Tahukah Kamu, Bahwa Teh Mengandung Zat yang Mengurangi Kolestrol?

Orang yang mengkonsumsi teh rata-2 memiliki kadar kolesterol 7,2 mg/dL lebih rendah dari yang tidak, dan kadar LDL atau kolesterol jahat menurun 2,2 mg/dL.

Tahukah kamu, bahwa teh mengandung zat yang mengurangi kolestrol? Ya, benar sekali teh dapat mengurangi kolesterol tinggi dan memiliki segudang zat-zat yang baik untuk kesehatan.

Untuk kebanyakan orang pasti lebih suka dan lebih sering untuk menikmati teh di  saat-saat tertentu, seperti saat sedang berkumpul dengan teman bahkan keluarga, justru minuman inilah yang menjadi salah satu sajian wajib sebagian besar orang.

Jika kamu salah satunya, mengkonsumsi teh secara rutin, justru tanpa disadari akan mengurangi kadar kolesterol jahat yang ada dalam tubuhmu. Jangan salah, kolesterol terdiri dari dua macam, yaitu kolesterol baik yang bernama HDL dan kolesterol jahat LDL.

Menurut penelitian Xin-Xin Zheng dari Peking Union Medical College bersama rekannya menyatakan bahwa teh memang dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh kita. Memang dapat menurunkan kolesterol, tetapi dalam jumlah yang kecil.

Pada penelitian, orang yang mengkonsumsi teh rata rata memiliki kadar kolesterol 7,2 mg/dL lebih rendah dari kelompok pembandingnya, dan kadar LDL atau kolesterol jahat menurun 2,2 mg/dL. Efek penurunan kolesterol tersebut disebabkan oleh zat yang terkandung di dalam teh yakni catechins. Zat kimia ini membantu mengurangi penyerapan kolesterol di dalam usus.

Bagi kamu yang memiliki kolesterol tinggi, sangat tidak disarankan mengkonsumsi teh dahulu karena efek penurunannya kecil. Konsumsilah obat yang memang terbukti dapat menurunkan kolesterol tinggi mu secara signifikan. Mengkonsumsi teh secara berlebihan malah akan menyebabkan efek samping lain seperti kerusakan hati. Minumlah dalam kadar yang wajar.

Jika kamu ingin mendapatkan khasiat maksimal dari teh, sebaiknya teh tidak dicampur dengan pelengkap lainnya seperti gula ataupun susu lebih baik jika teh dibuat dengan cara yang bersih dan sehat.

Teh yang dicampur dengan gula manis khasiat dari zat-zat yang terkandung di dalamnya akan berkurang, jika dalam pembuatan minuman teh tidak dilakukan dengan cara yang bersih dan sehat maka hasilnya akan sia-sia. Nah sebaiknya biasakan minum teh tawar dan teh yang dibuat sendiri dengan cara yang bersih dan sehat.

Selain teh dapat menurunkan kolesterol meskipun dalam jumlah sedikit, teh memiliki khasiat yang lain seperti, dapat menurunkan berat badan, mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke, meningkatkan metabolisme tubuh, mencegah diabetes, dan meningkatkan kesehatan gigi.

Begitu banyak khasiat teh yang rupanya tidak semua orang ketahui. Penyakit memanglah tanpa henti datang untuk selalu menyerang tubuh, biasakanlah hidup sehat dan bersih agar sumber penyakit tidak dapat menyerang tubuh. Dengan melakukan hidup sehat dan bersih, sistem imun tubuh juga akan bekerja secara maksimal.

5 Cara Diet Tepat Untuk Pasien Kanker Serviks

Ahli gizi akan memantau status gizi dari awal hingga pengobatan selesai, membuat modifikasi yang diperlukan untuk meminimalisir efek samping dengan mempercepat proses penyembuhan.

Banyak pasien kanker yang mengalami gangguan pencernaan. Konsultasi dengan ahli gizi merupakan langkah yang tepat karena tak hanya untuk mengatasi gangguan sistem pencernaan tapi juga bisa dapat rekomendasi diet yang tepat selama pengobatan.

