Cara Agar Postingan di Medsos Promkes Viral dan Efektif
Sabtu, 3 Agustus 2019, mahasiswa Prodi Kesmas Dharma Husada Bandung mengikuti kuliah umum, dengan narasumber Founder Kesmas-ID. Yuk intip keseruannya!
Spread the love

Gina Mardiatul Karimah

Mahasiswi Kesehatan Masyarakat
STIKes Dharma Husada Bandung

Latest posts by Gina Mardiatul Karimah (see all)

Assalamualaikum, salam semangat untuk kita semua. Pada kesempatan kali ini saya Gina Mardiatul Karimah sebagai Mahasiswi Kesehatan Masyarakat peminatan Promosi Kesehatan Non Reguler ingin berbagi pengalaman kegiatan kuliah Pengembangan Media Promkes bersama Kang Niwa, Founder Kesmas.ID. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu,03 Agustus 2019 pada pukul 13.00-15.30 WIB di STIKes Dharma Husada Bandung Gedung B.

Dengan topik Optimalisasi Media Sosial sebagai Media Promkes, “Kang Niwa” sebutan akrab bagi kami, menjelaskan kek mana sih agar postingan promosi kesehatan kita itu viral, banyak yang membaca dan membagikannya karena menarik perhatian, serta efektif, tepat sasaran, tepat guna dan dapat diaplikasikan.

Perkuliahan seru ini diikuti oleh Mahasiswa/i semester 6 yang terdiri dari beberapa peminatan yakni Promosi Kesehatan, Epidemiologi, Manajemen Pelayanan Kesehatan serta Kesehatan Lingkungan.

Ejeb Ruhyat, S.KM., M.KM

Dosen Pengembangan Media Promkes kami, Bapak Ejeb Ruhyat, S.KM., M.KM, beliau sangat baik sekali mau mendatangkan Kang Niwa yang merupakan praktisi media dan ahli dalam pengembangan media sosial khususnya media promosi kesehatan.

Kang Niwa menjelaskan bahwa seorang promotor kesehatan itu prinsipnya harus pandai untuk membuat sebuah media promosi kesehatan yang menarik, mengenal konsumen serta mampu membaca data pada media sosial.

Ketiga prinsip ini saling keterkaitan karena ketika kita membuat media, maka kita harus bertaruh mendapatkan kesan menarik pada 3 detik pertama. Jika tidak berhasil, tentu saja pesan yang ingin kita sampaikan tidak akan dibaca/ tersampaikan.

Kuliah Umum Prodi Kesmas DHB Bersama Kesmas-ID 2019

Cara agar menarik perhatian adalah berinovasi, dan inovasi bisa didapat ketika kita mendapatkan inspirasi. Gunakanlah prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) serta usahakan gambar serta warna latar belakang media itu mendukung terhadap isi bacaan.

Kemudian kita harus mengetahui siapakah yang akan kita bidik atau sasaran promkes karena berhubungan dengan media yang akan digunakan. Dalam hal ini Kang Niwa menjelaskan peruntukan media sosial seperti Facebook saat ini cocoknya untuk membidik segmen “emak-emak”, dan penggunaan media Instagram cocok untuk pesan kesehatan ke kaum millenial. Serta pemanfaatan website gratis seperti Blogspot.com juga penting agar penyimpanan data tidak hilang dan menjadi induk informasi untuk dibagikan ke beberapa media sosial.

Pelatihan Bikin Blog Kesmas DHB

Dalam hal ini orang yang akan kita bidik diibaratkan seorang “konsumen” atau bisa diartikan sebagai user (pengguna) dan juga sebagai visitor (pengunjung), maka dari itu agar media promkes efektif kita harus mengenal 5 lingkar konsumen berikut ini:

1. Pasar
2. Pasar potensial
3. Prospek
4. Konsumen
5. Pelanggan

Setelah kita selesai membuat media yang menarik dan tahu siapa sasarannya maka ada baiknya kita posting di website contohnya seperti Blogspot. Kemudian setelah itu baru dibagikan di Facebook (Fanpage, Grup dan Akun Personal) serta Instagram.  Ingatlah bahwasanya gaya daripada isi informasi tidak boleh disamaratakan karena seperti kita ketahui sasaran Facebook adalah kebanyakan kaum emak-emak dan IG adalah kaum millenial maka dari itu gunakanlah gaya konten yang sesuai dengan sasaran yang dituju.

Optimasi Sosmed untuk Promkes

Kemudian ketika kita memposting informasi tersebut maka kita harus pandai membaca data. Ketika di Facebook misalnya jumlah like, berapa banyak yang komentar dan berapa banyak yang membagikan. Jika perlu, postingan terbaik atau campaign tertentu disematkan agar berada paling atas.

Instagram menjadi primadona kaum millenial maka dari itu agar viral maka follow akun yang memiliki followers diatas 10.000 dengan harapan di-Follback pemilik serta Followers-nya. Pada website sendiri seperti Blogspot kita bisa membaca data statistik berapa banyak orang yang berkunjung dan membagikan postingan kita

Kemudian semua konten akan menjadi viral jika menarik dan dibutuhkan oleh user serta kita juga harus memperhitungkan waktu online pengunjung. Biasanya waktu online pengunjung adalah sebelum tidur, bangun tidur, waktu istirahat kerja, sedang kumpul bersama, pulang kerja dan weekend. Hampir setiap waktu bukan? Maka mengenali perilaku audience pengikut kita juga menjadi penting.

Kang Niwa Founder Kesmas-ID, Stikes DHB 2019

Alhamdulillah ilmu yang Kang Niwa kasih lumayan nempel dan udah aku share semua lewat tulisan ini. Kegiatan ini sangat seru karena selain teori, kita juga melakukan praktek membuat membuat Blogspot (klik disini kalau mau lihat tulisan aslinya). Dengan metode pembelajaran yang interaktif ceramah tanya jawab membuat peserta antusias untuk belajar walaupun koneksi internet kurang baik didalam ruangan yang ajaib ini.

Kegiatan ini sangat bermanfaat dimana kita menjadi paham bagaimana sebuah media sosial bisa lebih efektif dalam penggunaannya di era industri 4.0 khususnya sangat berguna jika disemua layanan kesehatan seperti Puskesmas dan instansi lainnya terdapat media sosial yang dikelola efektif oleh promotor kesehatan dimana semua kegiatan dan informasi kesehatan menjadi viral guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

kuliah umum pemanfaatan medsos untuk promkes Stikes DHB 2019

Akhir kata terimakasih atas semua pihak dan bagi para pembaca, semoga bermanfaat yah, Kalian boleh SHARE kalau tulisan ini bermanfaat, dan boleh komentar kalau kalian suka sama tulisan ini.

Wassalamualaikum Wr.Wb
Promkes DHB Juara!!!

Sharing is caring!

(Visited 430 times, 1 visits today)