Gagal Kuliah Psikologi, Kini Move On Jadi Mahasiswa Kesmas di Kampus Santri!

Gagal Kuliah Psikologi, Kini Move On Jadi Mahasiswa Kesmas di Kampus Santri!
Perkenalkan, saya Nur Fadillah, asal dari Donggala Sulawesi Tengah. Ini kisah saya menjadi mahasiswa kesmas, tahun pertama di STIKes Surya Global Yogyakarta.

Perkenalkan, nama lengkap saya Nur Fadillah, bisa dipanggil “Ila”. Saya asal dari Donggala Sulawesi Tengah. Anak pertama dari pasangan Icang dan Nurlina dan kakak dari Dayang Fitriani yang sekarang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.

Saya Mahasiswa Kesmas (Prodi Kesehatan Masyarakat) Semester II, di Stikes Surya Global Yogyakarta. Ya! Stikes Surya Global, kampus dengan background Pesantren.

Punya kepribadian senang berorganisasi dan bertatap muka dengan berbagai orang yang berbeda pemikiran membuat saya mempunyai cita-cita  ingin menjadi seorang Psikolog. Mendengarkan cerita seseorang lalu menyelesaikan masalahnya dan menjadi orang kepercayaan mempunyai kepuasan tersendiri bagi saya. Bahkan saya pernah menjadi orang kepercayaan di sekolah saya.

Tepat setahun yang lalu saat masih di bangku Sekolah Menengah Atas dan lulus UN, sama seperti anak alay lainnya anak yang masih plin-plan dan belum tau bagaimana menghadapi dunia yang sebenarnya, dunia dimana tidak adalagi anak “manja” dan pada saat itu nggak pernah kepikiran kuliah itu seperti apa? Mau jadi apa kedepannya? Kontribusi apa yang bisa saya berikan nantinya ? Lalu, jaminan apa yang bisa saya pegang untuk kedepannya? Yang pada saat itu terbesit di benak saya PSIKOLOG.

BACA JUGA:  Tingkatkan Skill Pengurus, Divisi Humas PMKM Surya Global Gelar Training Pengelolaan SOSMED

Pada akhirnya pendaftaran SNMPTN (Seleksi Nilai Mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional) di buka.

Setelah mendaftarkan diri ternyata nilai saya tidak bisa memenuhi syarat saya diterima dalam SNMPTN. Namun semangat saya tidak berhenti sampai disitu. Bermodalkan percaya diri, saya mendaftar lagi SBMPTN dan mengambil beberapa jurusan di berbagai Universitas yang punya Jurusan Psikologi.

Di antara semua jurusan saya hanya ingat UGM. Ya, salah satu Universitas di Yogya Kota Pelajar, yang semua mahasiswa mendambakannya.  Saat-saat mengambil nomor ujian dan mengecek ruang ujian bahkan pada saat setelah ujian SBMPTN.

Sepanjang hari itu saya selalu menghayalkan dan terkadang tersenyum sendiri mengingat saya yang nantinya akan menjadi mahasiswi Yogya dan akan menjadi seorang Psikolog nantinya, saya bahkan telah membuat skema kehidupan di Yogya “Psikolog Muda”, angan-angan yang begitu tinggi.

Setelah menunggu beberapa minggu selesainya SBMPTN, akhirnya hasilnya pun keluar, ini bagian yang meneganggakan. Hasilnya “Anda Tidak Lulus”, artinya nama saya tidak tertera di hasil SBMPTN dan yang lebih menyebalkan UGM berkata “Maaf, Tidak Diterima”, ya, saya maafkan dengan berat hati, ha..ha..ha..

Surat Panggilan Mahasiswa Kesmas STIKes Surya Global

Move on bukan hal yang mudah apalagi dalam hal masa depan. Itu yang saya rasakan pada sat itu. Putus asa dan semangat? Itu pasti. Saya mulai mengubur perlahan-lahan keinganan dan cita-cita yang saya anggap konyol itu. Hingga pada akhirnya saya di perkenalkan dengan Kampus Stikes Surya Global .

