Dompet Dhuafa Indonesia Belum Ramah untuk Kesehatan Perempuan
"Dari program kesehatan di 9 LKC seluruh Indonesia, lebih dari setengahnya permasalahan kesehatan perempuan, utamanya anemia dan permasalahan gizi", ujar Yeni Purnamasari, Manajer Kesehatan Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa.

Divisi Dompet Dhuafa menemukan bahwa Indonesia masih belum ramah untuk kesehatan perempuan. Hal itu diutarakan oleh Manajer Kesehatan Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, Yeni Purnamasari.

“Dari program-program kesehatan kami yang tersebar di 9 Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) seluruh Indonesia, sebagai sayap dari Dompet Dhuafa kesehatan di daerah-daerah, kami menemukan bahwa lebih dari setengahnya mengalami permasalahan terkait kesehatan perempuan, utamanya anemia dan permasalahan gizi,” tutur Yeni di acara diskusi Launching Program Kesehatan Dompet Dhuafa di RM Pagi Sore, Kemang, Jakarta Selatan, (30/4).

BACA JUGA:  Lewat ASI, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Pecahkan Rekor MURI

Temuan Yeni, selaras dengan hadil Riskedas 2018, yang menunjukkan peningkatan sebesar 30 persen pada kasus anemia ibu hamil.

Yeni menambahkan bahwa permasalahan tersebut disebabkan karena permasalahan kompleks, utamanya pendidikan dan pemahaman akan permasalahan kesehatan.

“Semisal bagaimana pentingnya ASI, pola asuh, atau bahaya pernikahan anak. Semua membutuhkan solusi pemberdayaan masyarakat dan pemberian pengetahuan,” lanjut Yeni.

Menyiasati permasalahan tersebut, di kegiatan ini, Dompet Dhuafa juga meresmikan Program Kesehatan Perempuan. Program ini merupakan kumpulan program-program dari Dompet Dhuafa terkait pemberdayaan kesehatan perempuan yang tersebar di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebut saja dari Jaring Kesehatan Ibu Anak yang merupakan pendampingan calon ibu, ibu hamil, hingga menyusui. Ada juga program pelayanan kesehatan seperti Klinik Apung yang menyasar kesehatan perempuan masyarakat pesisir NTB. Turut pula program lainnya seperti Save The Next Generation (SNGI) yang merupakan program pendampingan dan pendataan ibu hamil dan calon ibu untuk mencegah kematian ibu dan hamil juga stunting.

BACA JUGA:  PBL, Mahasiswa Kesmas Unlam Bentuk KADER CERIA, Cegah Remaja Anemia

diskusi Launching Program Kesehatan Dompet Dhuafa

Kegiatan diskusi tersebut adalah upaya Dompet Dhuafa untuk membumikan wacana kesehatan perempuan. Kegiatan diskusi ini menghadirkan dr. Lovely Daisy, MKM (Kepala Sub Direktorat Kesehatan Usia Reproduksi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia), Fitria Nurlaila Pulukadang (Asisten Deputi Hubungan Antar Lembaga Badan Penyelenggara Sosial (BPJS) Kesehatan, Asti Widihastuti, bidang Program Pencegahan HIV untuk Populasi kunci United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia, Permata Sari, SKM, MKM (Kepala Sub Bidang Monev Gender dalam Kesehatan), dan dr. Yeni Purnamasari (Manager Kesehatan Dompet Dhuafa).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemutaran film tentang kesehatan perempuan, edukasi dan pemeriksaan kanker serviks. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Budi Wahyuni dari Komnas Perempuan, Japfa, Nutrifood, lembaga-lembaga zakat, juga mahasiswa-mahasiswa kebidanan.

BACA JUGA:  Mudahkan Akses Layanan Kesehatan Warga, Rumah Baca Bintang Gandeng Dompet Dhuafa Sumsel

Sharing is caring!

(Visited 38 times, 1 visits today)