You are here
Home > Dinkes > Dinkes Bentuk Tim Khusus untuk Melawan Hoax Seputar Kesehatan

Dinkes Bentuk Tim Khusus untuk Melawan Hoax Seputar Kesehatan

Dinkes Bentuk Tim Khusus untuk Melawan Hoax Seputar Kesehatan

Informasi hoax bukan hanya bermodus penipuan yang menginginkan uang dari sasaran. Tak jarang informasi hoax juga sengaja disebarkan untuk meresahkan masyarakat di bidang kesehatan.

Hal ini seperti disampaikan Kasie promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Drg RA Candra Kusumawardhani MKes.

Menurut Candra, hoax tak melulu soal politik. Di bidang medis, juga banyak informasi hoax yang bersliweran.

“Kita tentu ingat masalah vaksin palsu. Ada hoax yang beredar di masyarakat bahwa hati-hati ada vaksin palsu yang beredar di layanan kesehatan,” kata Candra, dalam Workshop Cerdas Memilih Informasi Lawan Hoax yang diselenggarakan Surya di Gedung Wanita, Rabu (26/4/2017).

Padahal hal tersebut tidak benar. Semua vaksin yang beredar di puskesmas dan rumah sakit dikatakan Candra tentu sudah berijin edar.

Tidak hanya itu kini yang juga marak hoax di dunia kesehatan adalah tata cara meracik minuman atau makanan untuk pengobatan tradisional.

BACA JUGA:  Pemberdayaan Masyarakat Dan Promosi Kesehatan Melalui Dana Desa

Salah satu yang sempat viral adalah adanya hoax tentang larangan memakan udang dan jeruk.

“Isi hoaxnya yaitu jangan makan udang dan jeruk secara bersamaan karena akan menyebabkan kematian dengan cara berdarah-darah,” ujar Candra.

Padahal tidak ada penelitian dan uji lab yang benar atas hal tersebut. Begitu juga larangan memakan mie dan coklat secara bersamaan.

Selain itu juga ada hoax yang beredar tentang cara terapi kanker tradisional. Padahal belum ada penelitian yang membuktikan langkah atau cara yang disebarkan aman bagi pasien.

Informasi-informasi tersebut dikatakan Candra disampaikan dengan banyak cara. Ada yang lewat Whatsapp, ada pula lewat website seperti blog dan juga media sosial.

Hoax bisa berakibat merugikan suatu pihak. Hoax kadang dibuat untuk pembunuhan karakter dan memberikan reputasi buruk serta menyebarkan fitnah.

“Kita bisa melakukan antisipasi dengan cara selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima. Bacalah berita yang terpercaya dan jangan langsung membagikan tanpa mengecek kebenaran,” katanya.

BACA JUGA:  Dewan Minta Pemkot Benahi Sistem Rujukan, ini Solusi dari Dinkes

Khusus untuk melakukan gerakan melawan hoax Dinas Kesehatan Kota Surabaya memiliki sejumlah cara. Salah satunya adalah membentuk tim khusus melawan hoax.

Itu dibentuk dari tim web Dinkes Surabaya bekerja sama dengan Humas Pemkot Surabaya. Mereka bekerja sama untuk melakukan kegiatan preventif dan antisipatif adanya informasi hoax.

“Misalnya soal vaksin itu kita langsung menyiarkan juga ke website dan juga sosialisasi bahwa tidak ada vaksin palsu. Begitu juga dengan informasi lain yang sudah viral maka dibuatkan informasi yang benar tentang hoax yang beredar,” ucapnya.

Untuk tim web disampaikan Candra ada sebanyak dua orang. Mereka fokus setiap hari memantau informasi dan berita di dunia kesehatan. Dan jika ada berita hoax langsung dilakukan tindakan seperti disebutkan di atas.

“Nah sebentar lagi kita akan mengenalkan vaksin baru yaitu missle dan rubella. Agar tidak dikira vaksin palsu, tugas tim ini juga akan menyosisalisasikan ke warga bahwa ada vaksin jenis baru,” ujar Candra.

BACA JUGA:  Rekrutmen Tenaga Dinkes Kota Denpasar Dikeluhkan Warga, Diduga Ada Orang Titipan

Di sisi lain, warga masyarakt yang ingin bertanya tentang kebenaran informasi bisa bertanya melalui email pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya, yaitu ke alamat dinkes.surabaya@gmail.com.

“Nanti kami akan mencoba memberikan jawaban yang benar berdasarkan ilmu kesehatan,” pungkasnya.

SUMBER

Sharing is caring!

(Visited 101 times, 3 visits today)

Leave a Reply

Top