Dinkes Kabupaten Cirebon, 55 Persen Depot Air Minum Belum Punya Surat Layak Sehat
Dari sekian banyaknya Depot Air Minum (DAM), tidak sedikit yang belum memiliki surat layak sehat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.

Agus Sulistio

Staf Media & Komunikasi at HIMA KESMAS STIKes Indramayu
Agus Sulistio

Kebutuhan masyarakat terhadap air membuat banyak pengusaha menyediakan depot isi ulang. Namun, dari sekian banyaknya Depot Air Minum (DAM), tidak sedikit yang belum memiliki surat layak sehat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jajang Prihatna. Menurut Jajang, setiap pengusaha depot air isi ulang, wajib memiliki surat layak sehat. Jumlah pengusaha depot air isi ulang yang tercatat di dinkes terdapat 251 pengusaha.

BACA JUGA:  Imunisasi MR di Kab Cirebon Sudah 87 Persen, Kadinkes Optimis Capai Target

Dari sekian yang mendaftar, tidak lebih dari 45 persen yang memiliki surat layak sehat. “Dari 251 usaha depot air isi ulang yang ada, baru 45 persenan yang sudah, itu atas kesadaran mereka. Sisanya, 55 persen, belum memiliki surat layak sehat,” ujar Jajang, kepada Radar, kemarin (27/6).

Lebih lanjut Jajang mengungkapkan, air yang dapat dikategorikan sehat yakni yang sudah lulus uji laboratorium dan tidak mangandung zat kimia. Serta tidak berbau ataupun berwarna. Menurutnya, serangkaian uji laboratorium ini penting.

Apalagi, air merupakan kebutuhan primer masyarakat Kabupaten Cirebon, sehingga kesehatan dan kebersihannya harus dijaga pengusaha. Apabila tidak, akan merugikan masyarakat.

“Bila air ini tidak sehat, bisa mengakibatkan diare. Maka dari itu saya meminta masyarakat berhati-hati saat membeli air isi ulang. Apakah depot tersebut sudah layak atau belum,” ucapnya.

BACA JUGA:  Puskesmas Ciledug: Semarakkan Harimu Dengan Hidup Sehat

Dia menyatakan, sebenarnya para pengusaha depot air isi ulang jika hendak dilakukan layak sehat sangatlah mudah. Hanya dengan mengajukan ke puskesmas terdekat, nanti pihak puskesmas yang akan langsung ke dinkes untuk membawa sample dan dilakuakan uji laboratorium.

Pengajuan tersebut, kata Jajang, hanya dikenakan biaya untuk uji laboratoriumnya saja, yakni sekitaran Rp50 ribu. “Setelah itu nantinya akan terus dilakukan pembinaan secara rutin,” terangnya.

Dia mengakui, selama ini, pembinaan yang dilakukan kepada para pengusaha depot isi ulang selalu dilakukan secara intensif. Bahkan, sambung Jajang, setiap setahun sekali pihaknya selalu mengadakan pertemuan dengan seluruh pengusaha depot isi ulang se-Kabupaten Cirebon.

“Dalam pertemuan itu, selain kita memaparkan sosialisasi terkait dengan kesehatan air yang dimilki para pengusaha tersebut, juga kita menampung apa-apa yang menjadi kendala mereka,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gebyar Posyandu Puskesmas Ciledug Berlangsung Meriah

Jajang juga mengimbau, tak hanya untuk para pengusaha depot air saja, namun juga para pedagang warung-warung makanan di Kabupaten Cirebon untuk melakukan pengajuan layak sehat melalui puskesmas terdekat maupun langsung ke dinkes.

Sharing is caring!

(Visited 452 times, 1 visits today)