Ahli gizi akan memantau status gizi dari awal hingga pengobatan selesai, membuat modifikasi yang diperlukan untuk meminimalisir efek samping dengan mempercepat proses penyembuhan.

Termasuk bagi pasien kanker serviks, setidaknya perlu dipahami makanan apa saja yang disarankan untuk dikonsumsi guna memberi efek penyembuhan selain metode pengobatan yang dijalani, dikutip laman Healwithfood.

  1. Makanan dengan indeks glikemik rendah

Pola makan dengan tinggi karbohidrat dan indeks glikemik tinggi telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, termasuk kanker serviks. Makanan dengan indeks glikemik rendah merupakan dasar dari pola makan anti-kanker.

Indeks glikemik ini adalah ukuran kemampuan makanan terhadap kenaikan kadar gula dalam darah. Umumnya makanan dengan indeks glikemik rendah itu berupa makanan yang lambat dicerna seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah yang membuat kadar gula dalam darah lebih stabil.

  1. Hindari protein berlebih

Seorang peneliti kanker asal Skotlandia pada abad 20, John Beard mengusulkan bahwa pertahanan utama tubuh terhadap sel kanker adalah pancreatin. Senyawa ini pada dasarnya campuran enzim protein yang sudah dicerna.

Para ahli menyarankan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk bebas protein setidaknya 12 jam dalam sehari untuk memerangi sel kanker. Karenanya, hindari konsumsi protein berlebih agar tubuh mampu mengolah protein lebih efektif.

  1. Konsumsi makanan yang kaya I3C

Sayuran seperti brokoli, kubis, kembang kol dan kale disebut-sebut memiliki kemampuan untuk mencegah kanker, termasuk kanker serviks. Hal itu disebabkan oleh kandungan indole-3-carbinol (I3C) yang terbentuk ketika sayuran dicincang atau dikunyah. Perlu diketahui, I3C ini memiliki sifat detoksifikasi sama seperti antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

  1. Curcumin

Curcumin berupa fitokimia yang ada pada kunyit dan telah terbukti ampuh melawan semua jenis kanker. Para peneliti dari Institute of Cytology dan Pencegahan Oncology (ICPO) di New Delhi, India baru-baru ini menemukan fakta bahwa curcumin dapat melawan kanker serviks sekaligus melindungi tubuh dari Human Papilloma Virus (HPV) yang jadi penyebab utama kanker serviks dan rahum.

  1. Konsumsi makanan dengan asam ellagic

Untuk melawan kanker serviks, asam ellagic berperan penting. Bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa asam ellagic secara efektif bisa menghilangkan penyebab kanker serviks serta berfungsi sebagai detoks racun. Asam ellagic terdapat pada buah berry merah seperti raspberry dan kacang-kacangan seperti kenari dan pecan.

Efek Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan

Masalahnya, jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, makanan cepat saji bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, tidak hanya mie instan.

Makanan cepat saji atau  fast food yaitu makanan yang tersedia dalam waktu cepat dan siap disantap, misalkan fried chicken, hamburger atau pizza. Selain itu, pengolahan dan penyiapannya lebih mudah dan cepat, cocok bagi mereka yang selalu sibuk.

Salah satu contoh lain makanan cepat saji yang sangat familier di masyarakat kita yaitu mie instan. Mie instan dianggap dapat menggantikan nasi dalam kehidupan sehari-hari. Masalahnya, jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, makanan cepat saji bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, tidak hanya mie instan.

Mengkonsumsi makanan cepat saji tanpa diimbangi dengan olahraga dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti obesitas. Banyak masyarakat awam yang tidak peduli dengan kesehatan mereka dan lebih mementingkan kepraktisan.

Dampak lain dari makanan cepat saji yang kita ketahui yaitu kanker. Konsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang, dapat memicu pertumbuhan kanker dalam tubuh.

