Dikukuhkan Jadi Guru Besar FKM Unhas, Prof Muhammad Tahir Bahas Pentingnya ASI
Guru Besar kelahiran Anabanua tersebut menyampaikan pidatonya dengan judul Upaya Pemberian ASI Eksklusif untuk Meningkatkan Kualitas Generasi Bangsa.

Muhammad Tahir Abdullah menerima jabatan Profesor dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat setelah menyampaikan Pidatonya di Lt 2 Ruang Rapat Senat Akademik Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (9/5/2017).

Guru Besar kelahiran, Anabanua, Kabupaten Wajo, 26 Januari 1950 tersebut menyampaikan pidatonya dengan judul Upaya Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif untuk Meningkatkan Kualitas Generasi Bangsa.

BACA JUGA:  Mahasiswa FKM Unhas Bahas Masa depan BPJS di Tahun Politik

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas tersebut menuturkan bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan rejeki (ASI) sudah dipersiapkan oleh Allah swt sejak konsepsi, dengan berkembangnya jaringan mammae ibu pada saat anak dalam kandungan.

Menurutnya, seorang anak penting untuk mendapat dan menyusui secara ekslusif, jika ibunya tidak mampu maka harus dicarikan ibu susu.

“Jadi kalau ibu tidak dapat menyusui secara ekslusif maka anaklah yang harus menyusui secara ekslusif dengan cara mencarikan ibu susu,” kata ayah empat anak tersebut.

Keberadaan ibu susu sangat berguna, karena dapat meningkatkan sosial ekonomi seseorang dan meningkatkan serta memperluas kekerabatan.

“Akan tetapi yang paling bagus dan ideal adalah anak disusui oleh ibunya sendiri dan disusui secara ekslusif sampai enam bulan dan disempurnakan penyusuan sampai anak umur dua tahun,” kata Prof Muhammad Tahir menyimpulkan pidatonya.

BACA JUGA:  FKM Unhas Gelar Seminar Nasional Politik Kesehatan Pro Orang Sehat

Sharing is caring!

(Visited 237 times, 1 visits today)