Cegah Stigma dan Stop Diskriminasi Pasien Covid-19 Dalam Skema Akhir Pandemi
Peminatan Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta telah menyelenggarakan Webinar Nasional Kesehatan dengan tema “Cegah Stigma dan Stop Diskriminasi Pasien Covid-19 dalam Skema Akhir Pandemi”.

Jakarta, 4 Juli 2020 – Peminatan Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta telah menyelenggarakan Webinar Nasional Kesehatan dengan tema “Cegah Stigma dan Stop Diskriminasi Pasien Covid-19 dalam Skema Akhir Pandemi”. Acara ini dilaksanakan pada pukul 13.00-16.00 WIB  melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings dan menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya.

Keynote Speaker oleh Dr. dra. Rita Damayanti, MSPH selaku Ketua Perkumpulan Promotor & Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Pusat, dr. Zulvia Oktanida Syarif. Sp.KJ selaku Psikiater RSUD Tarakan Jakarta, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dan Advisor Sehatmental.id, dr. Tirta Mandira Hudhi selaku Relawan Covid-19 dan Influencer dan Ibu Nurfadhilah, SKM, MKM selaku moderator.

Webinar ini diikuti oleh Dekan FKM UMJ serta jajarannya, Dosen FKM UMJ, dan 256 peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banjarmasin, Bengkulu, Riau, Sulawesi Selatan hingga Papua.

Latar belakang Webinar Nasional ini mengusung tema tersebut berdasarkan kondisi yang ada saat ini dimana masih banyaknya masyarakat yang belum paham mengenai Covid-19 terlebih dengan isu-isu dan pemberitaan mengenai stigma dan dikriminasi terhadap para pasien Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini sehingga kami memberikan wadah kepada masyarakat untuk berdiskusi bersama mengenai strategi dalam mereduksi dan mencegah stigma dan diskriminasi terhadap para pasien Covid-19. Selanjutnya acara dipandu moderator yaitu Ibu Nurfadhilah, SKM, MKM.

Acara webinar dibuka dengan penyampaian sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Dr. Andriyani, M.Ag selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta dan sambutan yang kedua disampaikan oleh Fidiya Sukawuni Putri selaku Ketua Pelaksana.

Peran Organisasi Profesi PPPKMI dalam Menanggulangi Covid-19

Webinar ini diawali dengan pemaparan pertama oleh Keynote Speaker yaitu Dr. dra. Rita Damayanti, MSPH selaku Ketua Perkumpulan Promotor & Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat (PPPKMI) yang menyampaikan tentang “Peran Organisasi Profesi PPPKMI dalam Menanggulangi Covid-19”.

Beliau menyatakan bahwa pihak PPPKMI turut membantu puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat melalui pemberian dukungan terhadap Puskesmas untuk pemantauan ODP dan PDP, melakukan pelayanan dasar, menjangkau kelompok masyarakat untuk pencegahan Covid-19 dan terlibat dalam gugus Covid-19 salah satunya dengan mengumpulkan pendanaan melalui kegiatan kolaborasi dengan rangkai live untuk melakukan live streaming concert kemudian dana yang terkumpul akan disalurkan ke berbagai Puskesmas di daerah untuk membekali puskesmas dengan APD yang memadai.

PPPKMI juga membuat pemantauan mandiri melalui google forms sehingga teman-teman puskesmas tidak perlu mengunjungi masyarakat secara door to door tapi bisa melalui google form tersebut. Untuk membantu serta memberikan semangat kepada Puskesmas, PPPKMI turut mengadakan diskusi terbuka setiap hari sabtu jam 10:00–12.00 WIB dengan menghadirkan pembicara untuk saling sharing berbagi pengalaman dan memperkuat diri. Pelakasanaannya telah berjalan sebanyak 8 kali.

Dr. dra. Rita menambahkan bahwa tugas kita saat ini adalah membantu teman-teman tenaga medis untuk flatting the curve yakni dengan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker jika hendak keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir dan lain sebagainya. Pesan kesehatan yang dapat kita tangkap dalam pandemik ini adalah “Saya melindungi Anda dan Anda melindungi Saya’’. Artinya, masyarakat harus bekerjasama untuk sama-sama membantu mengurangi penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Setelah Dr. dra. Rita, Dr. Andriyani, M.Ag selaku Dekan FKM UMJ memberian sertifikat secara virtual kepada beliau.

Dampak dan Penanganan Aspek Psikososial pada Pasien Covid-19

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh dr. Zulvia Oktanida Syarif. Sp.KJ selaku Psikiater RSUD Tarakan Jakarta, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dan Advisor Sehatmental.id. dr. Zulvia Oktanida Syarif atau yang biasa dipanggil dr. Vivi menyampaikan materi tentang “Dampak dan Penanganan Aspek Psikososial pada Pasien Covid-19”.

