Bunuh Diri tidak Mendiskriminasi! Saatnya Kenali Gejala dan Peduli Sesama!

Karena stigma dan kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan jiwa dan bunuh diri, kita jarang mengangkat topik mengenai bunuh diri ini dalam pembicaraan yang konstruktif. Akibatnya, kita seringkali meluputkan tanda peringatan bunuh diri dan lupa menanyakan apakah orang di sekitar kita dalam kondisi yang baik-baik saja.

Into The Light Indonesia

Komunitas orang muda untuk kajian, advokasi dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa

Latest posts by Into The Light Indonesia (see all)

Kabar kematian KS merupakan momen untuk kita dapat berefleksi bahwa bunuh diri tidak mendiskriminasi. Bunuh diri dapat terjadi kepada siapapun, selama faktor risikonya terpenuhi.

Lalu sebabnya apa? Faktor risikonya apa?

Tidak tau, hanya pihak yang lakukan otopsi psikologis yang dapat mengetahui hal ini dengan tingkat akurasi yang juga terbatas. Perlu diingat bahwa bunuh diri sangat kompleks dan multifaktor dari biologis, psikologis sampai sosial. Kita tak pernah tau apa yang terjadi dalam naik-turunnya hidup seseorang, bahkan ketika dia terlihat sukses dan selalu senang sekalipun.

BACA JUGA:  Sosialisasi dan Road Map Program PTM, Bengkalis Dua Kali Raih Penghargaan

Dikarenakan stigma dan kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan jiwa dan bunuh diri, kita jarang mengangkat topik mengenai bunuh diri ini dalam pembicaraan yang konstruktif. Akibatnya, kita seringkali meluputkan tanda peringatan bunuh diri dan lupa menanyakan apakah orang di sekitar kita dalam kondisi yang baik-baik saja.

Alangkah baiknya, pemberitaan bunuh diri ini terlepas dilakukan oleh siapapun dapat meningkatkan kepekaan dan inisiatif kita. Bahwa satu kematian bunuh diri adalah tragedi, maka kita tak menginginkannya lagi.

Oleh karena itu, mari kita alihkan fokus dari gosip dan asumsi ke berita dan mulai terbuka untuk memperhatikan dan mendengarkan sesama kita, rekan dan keluarga yang nyata hadirnya di depan mata kita. Tanyakan kondisi mereka, sembari menyebarkan pesan bahwa mereka hanya ada satu dan spesial di dunia, bunuh diri dapat dicegah, pemulihan dapat terjadi, selalu ada harapan untuk mereka setidaknya bertahan jika kita mau mencari bantuan dan mendengarkan.

BACA JUGA:  Dinkes Kota Medan Adakan Pembinaan Tim Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat Bagi Petugas Puskesmas

Untuk mengenali tanda peringatan bunuh diri pada rekan anda, silakan cek ini : https://www.facebook.com/IntoTheLightID/photos/a.358436897623311.1073741829.348950605238607/601955576604774/?type=3

Silakan baca ini jika anda khawatir rekan anda memiliki kecenderungan bunuh diri : https://www.intothelightid.org/apa-yang-harus-dilakukan-jika-rekan-anda-memiliki-kecenderungan-bunuh-diri/

Jika anda membutuhkan bantuan profesional kesehatan jiwa, silakan baca ini sebelum ke psikiater :
https://www.alodokter.com/sebelum-memilih-psikiater-baca-dulu-panduannya-di-sini

Akses untuk pelayanan kesehatan jiwa dengan BPJS Kesehatan :
https://tirto.id/mengatasi-problem-kesehatan-mental-dengan-bpjs-ck32

Sending you love and light!

Benny Prawira Siauw,
Kepala Koordinator Into The Light Indonesia
Komunitas orang muda untuk kajian, advokasi dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa

Credit Foto: o.aolcdn.com

Sharing is caring!

(Visited 439 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *