Campak dan Rubella Harus Diwaspadai
Penyakit campak dan rubella menjadi masalah kesehatan yang patut diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian. Cegah penyakit ini dengan imunisasi.

Penyakit campak dan rubella menjadi masalah kesehatan yang patut diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian. Kedua penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Ahmad Setiawan mengatakan, Indonesia masuk dalam 10 negara dengan kasus campak tertinggi di dunia. Penyakit ini mudah menular dan dapat menyebabkan kematian jika disertai komplikasi.

”Campak juga berpotensi menjadi wabah jika cakupan imunisasi rendah,” katanya, saat sosialisasi kampanye imunisasi campak dan rubella, Rabu (17/5). Selain campak, lanjut Ahmad, ancaman penyakit rubella juga patut diwaspadai. Penyakit akut dan ringan ini sering menginfeksi anak serta dewasa. Apabila menyerang ibu hamil, rubella dapat menyebabkan keguguran dan kematian janin.

BACA JUGA:  Ini Alasannya Vaksin Campak Diberikan Sampai 3 Kali

”Berkaitan dengan ini, Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada 2020,” jelasnya. Dikatakan, upaya yang dilakukan antara lain melalui penguatan imunisasi rutin untuk mencapai cakupan imunisasi campak di atas 95 persen merata di semua tingkatan. Strategi lain yang ditempuh yakni dengan memberikan imunisasi ganda vaksin campak dan rubella saat imunisasi rutin dan tambahan.

Menurutnya, imunisasi ganda merupakan program nasional akan dilaksanakan serentak Agustus – September 2017 untuk sasaran seluruh Pulau Jawa. Sedangkan 2018, untuk di luar pula Jawa. Sasaran imunisasi ini adalah semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. ”Untuk Kabupaten Banjarnegara, program ini akan menyasar 191.786 target kampanye imunisasi,” katanya.

Sosialisasi

Kasie Surveilans dan Imunisasi pada Dinkes Banjarnegara, Agus menambahkan kegiatan sosialisasi dihadiri 80 peserta terdiri dari 20 lintas sektoral, 20 camat, 35 kepala puskesmas 35 orang, dan 5orang dari Dinkes.

Sosialisasi dilakukan agar peserta memahami dan mampu menjelaskan rencana pelaksanaan pogram Kampanye Campak Rubella (MR). ”Harapan kami, semua pihak terkait memahami capaian kinerja yang ingin diraih dari program imunisasi MR dan peran masing-masing sektor agar hasilnya optimal,” tandasnya.

BACA JUGA:  Kalsel KLB Campak, Diyakini karena Banyak yang Menolak Imunisasi

Staf Ahli Bupati Bambang Siswanto pada kesempatan tersebut mengungkapkan, suatu program akan berhasil jika pengelola program harus memerhatikan berbagai aspek meliputi sosial, kultural, demografi, hukum, dan aspek sosio-ekonomi. Apalagi kegiatan ini melibatkan berbagai sektor sehingga harus dihilangkan ego sektoral.

Sumber suaramerdeka.com

(Visited 292 times, 1 visits today)

Sharing is caring!