Beliau menyampaikan bahwa “Pandemik Covid-19 tentunya menimbulkan rasa takut dan kecemasan ini adalah hal yang wajar sebagi reaksi manusia terhadap sesuatu yang tidak pasti. Kemudian rasa takut dan cemas di masyarakat akhirnya memunculkan stigma dan stigma ditambah isolasi diri akhirnya memunculkan berbagai masalah kesehatan mental seperi kecemasan,depresi dan berdasarkan beberapa penelitian mengenai dampak kesehatan mental dari penyakit menular tidak hanya terjadi pada saat pandemik namun juga pasca pandemik terdapat dampak psikososialnya” ujar beliau.

dr. Vivi menyampaikan bahwa pihak Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) melalui website www.pdskji.org melakukan swaperiksa kecemasan, depresi dan trauma psikologis dan di dapatkan hasil bahwa dari dari 2364  masyarakat yang melakukan swaperiksa kecemasan, depresi dan trauma psikologis pada bulan maret 2020 terdapat 6,9 % mengalami masalah psikologis dimana 68% mengalami kecemasan, 68% mengalami depresi dan 77% mengalami trauma psikologis dan didominasi dengan jenis kelamin perempuan yakni  sebanyak 72%.

dr. Vivi menambahkan bahwa terdapat berbagai penanganan yang dapat dilakukan pasca pandemik salah satunya seperti pastikan tersedianya saluran komunikasi antara pasien-keluarga, menyampaikan laporan perkembangan dan diskusi dengan keluarga mengenai rencana tindak lanjut melalui telefon, WhatsApp, video-call dan lain-lain, memonitoring ketat keadaan mental pasien yang sedang karantia menggunakan instrument tertentu dan melalui teknologi aplikasi, rujukan yang tepat waktu (in-time referral) ke psikolog dan psikiater, psikoterapi dengan pendekatan adaptasi terhadap stress dan follow-up psikiatrik pasca rawat/ karantina bila diperlukan.

Di akhir penyampaian materinya dr. Vivi menyampaikan, “You don’t have to struggle in silent. You can be un-silent. You can live well with mental health condition, as long as you open up with somebody about it. Sering kali seseorang berjuang sendiri dalam kesepian dalam keheningan tapi sebenernya bisa ko berjuang bareng-bareng selama kita berbicara dengan seseorang. Jadi ketika kita tau seseorang memiliki kondisi psikologis tertentu ajak mereka untuk bicara karena dari situ kita bisa bersama-sama untuk mencari solusi”.

dr. Tirta Mandira Hudhi

Acara selanjutnya adalah pemaparan materi kedua yang disampaikan oleh dr. Tirta Mandira Hudhi selaku Relawan Covid-19 dan Influencer. Dalam sesinya dr tirta lebih cenderung melakukan diskusi secara interaktif dengan para peserta dimana beliau menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta.  Dalam diskusinya beliau mengatakan “Ayo tetap mengedukasi masyarakat, jangan pernah capek jangan pernah takut untuk memberikan hal positif kepada masyarakat”.

Penyampaian materi ditutup dengan kesimpulan bahwa stigma dan diskriminasi muncul akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi. Oleh karena itu sebagai tenaga kesehatan khususnya tenaga promosi kesehatan kita harus lokal spesifik dan tau sasarannya. Tetaplah mengedukasi masyarakat dengan informasi yang valid melalui teknik komunikasi yang sesuai dengan budaya dan kondisi masyarakat sehingga informasinya bisa tersamaikan pada masyarakat. Tantangan dan hambatan tentunya pasti ada namun jangan pernah menyerah untuk menyampaikan hal positif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Agenda acara yang terakhir adalah closing steatment dari ketiga narasumber dan pemberian e-sertifikat secara virtual kepada dr. Zulvia Oktanida Syarif. Sp.KJ yang diserahkan oleh Ibu Munaya Fauziah, SKM, M.Kes selaku Wakil Dekan I FKM UMJ, penyerahan e-sertifikat untuk dr. Tirta Mandira Hudhi yang diserahkan oleh Ibu Triana Srisantyorini, SKM, M.Kes selaku Wakil Dekan 2 FKM UMJ, dan selanjutnya adalah pemberian e-sertifikat untuk moderator acara yaitu Ibu Nurfadhilah, SKM,MKM yang diserahkan oleh Fidiya Sukawuni Puteri selaku Ketua Pelaksana.

Jakarta, 8 Juli 2020
Mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan
FKM Universitas Muhammadiyah Jakarta

Sharing is caring!

(Visited 180 times, 1 visits today)