Cegah Stunting, Dinkes Bangka Luncurkan Pos Penting Sehat Mapan

Cegah Stunting, Dinkes Bangka Luncurkan Pos Penting Sehat Mapan

Pos Penting Sehat Mapan atau Pos Pencegahan Stunting Seribu Hari Kehidupan adalah suatu terobosan inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka tahun 2019 dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka.

Kegiatan ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan akan menjadi salah satu upaya intervensi gizi spesifik dalam rangka penurunan Stunting di Kabupaten Bangka terhadap sasaran 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Kabupaten Bangka ditetapkan menjadi daerah prioritas intervensi stunting nasional pada tahun 2019 dengan prevalensi stunting di desa lokus stunting berdasarkan hasil Riskesdas 2013 yaitu 32,27%.

Salah satu penyebab langsung terjadinya stunting di Kabupaten Bangka adalah masih rendahnya asupan gizi ibu hamil, ini dilihat dari hasil pemantauan konsumsi gizi, persentase kecukupan energi ibu hamil mengalami defisit ringan selama dua tahun terakhir yaitu  75,8%, (2016), dan  73,6% (2017) dari  target 80-119%  standar kecukupan energi dan praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yaitu ASI eksklusif dan MPASI yang masih rendah.

Program Inovasi Cegah Stunting Dinkes Bangka

Pos Penting Sehat Mapan sebagai suatu wadah atau kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menyasar ibu hamil dan ibu yang punya baduta dengan mempraktikkan pemberian makanan bayi da nanak (PMBA) dan melakukan pendidikan gizi masyarakat dengan perubahan perilaku dalam pemenuhan asupan zat gizi ibu hamil dan baduta melalui edukasi gizi seimbang ‘Isi Piringku’, PHBS dan masak menu gizi seimbang untuk ibu hamil dan menu MPASI 4 bintang yang akan dimakan bersama dengan memanfaatkan pangan lokal desa setempat selama 12 hari.

Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melaksanakan Sosialisasi Pembentukan Pos penting sehat mapan percontohan di desa lokus stunting Desa Mendo. Kecamatan Mendo Barat pada tanggal 10 Oktober 2019 dengan mengundang lintas program di Dinas Kesehatan dan Lintas sektor terkait stunting serta Kecamatan dan desa sebagai lokus Pos Pencegahan Stunting 1.000 HPK percontohan di desa Mendo yaitu Camat, Kades, Kasi Kesra, Bendahara Desa, Kader Posyandu, KPM, KWT, Karang Taruna, PKK Desa, Kepala Puskesmas, Petugas Gizi, Petugas Promkes, Bidan Desa dan Sanitarian sebagai pelaksana di lapangan Pos Penting Sehat Mapan percontohan desa lokus stunting.

Kegiatan ini melibatkan stakeholder terkait intervensi stunting selain Dinas Kesehatan yaitu dari Dinas sosial dan Pemerintahan Desa, Dinas Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikandan Kebudayaan, Diskominfo dan Pokja III PKK dan dikoordinir oleh Bappeda Bangka. Sumber pembiayaan pos penting sehat mapan dari dana desa untuk penurunan stunting, swadaya masyarakat dan CSR yang peduli dengan masalah stunting di Kabupaten Bangka.

Dinkes Bangka Fokus Cegah Stunting

Pos Penting Sehat Mapan akan dilaksanakan di 14 desa lokus stunting Kabupaten Bangka pada tahun 2020 dengan memanfaatkan dana desa untuk penurunan stunting. Diharapkan dengan kegiatan ini akan menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka dan mencegah balita stunting baru.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topik Populer


Akreditasi Puskesmas BPJS Kesehatan Dana Desa DBD Dinkes Kab Enrekang Dinkes Kab Indramayu FKM UI FKM Unand FKM Undip FKM Unhas Germas Gizi Buruk Hipertensi Imunisasi Imunisasi MR Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Lingkungan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Kesmas Nusantara Sehat PBL Pencerah Nusantara Pengabdian Masyarakat Penyakit Tidak Menular Penyuluhan Kesehatan PHBS Posyandu Posyandu Remaja Prodi Kesehatan Masyarakat Prodi Kesmas Promkes Promosi Kesehatan Puskesmas Puskesmas Krangkeng Seminar Kesehatan Seminar Nasional STBM STIKes Kuningan Stunting TBC Tenaga Kesehatan Tuberkulosis