Enrekang Pamerkan Dokumentasi Kegiatan Penanganan Stunting

Enrekang, 8 Oktober 2020, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pertemuan konvergensi, koordinasi intervensi dan integrasi penanganan stunting tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertempat di Hotel Four Point Sheraton Makassar, 6-9 Oktober 2020.

Kegiatan ini melibatkan 24 Kab/Kota se Sulsel, dimana 11 Kabupaten yang menjadi Lokus Stunting akan memaparkan kinerja kegiatan penanganan/ pencegahan stunting pada tahun 2020, dan Kab/Kota lain menjadi tim penilainya.

Seusai pembukaan acara, SekProv Sulsel Bapak Dr.Abdul Hayat.M.Si tak lupa berkunjung ke stand Pameran Pemkab Enrekang, beliau menuturkan bahwa “kita mengapresiasi Enrekang yang sudah bekerja keras untuk stunting dan angka-angka yang masih merah perlu ekstra dibuatkan strategi agar bisa trendnya menjadi baik.

BACA JUGA:  Program Anak Sekolah Sehat, RS Baznas Sidoarjo Edukasi Bahaya Rokok

Sekprov hadir mengunjungi stand pameran didampingi Kadis Kesehatan Provinsi dr.Ichsan Mustari dan Konsultan Ahli Penanggulangan stunting Sulsel Prof. dr. Veny Hadju, M.Sc, PhD yang juga guru besar FKM Unhas.

Pada saat menerima kunjungan dari Sekprov, Kepala Dinas Kesehatan Kab Enrekang Sutrisno.SE.SKM.MM, mengungkapkan bahwa dengan Gempita, Gerakan Masyarkat Peduli Stunting, Replikasi kegiatan Ibu Cerdas Stunting dan Pos Gizi Plus kita akan berusaha menurunkan Prevalensi stunting di Kab.Enrekang pada tahun-tahun mendatang.

pertemuan konvergensi, koordinasi intervensi dan integrasi penanganan stunting tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

Hari kedua, Pemerintah Kab.Enrekang, melalui jubir perwakilan Bappeda memaparkan hasil Monev kegiatan penanganan stunting di Enrekang. Dalam paparan dijelaskan tentang kinerja Enrekang dan bahkan MOU Enrekang dengan swasta yaitu Perusahaan JAPFA, Program inovasi ibu cerdas cegah stunting, Pos gizi dan implementasi komunikasi antar pribadi perubahan perilaku yang menjadi aksi penting dalam pencegahan stunting di Enrekang.

Yang tak kalah penting adalah bagaimana keberpihakan kebijakan Pemerintah Enrekang. H.Muslimin Bando.M.Pd selaku Bupati Enrekang dalam penanganan stunting sangat serius menurun stunting dengan hadirnya Peraturan Bupati yang mengatur penggunaan anggaran dana desa minimal 10% untuk penanganan Stunting.

BACA JUGA:  Ketua PKK Kecamatan Gandeng Puskesmas Pelangiran Sosialisasikan IVA, AKI, AKB

Dalam pertemuan ini juga, Enrekang dipercaya menjadi presenter pertama yang mana saat presentasi kegiatan serta data dilakukan sinkronisasi dengan dokumen dan tentu dilakukan panel diskusi dengan beberapa tim ahli/ panelis yang berasal dari akademisi Unhas, para OPD terkait dari Provinsi Sulsel dan Kabupaten lain menjadi penilai dari performa yang dipresentasikan.

Pada akhir pertemuan ini akan dilaksanakan pemilihan Kabupaten paling Inspiratif, Kab/Kota paling replikatif, Kab/Kota paling Inovatif dalam Pencegahan Stunting.

Sharing is caring!

(Visited 52 times, 1 visits today)