Dosen Sekaligus Kaprodi Magister IKM FK Univ Lambung Mangkurat Ciptakan Alat Penangkap Polutan

Dosen Sekaligus Kaprodi Magister IKM FK Univ Lambung Mangkurat Ciptakan Alat Penangkap Polutan

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=QsDEtNauKAI[/embedyt]

Dosen di Kalimantan Selatan perlu usaha keras melakukan penelitian. Tak jarang ada saja mereka terpaksa rogoh kocek jutaan rupiah dari dana pribadi untuk menciptakan temuan atau inovasi baru.

Seorang di antaranya adalah Dr Husaini. Ia adalah Kaprodi Magister ilmu kesehatan masyarakat fakultas kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Bahkan, untuk penelitian, ia harus menunda tiga judul buku garapannya.

“Iya pakai dana pribadi saja, kurang lebih habis sudah Rp 20 jutaan cuma untuk prototipe saja. Itu tadinya modal untuk bikin dan terbitkan buku,” kata pakar kesehatan masyarakat ini.

Setahun terakhir ini ia mencurahkan tenaga, pikiran, dan uang untuk membuat prototipe teknologi penangkap polutan udara. Ia menamainya Sairis Tech.

Kini prototipe itu telah selesai dibuat. Sementara untuk hak cipta sedang berproses.

Dasar dari temuannya itu berawal dari banyaknya keluhan para pekerja pabrik karet di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait polusi udara.

Untuk itu diperlukan suatu alat yang mampu menangkap dan membersihkan baik itu gas maupun debu.

Sumber tribunnews.com


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topik Populer


Akreditasi Puskesmas BPJS Kesehatan Dana Desa DBD Dinkes Kab Enrekang Dinkes Kab Indramayu FKM UI FKM Unand FKM Undip FKM Unhas Germas Gizi Buruk Hipertensi Imunisasi Imunisasi MR Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Lingkungan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Kesmas Nusantara Sehat PBL Pencerah Nusantara Pengabdian Masyarakat Penyakit Tidak Menular Penyuluhan Kesehatan PHBS Posyandu Posyandu Remaja Prodi Kesehatan Masyarakat Prodi Kesmas Promkes Promosi Kesehatan Puskesmas Puskesmas Krangkeng Saka Bakti Husada Seminar Kesehatan Seminar Nasional STBM STIKes Kuningan Stunting TBC Tenaga Kesehatan