kerjanya dan emang bagus gitu kk,, mohon beri saran ya kk,, 🙏🙏

        1. Hallo Kak Lusi..peminatan yang dibuka tentunya merupakan respon/jawaban kebutuhan pasar di daerah ya. Kalau di kampus kaka sendiri peminatan apa yg ada? K3 dan Promkes mungkin peminatan yang umum, paling mudah kita cari lokernya.

    1. S1 SKM lanjut S2 Psikologi bisa kak.. ada rekan yang juga seperti itu kasusnya. Ada info di Atma jaya Jakarta ada S2 Magister Sains Psikologi Sosial Kesehatan. Semoga membantu.

  21. saya mahasiswi s1 kesmas, peminatan AKK. sedikit memberikan pengalaman saya. awalnya saya sangat bingung dengan jurusan kesmas karena profesi yang masih abu-abu, kemudian ada seorang lulusan kesmas yang nyatanya malah kerja dibank, saya bingung bukankah seorang kesmas harus bekerja di perusahaan dan institusi kesehatan? setelah menjalani proses pembelajaran saya baru mengerti kenapa Skm bisa bekerja di bank. intinya kesmas memiliki cakupan yang sangat luas. pelajaran yang dipelajari pun tidak terfikus pada satu hal tapi mencangkup segala hal. untuk itu saya mulai melihat secercah harapan ketika saya lulus kelak, meskipun bergaji kecil setidaknya saya bisa berguna bagi orang lain, terlebih orang lain, setidaknya setelah lulus menjadi skm saya bisa menjaga pola hidup sehat untuk diri saya dan keluarga sendiri.

  22. Assalamualaikum kak.. Sy mau tanya. Sekilas tadi sy baca katanya sih yaa SMK itu ada yang sampe menempuh pendidikan selama 7 tahun kak. Nahh sy mau tanya pendidikan apa yang harus ditempuh lagi sampe memakan waktu 7 tahun?

  23. Asalamulaikum kk saya mau tanya untuk jurusan S1 SKM apakah di wajib kan untuk mengikuti uji kom sedangkan kta sendiri sebagai jurusan S1 SKM masih blm ada ke profersiannya mohon sedikit pencerahannya kk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *