Edisi Spesial World Sight Day 2020, RS Mata YAP Yogyakarta
Telah berlangsung Talkshow Kesehatan Mata “Dr.YAP Menyapa” yang diselenggarakan oleh RS Mata “Dr.YAP” dalam rangka memperingati World Sight Day tahun 2020. Talkshow ini mengusung tema “Hope in Sight : Cegah Kebutaan dengan Deteksi Dini Penyakit Mata”.

Yogyakarta – Telah berlangsung Talkshow Kesehatan Mata “Dr.YAP Menyapa” yang diselenggarakan oleh RS Mata “Dr.YAP” dalam rangka memperingati World Sight Day tahun 2020. Talkshow ini mengusung tema “Hope in Sight : Cegah Kebutaan dengan Deteksi Dini Penyakit Mata”. Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis, 8 Oktober 2020 yang berlangsung pada pukul 15.30 – 17.00 WIB dengan menggunakan media zoom meetings dan youtube.

Talkshow ini dihadiri oleh kurang lebih 250 peserta yang berasal dari berbagai profesi dan berbagai daerah. Talkshow ini menghadirkan drg. Yuli Kusumastuti IP, M.Kes (Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY) dan dr. Mufida Dwi Nurhayati, Sp.M (Dokter spesialis mata RS Mata Dr.YAP) sebagai narasumber, serta dr. Ganjar Sulaksmono sebagai moderator.

BACA JUGA:  Dinas Kesehatan Enrekang Gandeng Saka Bakti Husada (SBH) Kampanyekan Gerakan Pakai Masker

Talkshow diawali dengan pamaparan oleh drg. Yuli Kusumastuti IP, M.Kes yang menyampaikan tentang Gambaran dan Prioritas Penanganan Penyakit Mata di DIY. Beliau menyampaikan bahwa prevalensi Diabetes Mellitus di DIY pada penduduk semua umur sebanyak 2,44 % adalah tertinggi ke-2 di Indonesia (Riskesdas 2018).

Salah satu komplikasi dari Diabetes Mellitus adalah komplikasi mikrovaskular pada mata yaitu retinopati yang terus berlanjut akan menjadi penyebab kebutaan. Untuk itu Dinas Kesehatan DIY melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini gangguan penglihatan dimulai dari tingkat masyarakat melalui Posbindu PTM yang dilakukan oleh kader terlatih. 

Deteksi Dini juga dilakukan pada bayi dan balita melalui Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), dilakukan Tes Daya Lihat (TDL) dilakukan untuk umur mulai 36 bulan. Untuk anak sekolah dilakukan penjaringan kesehatan di sekolah melalui Upaya kesehatan Sekolah (UKS). Beliau menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan berobat bagi penderita Diabetes, Hipertensi dan Penyakit Tidak Menular lainnya.

Cegah Kebutaan dengan Deteksi Dini Penyakit Mata

Materi Kedua disampaikan oleh dr. Mufida Dwi Nurhayati, Sp.M. Beliau menyampaikan bahwa 80% gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia dapat dicegah. Penyebab kebutaan pada dewasa dan lansia antara lain Katarak, Kelainan Refraksi, Glaukoma, dan Retinopati Diabetika, pada usia anak sekolah adalah kelaianan refraksi, dan pada bayi atau balita adalah Retinopathy of Prematurity, Retinoblastoma, Katarak kongenital.

BACA JUGA:  Capaian 5 Pilar STBM Dinyatakan 100%, Rehak Siap Deklarasi Desa STBM

Deteksi dini dapat dilakukan secara sederhana di rumah melalui tes fungsi penglihatan dan memperhatikan kontak mata pada bayi. Deteksi dini yang lebih lengkap dapat dilakukan di rumah sakit melalui berbagai pemeriksaan sesuai kondisi individu.

Pada talkshow ini seluruh narasumber menekankan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan untuk mencegah terjadinya kebutaan di masa mendatang.

Edisi Spesial World Sight Day 2020, RS Mata YAP Yogyakarta, Poster

Anggun Desi
PKRS RS Mata Dr Yap Yogyakarta

Sharing is caring!

(Visited 24 times, 1 visits today)