CISDI dan JNE Salurkan APD kepada Puskesmas Pasrujambe, Kabupaten Lumajang
Lumajang, 23 Februari 2021 – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Lumajang (17/2). Adapun, bantuan APD diberikan setelah sebelumnya CISDI dan JNE menyelenggarakan penggalangan dari kelompok filantropi mitra CISDI.

Lumajang, 23 Februari 2021 – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Lumajang (17/2). Adapun, bantuan APD diberikan setelah sebelumnya CISDI dan JNE menyelenggarakan penggalangan dari kelompok filantropi mitra CISDI.

Direktur Eksekutif CISDI, Gatot Suarman, menyebut penambahan kasus ikut menambah beban tenaga kesehatan dalam mempersiapkan pemulihan layanan kesehatan untuk kebutuhan esensial maupun vaksinasi. Di sisi lain, seiring dengan penyebaran kasus, kesehatan serta nyawa mereka tetap perlu menjadi prioritas. “Tenaga kesehatan akan terus membutuhkan APD hingga pandemi tertangani. Ini (donasi APD) adalah bantuan kecil kami untuk mendukung keselamatan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas,” ujar Gatot pada penyerahan APD kepada Tim JNE pada Rabu (17/2).

bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Pasrujambe Lumajang

JNE merupakan mitra logistik CISDI yang membantu proses penjangkauan dan distribusi APD hingga ke wilayah pelosok Indonesia. Dalam upaya ini, mereka berkontribusi menyalurkan 10 kardus donasi APD yang terdiri dari 300 unit hazmat, 5 box masker medis, dan 20 box masker KN95 kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Lumajang melalui koordinasi dengan Puskesmas Pasrujambe. Donasi tersebut telah diterima Kepala Puskesmas Pasrujambe pada Sabtu (20/2).

BACA JUGA:  Disini, Romantisme Membangun Kesehatan Masyarakat itu Begitu Nyata!

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada CISDI dan JNE atas bantuan APD yang dikirimkan. Di Kecamatan Pasrujambe sendiri, kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 44 kasus dengan angka kematian mencapai 9,1 persen. Angka ini masih di atas rata-rata Kabupaten Lumajang (8,7 persen). Oleh karena itu, adanya bantuan APD ini sangat bermanfaat bagi kami dalam mengoptimalkan penanganan COVID-19,” ujar drg. Sukma Bayu Atmaja, Kepala Puskesmas Pasrujambe.

Bayu, sapaan Sukma, menambahkan, Puskesmas Pasrujambe akan berkoordinasi baik di internal puskesmas maupun dengan puskesmas lain (yang membutuhkan) untuk pendistribusian bantuan APD, sehingga diharapkan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Pasrujambe, tetapi juga di kecamatan lain di Kabupaten Lumajang.

alat pelindung diri (APD) bantuan dari CISDI & JNE

Hingga saat ini, Indonesia masih mengalami penambahan kasus mencapai setidaknya 1.278.658 per 21 Februari. Jawa Timur, wilayah asal Kabupaten Lumajang, berada pada urutan keempat jumlah kasus konfirmasi terbanyak dengan 126 ribu kasus konfirmasi. Kendati grafik kesembuhan menampilkan pesan positif pada angka 113 ribu kesembuhan, upaya untuk meningkatkan langkah pencegahan tetap diperlukan.

Sementara itu, data infocovid19.lumajangkab.go.id menyebut ditemukan setidaknya 2.900 kasus konfirmasi COVID-19 per 22 Februari 2021 di Kabupaten Lumajang, dengan angka kesembuhan mencapai 2.602 kasus dan kematian mencapai 251 kasus. Pada titik inilah, peran tenaga kesehatan, terutama di puskesmas, sangat penting lantaran selain melaksanakan upaya pelayanan kesehatan esensial dan penanganan wabah, mereka juga bertugas mendeteksi dan melacak kasus.

Namun demikian, upaya tersebut hanya bisa berjalan efektif ketika tenaga kesehatan memiliki fasilitas APD yang memadai. Komitmen CISDI dan JNE untuk melindungi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas bersifat mutlak. Kedua belah pihak bersepakat bahwa perlindungan tenaga kesehatan adalah faktor esensial untuk mencegah laju penularan kasus.

BACA JUGA:  Krisis Air Bersih, Korban Banjir Kota Jambi Terserang Penyakit Kulit

“Penyaluran donasi ini memungkinkan tenaga kesehatan melaksanakan tugas lebih maksimal, terutama dalam upaya pelacakan kasus.” Gatot menambahkan, tanpa kehadiran APD yang memadai tenaga kesehatan menjadi lebih rentan tertular COVID-19 yang tidak jarang berujung kematian. “Komitmen kami melindungi tenaga kesehatan bersifat mutlak hingga pandemi ini benar-benar berakhir,” tutup Gatot.

CISDI & JNE bantu tenaga medis APD

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong kebijakan kesehatan berbasis bukti untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, sehat dan sejahtera dengan menerapkan paradigma sehat. CISDI melaksanakan riset dan manajemen program serta advokasi kebijakan untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

Tentang JNE

PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman logistik dengan pusat operasi di Jakarta. Di bawah nama resmi Tiki, PT. Jalur Nugraha Ekakurir merupakan perusahaan pengiriman terbesar di Indonesia. Perusahaan ini pertama kali didirikan pada 26 November 1990 sebagai PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir oleh Soeprapto Suparno. Pada awal berdirinya, perusahaan ini merupakan perintis salah satu divisi dari PT. Citra van Titipan Kilat (Tiki). Tiki sendiri merupakan perusahaan pengiriman internasional.

(Visited 33 times, 1 visits today)

Sharing is caring!