Turunkan AKI dan AKB, Puskesmas Duren Rutin Laksanakan Kelas Ibu Hamil

Untuk mendukung upaya penuruan angka kematian ibu dan bayi, Puskesmas Duren melakukan kegiatan Kelas Ibu Hamil, dan sudah dilaksanakan sejak tahun 2014.

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak terutama pada kelompok yang paling rentan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) (Depkes RI, 2009).

Namun, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan RI dari tahun 2015-2017 jumlah kematian bayi mengalami penuruan dari 33.278 (2015), 32.007 (2016), 10.294 (semester I 2017). Begitu pula dengan jumlah kematian ibu mengalami penurunan dari 4999 (2015), 4912 (2016) dan 1712 (semester I 2017).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah angka kematian Ibu di tahun 2017 juga mengalami penurunan yang cukup signifikan 21% dari tahun 2016 109,65% dan tahun 2017 menjadi 88,58%. Melihat kondisi yang seperti ini semoga di tahun-tahun ke depannya kematian ibu dan bayi terus mengalami penurunan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan perlu kerja keras dari semua pihak tidak hanya bidang kesehatan tetapi bidang-bidang yang lain juga.

Untuk mendukung upaya penuruan angka kematian ibu dan bayi, salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas Duren adalah melalui kegiatan Kelas Ibu Hamil. Kegiatan ini adalah salah program rutin yang sudah dilaksanakan Puskesmas sejak tahun 2014.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan seluruh lintas program yang ada. Materi yang disampaikan juga tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan bayi tetapi juga pemberian informasi kesehatan lainnya yang tentunya dapat menambah wawasan dan informasi tidak hanya untuk si ibu tetapi juga seluruh keluarga seperti perilaku hidup bersih dan sehat, GERMAS, imunisasi, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan lingkungan dan beberapa informasi kesehatan lainnya. Selain melibatkan lintas program yang ada di Puskesmas, juga melibatkan lintas sektor yang ada (Kader Kesehatan dan beberapa perangkat desa).

Beberapa peserta kelas ibu hamil mengatakan bahwa kegiatan seperti ini banyak memberi manfaat karena dapat menambah ilmu tidak hanya tentang persiapan persalinan, kesehatan yang harus dijaga selama kehamilan dan setelah melahirkan, cara memandikan bayi, cara merawat bayi yang benar tetapi juga tahu informasi kesehatan terbaru selain tentang kehamilan, persalinan dan kesehatan bayi.

Tentu saja, dalam pelaksanaannya Puskesmas menemui beberapa kendala. Puskesmas tidak memungkiri karena setiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda. namun, berkat kerjasama dan komunikasi yang baik dari semua pihak kendala yang ditemukan bisa diatasi bersama.

Melalui kelas ibu hamil, Puskesmas juga berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja. yuh, perjalanan masih panjang demi kesehatan bersama. namun, Puskesmas harus selalu semangat memberi dan melayani.

Salam sehat untuk kita semua!

Sharing is caring!

(Visited 81 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *