Dosen STIKes Kuningan Berikan Bimtek Desa Wisata Sehat Kepada Kompepar

Dosen STIKes Kuningan Berikan Bimtek Desa Wisata Sehat Kepada Kompepar
Dosen Stikes Kuningan paparkan Konsep Desa Wisata Sehat pada Bimtek Kelompok Penggerak Pariwisata se-Kecamatan Pasawahan Kab. Kuningan, 24 September 2018.

Sejak penjajakan kesepakatan kerjasama antara Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) pada bulan Agustus 2018 akhirnya pada tanggal 24 September 2018 dilakukan penandatanganan MoU antara STIKKU dengan Disporapar.

Implementasi kegiatan terus dilaksankan oleh kedua belah pihak, salah satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu Bimbingan Teknis pada Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) se-Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan, 24 September 2018 di Desa Wisata Cibuntu. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Kompepar se-Kecamatan Pasawahan ini bertujuan untuk meningkatan pemahaman dan kemampuan Kompepar dalam mengembangkan Desa Wisata termasuk Desa Wisata Sehat.

BACA JUGA:  Wujudkan Kampus Siaga Kependudukan (KSK), Dinas PPKB Kab. Kuningan Gandeng STIKes Kuningan

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan Kepala Desa Wisata Cibuntu H.Awam, Kabid Kelembagaan dan Kemitraan Disporapar H. Tono Sumartono, S.Sos dan Ketua STIKKU H. Abdal Rohim, S.Kp.,MH.

Selanjutnya dimulai pemaparan materi pertama tentang Organisasi Kepariwisataan Sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan yang disampaikan oleh Bapak H. Sumartono S.Sos. Materi Kedua yaitu tentang Konsep Desa Wisata Sehat disampaikan oleh Bapak Cecep Heriana, SKM.,MPH yang merupakan Dosen Kesehatan Pariwisata Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKKU.

Bapak Cecep menyampaikan konsep sehat, wisata, desa, desa sehat, desa wisata dan desa wisata sehat. Desa wisata sehat merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya dengan mengoptimalkan potensi masyarakat, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

BACA JUGA:  96 Mahasiswa Kesmas STIKKu Beri Obat Cacing ke Siswa PAUD, TK, SD di Desa Jambar

Untuk mewujudkan Desa Wisata Sehat maka beberapa indikator yang dapat digunakan yaitu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat seperti rumah bebas jentik termasuk (vektor : serangga, kecoa, tikus), cuci tangan pakai sabun termasuk cuci peralatan makan pakai sabun dengan air mengalir, tersedia air bersih yaitu seusai syarat kualitas air bersih, tersedia jamban dan memenuhi syarat jamban sehat, makan dengan gizi seimbang termasuk keamanan pangan dan pengolahan makan yang sehat, aktivitas fisik termasuk penyediaan saran aktivitas fisik yang aman dan nyaman di desa, rumah bebas asap rokok, kebersihan dan kesehatan lingkungan termasuk sampah dan saluran pembuangan air limbah dan rumah tangga yang baik memenuhi syarat kesehatan dan pencegahan dan penularan penyakit baik langsung maupun tidak langsung Itulah indikator yang dapat digunakan dalam mengembangkan Desa Wisata Sehat.

BACA JUGA:  Puskesmas Ini Libatkan Mahasiswa Kesmas STIKes Kuningan Dalam Program PIS-PK

Selanjutnya peran Kompepar dalam mewujudkan Desa Wisata Sehat diantaranya merubah mindset pada masyarakat bahwa Desa Wisata Sehat penting untuk keberlanjutan (peningkatan kunjungan) dan Kompepar harus menggerakan masyarakat bersama aparat desa untuk mencapai indikator Desa Wisata Sehat. Masyarakat sehat maka pengunjung Sehat, pariwisata sehat maka pengunjung senang.

Dan materi terakhir disampaikan oleh Bapak Eman Sukmana, S.HI, M.Par tentang Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat di Daya Tarik Wisata. Seluruh acara berjalan lancar dan berakhir tepat pada pukul 12.00 WIB.

Sharing is caring!

(Visited 85 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *