Peringati Hari Kanker, PAMI Lampung Lakukan Aksi Donor Darah di PKOR Way Halim

PAMI Lampung bekerja sama dengan PMI melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka memperingati hari kanker 4 Februari 2018, dilaksanakan pada Minggu 11/02/2018 mulai jam 06.00-10.00 wib  di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

PAMI Lampung bekerja sama dengan PMI melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka memperingati hari kanker 4 Februari 2018, dilaksanakan pada Minggu 11/02/2018 mulai jam 06.00-10.00 wib  di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

Dalam kegiatan donor darah kali ini, sekitar 40 orang turut berpartisipasi mendonorkan darahnya di stand kami.

Donor Darah Dalam Rangka hari Kanker di Lampung 11 Februari 2018

Dengan melakukan donor darah, kita memberikan sedikit darah dari dalam tubuh agar dapat dimanfaatkan guna membantu orang lain. Sekitar 480 ml darah diambil dari dalam tubuh ketika kita melakukan donor darah. Setelah diperiksa dan diuji keamanan serta kelaikannnya, darah tersebut kemudian akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini semoga jumlah pendonor baik masyarakat atau komunitas bisa bertambah, sehingga bisa lebih banyak membantu mereka yang membutuhkan.“ ungkap Rika Risdiyanti, Ketua Pelaksana.

Donor Darah PAMI Lampung

PAMI Lampung Kumpulkan Petisi Menolak RUU Pertembakauan

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com – Sebenarnya, draft Perda KTR di Provinsi Lampung sudah digulirkan sejak periode Pemerintahan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Tapi hingga berganti pemerintahan, beleid pengendalian tembakau tak kunjung disahkan.

***

Terkait surat pengantar Raperda KTR, Gubernur Lampung Ridho Ficardo sempat berseloroh dan enggan menandatangani pengantar tersebut.

“Beliau bilang sama saya, Pak Karo ini mau melarang saya merokok ya? Saya bilang bukan begitu Pak Gub, tapi ini tuntutan UU tentang Kesehatan,” cerita Kepala Biro Hukum Provinsi Lampung Zulfikar.

Zul sendiri mengaku sulit meyakinkan Gubernur untuk mau menandatangani usulan Raperda KTR yang diajukan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. “Saya minta tolong Bu Raikhana untuk meyakinkan gubernur dan setelah itu beliau mau teken pengantar itu,” tambahnya.

Tapi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Raikhana enggan memberi keterangan apapun terkait cerita di balik perubahan sikap Gubernur sampai mau meneken surat pengantar pembahasan Rancangan Perda Kawasan Tanpa Tembakau.

Namun sumber lain mengatakan, Gubernur Lampung Ridho Ficardo akhirnya mau menandatangani pengantar pembahasan Raperda KTR karena Raikhana bisa menyakinkan keuntungan dari pembahasan perda. Kejelasan soal pajak rokok.

Sedang tanpa Perda KTR pun, industri rokok tetap menyalurkan pajak rokoknya lewat Dinas Pendapatan Daerah yang besarannya ditentukan sesuai dengan jumlah penduduk di provinsi tersebut.

Data Dinas Pendapatan Daerah menyebutkan, Provinsi Lampung mendapatkan pajak rokok sebesar Rp 455 miliar pada 2016. Sedang untuk tahun ini, Pemprov menargetkan akan menerima sebesar Rp 710 miliar.

Dana tersebut idealnya disalurkan untuk kesehatan dan penegakan perda. “Penjelasan yang salah itu rupanya berdampak Raperda KTR bisa segera dibahas di Lampung ini,” imbuhnya.

Ridho Ficardo sendiri saat dikonfirmasi mengaku tidak keberatan jika Perda KTR diterapkan oleh pemerintahannya. Namun kapan Perda akan disahkan, dia tidak terlalu antusias menjawabnya. Untuk itu, dia menyerahkan semua pembahasan tersebut pada DPRD.

“Belum tahu, lah itukan disahkannya di DPRD. Nantikan tergantung prosesnya, gak masalah dengan perda itu yang pentingkan penataannya. Ada yang lain?” jawab Ridho Ficardo yang menjawab pertanyaan itu sambil memegang batang rokok seusai acara halal bi halal di Pelataran Kantor Gubernur Lampung pada Selasa (4/7/2017)

Seusai menjawab pertanyaan itu Ridho langsung memberikan batang rokok di jemarinya itu kepada stafnya yang ada di belakangnya.

Sementara itu, Praktisi Kebijakan Publik dari Universitas Lampung Dedi Hermawan menyayangkan sikap pemerintah daerah yang cenderung acuh dengan proses kelahiran Perda KTR di Lampung. Semestinya sebagai pengusul rancangan aturan, Pemprov harusnya lebih aktif mendorong pengesahan Rancangan Perda KTR di Lampung.

“Gubernur gak boleh lepas tangan, kalau gubernur tidak tahu berarti ada keterputusan antara kepala derah dengan leading sector-nya harus dievaluasi jangan sampe terjadi lagi,” tegurnya

Sumber : kompas.com

PAMI NTT Adakan Seminar Sehari dan Pelantikan Anggota Baru

PAMI NTT kembali mengadakan seminar sehari. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu di Aula Kwarda pramuka, Penfui, Kota Kupang (3/5/2017).

Pergerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI) NTT kembali mengadakan seminar sehari. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu di Aula Kwarda pramuka, Penfui, Kota Kupang (3/5/2017).

Seminari ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi sampai pada tingkat birokrasi. Panitia pelaksana turut mengundang ketua komisi V DPRD provinsi, Jimmy W.B Sianto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr Kornelis Kodi Mete dan Ketua Pengda IAKMI NTT, dr Hyron A. Fernandez, sebagai pemateri dalam seminar ini. Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WITA.

Kegiatan ini diawali dengan pengukuhan dan pelantikan anggota baru PAMI NTT. Anggota baru yang dilantik yakni berjumlah 61 orang dan terdiri atas mahasiswa FKM Undana semester 2, 4, dan 6.

Ketua Pengda IAKMI NTT, dr Hyron A Fernandez mengatakan, anggota PAMI NTT adalah nafas kehidupan organisasi IAKMI NTT. Jadi, sekarang IAKMI NTT mendapat suplai nafas baru untuk PAMI dan IAKMI NTT.

Dalam seminar kali ini, PAMI NTT mengusung tema “NTT Masih Butuh Tenaga Kesehatan Masyarakat”.

Erwin dalam sambutannya sebagai ketua PAMI NTT menjelaskan, beredarnya surat tersebut menutup kesempatan bagi sarjana kesehatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, padahal dilapangan NTT masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan.

Masalah kesehatan di NTT menjadi problematika serius dan butuh penanganan segara dari pihak-pihak terkait.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Jimmy W.B Sianto menyatakan, NTT masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTT.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr Kornelis Kodi Mete yang juga memberikan materi menyampaikan apresiasinya kepada upaya dari tenaga kesehatan masyarakat. Kornelis menambahkan, banyak masalah kesehatan yang ada di NTT seperti ISPA, malaria, rabies. Untuk itu, butuh lebih banyak orang untuk mengatasi masalah ini, salah satunya tenaga kesehatan masyarakat.

Diakhir acara juga disi dengan foto bersama antara anggota baru dengan badan pengurus PAMI NTT dan pengurus IAKMI NTT. PAMI NTT bertekad untuk selalu berupaya meningkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif dan preventif. Harapannya, sebagai anggota muda kita dapat mengatasi masalah kesehatan yang berada di hulu, bukan di hilir. Salam Sehat, Semangat Muda!

Sumber kupang.tribunnews.com