Stress juga merupakan efek lain dari makanan cepat saji. Beberapa jenis makanan cepat saji banyak mengandung lemak sehingga berat badan mudah sekali naik, dan tentunya ini dapat memicu stress bagi sebagian konsumen yang sangat perhatian dengan bentuk tubuh yang ideal.

Untuk itu, makanan cepat saji dapat diganti dengan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang sehingga tubuh dapat terjaga dan organ dalam tubuh tidak terancam.

8 Tips Diet Sehat di Usia 30-an yang Harus Kamu Tahu!

Rasanya penting untuk melakukan diet yang sesuai dengan usiamu saat ini. Berikut ini 8 tips diet yang bisa kamu ikuti jika kamu sudah berusia 30-an.

Sebagai manusia, kita tahu bahwa penuaan adalah bagian tak terelakkan dari kehidupan. Saat kita beranjak tua banyak hal berubah, seperti kebiasaan di luar, cara berfikir, termasuk kesehatan kita. Ketika kita muda, kita akan memiliki lebih banyak energi dan kelincahan pada umumnya. Kami melihat bahwa, saat kita beranjak tua, tingkat energi kita menurun, bahkan jika kita telah mengikuti rutinitas yang sehat.

Hal ini karena, setelah usia 25, sel-sel dalam tubuh kita mulai merosot, perlahan-lahan, dan proses ini degenerasi sel mempercepat setelah usia 35. Ketika sel-sel tubuh mulai merosot, tubuh kita mulai menunjukkan tanda-tanda, seperti keriput, garis-garis halus, menurunkan kekebalan, kelemahan, kelelahan, dan lain-lain, jadi, penting untuk menjaga kesehatan kita, dan mengeceknya, jika kita ingin tetap tanpa penyakit untuk waktu yang lama.

Rasanya penting untuk melakukan diet yang sesuai dengan usiamu saat ini. Berikut ini adalah beberapa tips diet yang bisa kamu ikuti jika kamu sudah berusia 30-an:

1. Kurangi Konsumsi kopi

Hindari terlalu banyak mengkonsumsi kopi, karena banyak orang di usia 30-an cenderung minum kopi lebih, untuk menjaga mereka energik di tempat kerja. Kopi dapat membuat proses degenerasi sel lebih cepat.

2. Konsumsi Pisang

Perempuan di usia 30-an sebaiknya mengkonsumsi lebih banyak pisang, karena disebabkan oleh adanya fluktuasi hormonal, PMS mereka dapat jadi lebih buruk, dan kandungan kalium dalam pisang dapat meringankan gejala PMS.

3. Konsumsi Sayuran Hijau

Mengkonsumsi banyak sayuran hijau seperti bayam, karena kandungan folat dalam bayam dapat meningkatkan jumlah darah untuk membuatmu lebih sehat.

4. Konsumsi susu

Ketika kamu berada di usia 30-an, tulang kamu mungkin cenderung menjadi lebih lemah. Menambah banyak makanan yang kaya kalsium untuk menu diet mu seperti, susu, yoghurt sangatlah penting dilakukan.

5. Konsumsi Jeruk

Mengkonsumsi buah jeruk secara teratur, karena buah jeruk mengandung vitamin C, yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuhmu.

6. Jangan Lupa Makan Malam

Hindari melewatkan makan, terutama ketika kamu berada di usia 30-an kamu, karena dapat menurunkan tingkat metabolisme tubuhmu dan juga meningkatkan kadar gula dalam darah.

7. Konsumsi Makanan Kaya Omega-3

Jangan lupa sertakan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 di dalam menu dietmu. Misalnya alpukat dan kelapa. karena mereka dapat mencegah generasi awal dari sel-sel otak.

8. Jangan Konsumsi Alkohol

Hindari minum terlalu banyak alkohol di usia 30-an. Karena di usia ini respon peradangan tubuh semakin tinggi dan alkohol dapat memperburuk hal itu.

Itulah tips yang harus kamu ketahui jika kamu akan melakukan diet di usia 30-an. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati, jadi nggak ada salahnya kalau kamu tahu tentang tips ini lebih dini.

SUMBER