BACA JUGA:  Lebih Dekat Dengan Kesehatan Lansia, Mahasiswa Kampus Ini Kunjungi Rumah Pelayanan Sosial Lansia Budhi Dharma Yogyakarta

Melihat jurusan yang sama sekali jauh dari keinginan saya membuat saya pada awalnya tidak tertarik apalagi tidak ada jurusan Psikolog, kata saya dalam hati.

Namun, karena ini adalah kemauan orang tua jadi saya mengiyakan dan mengambil jurusan yang saya fikir tidak akan membuat saya bertemu dengan alat medis. Saya mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat dengan rencana tahun depannya saya akan mencoba peruntungan untuk mendaftar lagi di UGM. Stikes Surya Global juga berada di Yogya jadi bagi saya dekat.

13 Juli 2017, tepat 7 bulan lalu saya berada di Yogya, Kota Pelajar yang dulunya saya impikan akan menjadi saksi lahirnya saya sebagai seorang “Psikolog Muda”. Tepat 7 bulan yang lalu juga saya mulai merasakan bagaimana menjadi seorang “Mahasiswa Santri”, kuliah sekaligus mondok, bukan hal yang mudah bagi seorang anak yang masih labil yang bergaulnya kadang campur baur laki-laki dan perempuan yang belum pernah menginjakkan kakinya dalam dunia pesantren yang belum pernah kenal sama yang namanya “Al-Matsurat” yang bahkan belum pernah tahu tentang apa maksud dari Manajemen Rumah Sakit dan apa maksud dari SKS bahkan KRS lalu akan jadi apa nantinya? Ribet kan?! Ha..ha..ha…

Saya mulai mengikuti kegiatan pondok dan kegiatan perkuliahan yang jauh berbeda dari kehidupan saya sebelumnya, bukan hal yang mudah untuk move on dan bangkit lagi. Namun kegiatan keagamaan yang secara tidak langsung mencuci hati saya yang keras ini membuat saya tahu apa yang sebenarnya harus saya cari dan jadi apa saya nantinya.

BACA JUGA:  Tenaga Kesehatan Masyarakat Sekaligus Pekerja Seni "Why Not" kan?

Mahasiswa Santri STIKes Surya Global

Pemikiran yang keliru jika ada yang mengatakan bahwa seorang “Mahasiswa Santri” itu akan terkekang oleh kegiatan kampus dan pondok sampai tidak diberi waktu bagi mereka untuk berorganisasi.

Stikes Surya Global Yogyakarta memberikan wadah kepada para Mahasiswa/i nya untuk mengembangkan diri dan tidak hanya berfokus pada akhirat saja namun seimbang antara dunia dan akhirat.

Belum lama ini saya memasuki organisasi PMKM (Persatuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) yakni satu-satunya wadah yang menaungi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Saya yang tadinya merasa tidak punya masa depa jika tidak menjadi Psikolog sekarang mulai berubah pandangan.

Dan akhirnya keinginan yang setahun lalu ingin mendaftar lagi ke UGM sekarang sudah tidak ada lagi. Psikolog dan Kesehatan Masyarakat? Beda-beda tipislah. Psikolog, Ilmu untuk mengenali masalah seseorang dan membantunya untuk menyelesaikan sementara Kesehatan Masyarakat Ilmu untuk mengenali masalah kesehatan suatu masyarakat dan membantu agar mereka terhindar dari masalah tersebut. Sama-sama meyelesaikan masalah kan? Dan Kesehatan Masyarakat ruang lingkupnya pun sangat luas dan bukan perorangan tapi Masyarakat.

Jadi, ini tentang bagaimana kita mengambil pelajaran dari semua peristiwa yang kita alami. Baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Dan yang terpenting, disitu ada do’a dan ridho orang tua dalam kita menuntut ilmu, agar ilmu yang kita dapat pun menjadi berkah untuk semuanya.

Terimakasih sudah mau baca tulisan saya, semoga bermanfaat! 🙂

Pusat Laboratrium STIKes Surya GLobal

Sharing is caring!

(Visited 683 times, 1 visits today)

18 thoughts on “Gagal Kuliah Psikologi, Kini Move On Jadi Mahasiswa Kesmas di Kampus Santri!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *