Etnografi Kesehatan! Ini Hobiku, Mana Hobimu?

Ya, saya suka memotret etnik, mempelajari adat budaya etnik-etnik di Indonesia. Dan sampai sekarang, saya selalu punya ketertarikan tersendiri untuk mempelajari etnografi kesehatan.
Deni Frayoga, S.KM

Deni Frayoga, S.KM

Team Leader Pencerah Nusantara Mamuju Utara
UPTD Kesehatan Randomayang
Trans Sulawesi Street, Bambalamotu Village, North of Mamuju District, West Sulawesi, Indonesia
Deni Frayoga, S.KM

Memotret etnik adalah hobi saya. Semenjak masih SD saya tertarik dengan mempelajari berbagai macam etnik di Indonesia.

Makanya waktu kelas 4 SD mata pelajar favorit saya adalah IPS, karena disinilah belajar berbagai macam etnik di Indonesia.

BACA JUGA:  Pentingnya Pendekatan Sosial Budaya Dalam Intervensi Kesehatan

Tidak puas dengan pelajaran di sekolah, pergi ke toko buku bersama ibu untuk beli buku RPUL (buku pintar) dan Ragam Budaya Indonesia. Zaman saya SD gak ada yg namanya gadget atau tablet, ada juga tablet obat atau vitamin.

Kemudian ketika SMA ketika sudah mengenal FB, Youtube, Twitter dan Friendster. Saya sangat hobi mendowload lagu-lagu daerah, dan video-video tentang etnik Indonesia. Hobi membaca mulai menurun, karena beralih ke menonton dan mendengarkan.

Ketika kuliah, saya aktif di organisasi sehingga mendapat kesempatan buat jalan-jalan keliling Indonesia karena dibiayai kampus. Ikut LKTI di kampus luar pulau, ikut acara rapimnas, rapimwil, dsb. Tempat yang seneng dikunjungi adalah museum dan taman budaya. Dan tentunya berfotolah di sana.

BACA JUGA:  Pentingnya Pendekatan Sosial Budaya Dalam Intervensi Kesehatan

Ketika sudah menginjak usia 23 masih tertarik mempelajari etnik. Malahan mendapat kesempatan untuk melakukan studi etnografi kesehatan di pedalaman suku dayak sepauk Kalimantan Barat.

Itu kan mempelajari secara formal karena tugas negara, saya juga suka mempelajari secara informal sebagai tugas pribadi.

Saya suka mempelajari budaya pernikahan atau adat pernikahan. Mulai adat Bugis, Mandar, Banjar, Gayo, Minang dan Dayak. Entahlah adat pernikahan begitu menggoda buat dipelajari. Termasuk mitos pernikahan Jawa dan Sunda.

Baiklah itu tadi soal mempelajari etnik, yang tak kalah penting adalah memotret etnik.

Mesti hanya bermodalkan kamera HP Smartphone, atau kamera DSLR pinjaman atau kamera pocket/prosuimer yang kualitasnya kacangan. Tapi seneng-seneng aja sih memotret.

BACA JUGA:  Pentingnya Pendekatan Sosial Budaya Dalam Intervensi Kesehatan

Dan kalau ada foto etnik, suka terinspirasi buat puisi. Sempet terpikir dan ada keinginan serta sudah memulai buat buku puisi dan fotografi etnik. Tapi gak kelar-kelar, soalnya sempet ditolak dan reviewnya banyak amat dari penerbit. Reviewnya karena kualitas fotonya, maklum bukan fotografer profesional.

Etnografi Kesehatan! Ini Hobiku, Mana Hobimu?

Sharing is caring!

(Visited 115 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *