You are here
Home > Inspirasi Kesmas > Fakta yang Kamu Musti Tahu Sebelum Berkarir Di Tim Nusantara Sehat

Fakta yang Kamu Musti Tahu Sebelum Berkarir Di Tim Nusantara Sehat

Fakta yang Kamu Musti Tahu Sebelum Berkarir Di Tim Nusantara Sehat
Bagus Dwi Prayitno

Bagus Dwi Prayitno

Staf MCT at UPT Puskesmas Sungai Guntung
Nusantara Sehat Batch 2
Bagus Dwi Prayitno

Sharing is caring!

Salah satu program andalan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bidang Kesehatan yang eksis adalah Tim Based Nusantara Sehat. Program ini di rekrut langsung dari Ring Satu kesehatan Indonesia, yakni sebut saja Kemenkes RI. Program ini dijalankan untuk mengatasi ketimpangan tenaga kesehatan yang terjadi.

Satu tim terdiri dari berbagai profesi kesehatan seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, ahli gizi, tenaga kefarmasian, tenaga kesling dan ahli laboratorium medik. Dengan berbasis tim, diharapkan dapat berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan langsung di masyarakat selama dua tahun.

Tentu saja tidak mudah untuk bisa bergabung menjadi anggota Tim Based Nusantara Sehat. Selain membutuhkan keahlian di bidang profesi, Nakes juga diharuskan  memiliki skill survevor, jiwa pengabdi, problem solver, dan agen perubahan.

Berikut ini 4 fakta menarik seputar Tim Based Nusantara Sehat.

  1. Seleksi Banyak Mengugurkan Calon Peserta
BACA JUGA:  Bukan Pegawai Biasa, Keahliannya Sebagai Intelijen Dibidang Penyakit

Langkah awal sebelum mengikuti program Nusantara Sehat ini, para calon diharuskan mendaftarkan melalui online di web nusantarasehat.kemkes.go.id. Proses seleksi ini merupakan seleksi administrasi yang dilakukan setiap calon peserta sebelum melalui proses selanjutnya. Sejak awal pembukaan program ini, banyak menjaring tenaga kesehatan dari berbagai daerah dari bermacam profesi.

Pada tahun 2015 telah ditempatkan Tim Nusantara Sehat Periode I sebanyak 142 orang di 20 puskesmas pada bulan Mei 2015 dan Tim Nusantara Sehat Periode II sebanyak 552 orang  di 100 puskesmas pada bulan Desember 2015.

Keberadaan Tim Nusantara Sehat nantinya akan memberi peningkatan pelayanan kesehatan, menggerakkan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Kemudian pada tahun 2016 sebanyak 194 orang terpilih menjadi Tim Nusantara Sehat setelah melalui proses seleksi ketat. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar sebanyak 10.471 orang namun yang diterima hanya sekitar 2%. Dan yang belum banyak diketahui bahwa pada angkatan sebelumnya sekitar sebelas ribu pendaftar.

Selainitu, informasi yang disampaikanKepala PPSDM KemkesRI ,“Dari 7.700 yang daftar, yang diterima hanya 261 orang. Tandanya apa? Jadi Nusantara Sehat nggak gampang, seleksinya ketat,” tutur Usman usai melantik Nusantara Sehat angkatan ke-5 di Pusdikkes TNI AD, Jl Raya Bogot, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (25/11/2016).

BACA JUGA:  Pentingnya Pendekatan Sosial Budaya Dalam Intervensi Kesehatan

Beliau menambahkan bahwa Nusantara Sehat nantinya akan mengabdi di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan terluar. Mereka juga akan ditempatkan di puskesmas daerah yang masih memiliki banyak masalah kesehatan.

  1. Pembekalan Bela Negara

Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi (online) dan seleksi tahap II, setiap calon Tim Based Nusantara Sehat diwajibkan mengikuti pembekalan Bela Negara. TenagaKesehatan menjalani program pembekalan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Pusdikkes TNI AD) Jakarta. Pembekalan dilakukan terutama untuk mepersiapkan mental para peserta Nusantara Sehat sebelum ditempatkan.

Pengabdian 2 tahun di daerah pelosok tentunya membutuhkan kematangan takhanya dari sisi ilmu kesehatan saja tetapi juga ketangguhan dan disiplin.

“Mereka sebelumnya sudah berpendidikan, hanya ditambah materi disiplin, jiwa juang, loyalitas terhadap tugas. Loyalitas terhadap bangsa. Jadi intinya materi ini adalah mental, fisik, dan ideologi. Orang pintarnya bagaimanapun, kalau tidak punya loyalitas terhadap Negara akan jadi bagaimana. Selepas dari pembekalan materi ini, para peserta akan menjalankan tugas sebagai petugas kesehatan di wilayah perbatasan atau daerah tertinggal selama 2 tahun,”kata Dan Kodiklat TNI AD saat melantik peserta Pembekalan Nusantara Sehat gelombang I tahun 2016.

  1. Penempatan Tugas di DTPK dan DBK
BACA JUGA:  Menkes Komitmen Lakukan Reformasi Kesehatan, Implementasinya Dengan Program Germas

Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) adalah sasaran penempatan Program Tim Based Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indenesia sejak awal perencanaan. Lokasi penempatan tersebut berada di seluruh Indonesia yang diputuskan hasil seleksi Kemenkes RI. Ingat, tempat tidak dipilih oleh masing-masing orang namun ditentukan oleh Panitia Seleksi. Jadi harus  siap ditempatkan dimana saja, selagi masih NKRI. Aksitim Nusantara Sehat bukan hanya pada kesehatan tapi juga aktif bekerja sama dengan masyarakat lokal dalam membangun daerah.

  1. Pasca Pengabdian Nusantara Sehat

Beberapa calon pendaftar Nusantara Sehat pasti bertanya-tanya,”Nanti setelah 2 tahun pengabdian terus bagaimana? Apakah mau diangkat menjadi Pegawai?”.  Munculnya pertanyaan tersebut justru pada calon (belum sama sekali menjalani pengabdian). Jika kita jujur ingin mengabdi, pastinya akan fokus pada aksi dalam menjalankan tugas bukan mengharap-harap penghargaan yang ingin diterima.

Seperti yang disampaikan Ibu Menteri Kesehatan. Kita memiliki negara yang diperoleh dengan perjuangan. Kini kita harus loyal kepada negara. Ini bukan angkat senjata tapi otak,” kata Nila dalam “Public Expose Nusantara Sehat” di Usmar Ismail, Jakarta (12/1/2017).

Sharing is caring!

(Visited 2,508 times, 5 visits today)

Leave a Reply

Top