IAKMI Kuningan Gelar Seminar Peran Kesmas Bermitra Dengan FKTP
Ketua STIKes Kuningan H. Abdal Rohim, S.Kp.,MH menyampaikan pihaknya merasa senang dan bersyukur bahwa IAKMI beserta STIKKU memikirkan nasib SKM kedepan terutama terkait peluang kemitraan dengan FKTP di era Universal Coverage ini, dan mahasiswa sejak dini diajak terlibat kegiatan-kegiatan profesi agar tumbuh rasa percaya diri sebagai Profesi Kesmas dan percaya diri menatap masa depan.

Tenaga Kesehatan Masyarakat menurut Undang – Undang Tenaga Kesehatan No.36 tahun 2014 meliputi tenaga promosi kesehatan, epidemiolog (surveilans), administrator kesehatan, pembimbing kesehatan kerja yang memiliki kewenangan dalam upaya Promotif dan Preventif.

Namun pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekarang dengan BPJS sebagai pelaksana program yang bertanggung jawab kepada Preseiden langsung, bahwa fungsi dan peran tenaga Kesehatan Masyarakat (Sarjana Kesehatan Masyarakat/SKM) ini belum mendapat kesempatan dan porsi untuk berperan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama pada upaya promotif peventif sebagaimana kewenangan yang diembankan kepada SKM ini, bahkan SKM ini sudah diakui kompetensinya oleh Kementrian Kesehatan dengan adanya Surat Tanda Registrasi (STR) Ahli Kesehatan Masyarakat.

BACA JUGA:  Bincang Ringan Bersama Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan

Padahal dalam program BPJS yang dilaksanakan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) baik pemerintah maupun FKTP Swasta (Dokter Keluarga), sudah jelas terdapat upaya dan program terkait Promotif dan Preventif.

Adanya gap dan situsi seperti ini yang melatar belakang seminar yang diadakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Cabang Kabupaten Kuningan yang bekerjasama dengan Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKKU dan Program Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat STIKKU yang dilaksanakan pada hari Jumat (3/5) bertempat di Ruang Aula STIKKU.

Ketua STIKes Kuningan H. Abdal Rohim, S.Kp.,MH

Pada kegiatan ini, Ketua STIKes Kuningan H. Abdal Rohim, S.Kp.,MH menyampaikan pihaknya merasa senang dan bersyukur bahwa IAKMI beserta STIKKU memikirkan nasib SKM kedepan terutama terkait peluang kemitraan dengan FKTP di era Universal Coverage ini, dan mahasiswa sejak dini diajak terlibat kegiatan-kegiatan profesi agar tumbuh rasa percaya diri sebagai Profesi Kesmas dan percaya diri menatap masa depan.

BACA JUGA:  Ini Cara Mahasiswa Kesmas Univ Lambung Mangkurat Cegah Warga Desa Ambawang Terus Bakar Sampah

Dengan kegiatan ini STIKKU berharap menjadi sebuah awalan untuk masa depan SKM yang lebih baik karena harapan kedepan bisa menjadi mitra FKTP. Selanjutnya pada sesi utama seminar yang dimoderatori oleh Cecep Heriana, SKM.,MPH yang merupakan Pengurus IAKMI Kuningan dan juga Wakil Ketua I Bidang Akademik ini memberikan prolog bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari riset yang akan dilaksanakan oleh Tim Riset Dosen Prodi Kesmas dan IAKMI Kuningan tentang Model Kemitraan SKM dengan FKTP di Kab. Kuningan.

Pada sesi Pertama sebagai pembicara Dr. drg. Rossi Suparman, M.Kes.,MH selaku Ketua IAKMI Kab. Kuningan menyampaikan gambaran dan konsep Riset Kemitraan SKM dengan FKTP, dengan harapan selesai riset ini ada sebuah rekomendasi yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk mengatur pelibatan SKM dalam jejaring kemitraan dengan FKTP.

BACA JUGA:  Penguatan Sistem Manajemen Pengelolaan Limbah Untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

Narasumber Seminar IAKMI Kuningan

Pada sesi Utama Kepala Kantor BPJS Kuningan Ibu Retna Wahyuni. SF., Apt menyampaikan materi tentang konsep jaminan kesehatan, Kelembagaan BPJS dan layanannya serta topik yang menarik adalah tentang peran tenaga kesehatan masyarakat. Menurutnya regulasi yang mengatur tentnag program dan upaya promotif dan preventif dalam program BPJS sudah ada namun masih dilaksanakan oleh Dokter/tenaga medis, karena single fighter tenaga medis ini maka pada kenyataan upaya promotif dan preventif ini belum optimal dilaksanakan.

Meskipun SKM memiliki kompetensi dalam upaya promotif preventif dan juga memiliki peluang besar untuk terlibat promotif dan preventif ini, namun demikian untuk mekanisme yang mengatur kemitraan SKM dengan FKTP memang belum tersedia, sehingga besar harapan dari hasil riset para ahli kesmas ini dapat berkontribusi dan menjadi bahan pemikiran untuk pengambilan kebijakan, ungkap Ibu Retna.

Foto Bersama Seminar IAKMI Kuningan

Sharing is caring!

(Visited 63 times, 1 visits today)