Gen Z!!! Ayo Kenali Gejala Stroke dan Cara Pencegahannya

Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). tanpa pasokan darah yang cukup, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.

Stroke dapat terjadi tanpa memandang usia pada siapa saja. Menurut World Stroke Organization (2022) secara global, lebih dari 12,2 juta atau satu dari empat orang di atas usia 25 akan mengalami stroke. Stroke menjadi penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker, baik di negara maju maupun berkembang. Pravalensi stroke di indonesia tahun 2008 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur diatas 15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang.

Stroke terjadi secara cepat atau mendadak berupa defisit fokal(atau global) pada fungsi otak, dengan gajala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian, tanpa penyebab yang jelas selain penyebab vaskuler (WHO). Stroke sesuai tingkatannya bisa sampai menyebabkan kematian atau kecacatan yang otomatis bisa menurunkan status kesehatan dan kualitas hidup penderita stroke.

Ada tiga gejala utama stroke yang mudah untuk dikenali bagi pengidap. Pertama, salah satu sisi wajah akan terlihat lebih turun dan pengidap tidak mampu tersenyum karena mulut atau mata tampak terkulai. Kedua, pengidap tidak mampu mengangkat salah satu lengan karena terasa lemas atau mati rasa. Tidak hanya lengan, tungkai yang berada pada sisi yang sama dengan lengan juga mengalami kelemahan. Ketiga, ucapan menjadi tidak jelas, kacau, atau bahkan tidak mampu berbicara sama sekali meski pengidap terlihat sadar. Gejala stroke lainnya adalah mual, muntah, sakit kepala hebat yang tiba-tiba yang disertai kaku pada leher dan pusing seperti berputar (vertigo), mengalami penurunan kesadaran, sulit menelan sehingga mengakibatkan tersedak, mengalami gangguan pada keseimbangan dan koordinasi, dan mengalami hilang penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda.

Stroke dapat dicegah dengan mengetahui faktor risiko atau faktor-faktor yang memudahkan terjadinya stroke. Faktor risiko ini terdiri dari faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin, sedangkan faktor risiko yang dapat dimodidifikasi yaitu merokok, diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi minuman berakhol, obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia dan gangguan irama jantung.

Sumber:

https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-stroke-dan-penyebabnya : Kenali Stroke dan Penyebabnya
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20221011/4641254/tingkatan-kualitas-dan-layanan-stroke-lewat-transformasi-kesehatan/ : Tingkatan Kualitas dan Layanan Stroke Lewat Transformasi Kesehatan


Artikel edukasi penyakit DBD ini sudah direview oleh:
Agneta Juwanita, S.KM
Promkes Puskesmas Sukaraja

Puskesmas Sukaraja
Jalan Cibalanarik KM. 01, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46183
Telp/WA : 081320209108

Yuk Share Postingan Ini:
sisniwati
sisniwati
Articles: 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *