Dinkes Bangka Laksanakan Pengukuran & Publikasi Angka Stunting
Pengukuran dan publikasi angka stunting adalah upaya Kabupaten Bangka untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan, dan desa

Kabupaten Bangka termasuk dalam 160 kabupaten prioritas intervensi stunting pada tahun 2019. Dalam upaya mengentaskan stunting di Kabupaten Bangka sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RPJMN 2019-2024 dari 27,7% menjadi 14%, Kabupaten Bangka sudah melaksanakan intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif. Salah satu intervensi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan oleh Kabupaten Bangka adalah Aksi ke 7 yaitu pengukuran dan publikasi stunting.

Pengukuran dan publikasi angka stunting adalah upaya Kabupaten Bangka untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan, dan desa. Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting.

Menurut Desi Yanti, SKM, MKM selaku Kasi Gizi Dinkes Bangka,  “Penanggung jawab pengukuran dan publikasi stunting adalah dinas kesehatan, untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka telah melakukan pengukuran status gizi terutama stunting pada balita”.

Kegiatan pengukuran panjang badan atau tinggi badan bersamaan dengan bulan penimbangan balita (dan distribusi kapsul vitamin A) dilakukan dua kali dalam setahun yang dikoordinasikan oleh dinas kesehatan. Data pengukuran tinggi badan balita diinput dalam aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e- PPGBM) yang di entry oleh petugas gizi dibantu tim entry puskesmas di Kabupaten Bangka.

BACA JUGA:  Forum Kesehatan Desa, Jadi Gerbang Komunikasi Efektif Puskesmas Dengan Masyarakat

“Apabila ada data yang bermasalah gizi dikonfirmasi dan divalidasi oleh petugas puskesmas dan dinas kesehatan. Selain data status gizi balita juga diinput data riwayat tindakan terhadap balita yang bermasalah gizi, kemudian dianalisa faktor faktor determinan penyebab masalah gizi untuk  diintervensi sesuai penyebabnya”,  imbuh Desi.

Berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita pada bulan Agustus 2020 di Kabupaten Bangka melalui aplikasi e-PPGBM secara by name by address dari sasaran balita sebesar 30.683 anak dengan jumlah balita yang diukur antropometri sebanyak 28.065 ( 91,47 %) didapatkan prevalensi angka stunting pada balita sebesar 2,11 % (591  anak).

data stunting kabupaten bangka

Sedangkan prevalensi stunting baduta (dibawah dua tahun ) sebesar 1,71 % (165 anak), prevalensi stunting ini menurun dari penimbangan bulan Februari 2020 sebesar 2.62%  (731) pada balita dan 2,62% (261) pada baduta dengan jumlah balita yang diukur sebanyak 27. 859 balita (90.8%) dibandingkan prevalensi stunting  5,05% pada balita dan 4,35% pada balita tahun 2019.

Dari 62 desa dan 19 kelurahan di 8 kecamatan Kabupaten Bangka, prevalensi stunting pada balita semuanya dibawah 20% atau berada di batas kategori aman ( ≥ 20% kronis) yang berarti tidak memiliki masalah kesehatan masyarakat, namun tetap diwaspadai desa dengan kategori sedang (prevalensi 10-20%) sebanyak 3 desa (3,7%), kategori ringan dengan prevalensi 5-10% sebanyak 14,8% dan kategori sangat ringan (81, 5%) karena data e-PPGBM bersifat dinamis. 

Berdasarkan faktor determinan penyebab stunting dapat dianalisa beberapa faktor determinan yang ditemui serta tindakan atau intervensi yang akan dilakukan oleh puskesmas dan intervensi sensitif oleh OPD terkait. Adapun  faktor determinannya adalah dari balita yanga bermasalah gizi sebanyak 172 balita tidak memiliki Jaminan Kesehatan, 2 balita tidakada air bersih, 4 balita pernah mengalami kecacingan, 6 balita tidak mempunyai jamban sehat, 23 balita belum Imunisasi lengkap, 270 anggota rumah tangga balita masih merokok, 19  ibu balita sewaktu hamil KEK, 3 balita yang bermasalah gizi mempunyai penyakit penyerta.

BACA JUGA:  Dinkes Indramayu Gelar Sosialisasi Program Keluarga Sehat

Informasi hasil pengukuran status gizi balita telah didesiminasikan dan dipublikasikan pada saat pertemuan koordinasi tim pengarah dan tim teknis penurunan stunting Kabupaten Bangka pada tanggal 22 September 2020 yang dihadiri lintas OPD dan Dinas Terkait dalam intervensi penurunan stunting Kabupaten Bangka, pertemuan surveilans gizi melalui ePPGBM lintas program dan Dinas Pemdes pada tanggal 28 September 2020 serta pada saat Monitoring Evaluasi terintegrasi tim penurunan stunting Kabupaten Bangka di 10 desa lokus dan 4 Kecamatan di Kabupaten Bangka pada tanggal 29 September sampai 8 Oktober 2020.  

tim gizi dinas kesehatan bangka

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr.  Then Suyanti, MM mengharapkani hasil pengukuran status gizi terutama prevalensi stunting balita di diseminasikan pada setiap pertemuan baik pada saat SMD, mini lokakarya bulanan dan pertemuan lintas program maupun lintas sektor OPD terkait, serta dipublikasi juga melalui saluran informasi media elektronik maupun media sosial baik di tingkat kabupaten, kecamatan, puskesmas dan desa yang ada di Kabupaten Bangka sehingga dapat dipakai menjadi dasar penyusunan secara lebih terinci kegiatan-kegiatan terkait stunting yang akan dilaksanakan selama bulan berjalan, menggalang kerja sama dan koordinasi antar-petugas Puskesmas (lintas program), dan meningkatkan motivasi petugaspetugas Puskesmas dalam pelaksanaan integrasi kegiatan stunting dengan OPD terkait penurunan stunting.

#seksigizidinkesbangka #gizibalita #untuksetiapanak #covid19diaries @Unicef Indonesia
@ureportindonesia
@kesmas.id

Sharing is caring!

(Visited 74 times, 1 visits today)