Cegah Stunting, Dinkes Kabupaten Bangka Gelar Orientasi PMBA
Dalam rangka intervensi gizi spesifik penurunan stunting di Kabupaten Bangka, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menggelar Orientasi PMBA bagi kader Posyandu di desa lokus stunting.

Dalam rangka intervensi gizi  spesifik penurunan stunting di Kabupaten Bangka, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menggelar Orientasi PMBA bagi kader posyandu di desa lokus stunting.  Tujuan kegiatan ini yakni agar setelah mengikuti pelatihan peserta dapat memberikan konseling PMBA di desa lokus stunting. 

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari, 11 – 14 November 2019 bertempat di Puskesmas Petaling dan Posyandu Desa Petaling  Banjar Kecamatan Mendo Barat, diikuti 100 peserta dibagi dalam 2 kelas. Fasilitator PMBA ini dari Dinkes Provinsi Kep Bangka Belitung.

Untuk mengatasi stunting masyarakat perlu diberikan edukasi untuk memahami pentingnya zat gizi bagi ibu hamil dan anak balita, fokus pada 1000 hari pertama kehidupan  yaitu terhitung sejak konsepsi hingga anak berusia 2 tahun.

Salah satu rekomendasi dalam Global Strategy on Infant and Child Feeding; Pola pemberian makanan yang terbaik bagi bayi dan anak usia 0-24 bulan adalah melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir sampai 1 jam pertama; Menyusui secara eksklusif umur 0-6 bulan; Mulai memberikan makanan pendamping setelah usia 6 bulan (MPASI) yang baik dan cukup  dan; Tetap menyusui sampai usia 2 tahun atau lebih. 

PMBA yang dilakukan sejak anak lahir sampai usia 24 bulan, salah satu upaya mendasar untuk menjamin percepatan kualitas tumbuh kembang anak sekaligus memenuhi hak anak.

Cegah Stunting dengan PMBA

Menurut WHO dan UNICEF, lebih dari 50% kematian anak balita terkait keadaan kurang gizi dan 2/3 dari kematian tersebut terkait pemberian makanan bayi dan anak, seperti tidak memberikan IMD, pemberian MPASI yang terlalu cepat atau terlambat. Keadaan ini akan membuat daya tubuh anak lemah, mudah sakit dan gagal tumbuh.

Oleh karena itu upaya pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yang baik dan benar sebagai upaya mengatasi masalah kekurangan gizi dan stunting merupakan agenda penting dalam menyelamatkan generasi unggul Indonesia.

Materi yang diajarkan dalam Orientasi PMBA mengenai : konsep PMBA, praktik pemberian ASI, melakukan pemberian makanan ibu hamil, ibu menyusui dan MPASI menu 4 bintang, melakukan pemantauan pertumbuhan, gizi dan kesehatan ibu, rujukan anak sakit ke fasilitas kesehatan dan konseling PMBA. Peserta mengikuti kegiatan secara antusias dan berkomitmen untuk melaksanakan konseling PMBA  di posyandu masing –masing.

Kasi Gizi, Desi Yanti, SKM, MKM  berharap dengan adanya konseling PMBA disetiap posyandu dapat menambah pengetahuan ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak balita untuk memberikan makanan yang tepat dan bergizi dalam rangka mencegah stunting pada anak balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr. Then Suyanti, MM  juga mendukung kegiatan ini dan berterimakasih atas kerjasama semua pihak terutama pada  Dinas Kesehatan Propinsi Kep Bangka Belitung, Puskesmas Petaling dan desa lokus stunting sehingga kegiatan orientasi PMBA dapat berjalan lancar dan berharap implementasi PMBA dapat menurunkan  masalah kekurangan gizi dan stunting  di Kabupaten Bangka.

Peserta Orientasi PMBA DKK Bangka

Sharing is caring!

(Visited 170 times, 1 visits today)