Ilmuwan, Sabun Antimikroba Berbahaya Untuk Kesehatan
Jika label di sabun tangan Anda menyebutkan dapat membunuh 99 persen kuman, sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk berhenti menggunakannya.

Jika label di sabun tangan Anda menyebutkan dapat membunuh 99 persen kuman, sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk berhenti menggunakannya. Pasalnya, menurut sebuah pernyataan yang ditandatangani lebih dari 200 ilmuwan dan profesional medis yang disebut Florence Statement, tidak ada bukti bahwa bahan kimia antimikroba benar-benar dapat mencegah penyakit. Bahkan, bahan tersebut mungkin secara aktif dapat melukai kesehatan dan lingkungan Anda.

Pertama kali dipresentasikan di Simposium Internasional DIOXIN pada 2016, Florence Statement mengumpulkan penelitian terkini tentang dua bahan kimia antimikroba, triclosan dan triclocarban yang spesifik, yang telah banyak digunakan selama beberapa dekade.

Dokumen itu menunjukkan bahwa tidak cukup bukti bahwa bahan kimia ini aman untuk digunakan atau bahkan efektif untuk digunakan.

“Orang mengira sabun tangan antimikroba menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap penyakit. Tapi umumnya, sabun antimikroba tidak lebih baik dari sabun biasa dan air,” kata Barbara Sattler, seorang profesor kesehatan lingkungan di Universitas San Francisco, seperti dikutip dari laman New Atlas, Rabu (21/6/2017).

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat melarang penggunaan triclosan dan triclocarban serta 17 bahan mikroba lainnya yang terdapat dalam produk perawatan pribadi seperti sabun.

“Saya senang FDA akhirnya bertindak untuk menghapus bahan kimia ini dari sabun. Tapi saya kecewa menemukan di apotek lokal bahwa kebanyakan produk sekarang mengandung pengganti yang mungkin lebih buruk,” kata Arlene Blum, PhD, Direktur Eksekutif Green Science Policy Institute.

Menurutnya, perusahaan terus mengganti aditif yang dilarang dengan produk baru yang bisa sama berbahayanya. Dan larangan antimikroba tidak menghentikan penggunaannya dalam perawatan pribadi, bangunan dan produk konsumen lainnya, seperti pasta gigi, cat, wadah penyimpanan makanan, pakaian, peralatan dapur dan lantai.

Antimikroba bahkan dipasarkan untuk produk dari meja, kenop pintu hingga sakelar lampu. Pengawet antimikroba berguna untuk produk tertentu seperti cat. “Tapi kami menemukan klaim tentang manfaat kesehatan antimikroba, sebagian besar tidak valid,” ujar Bill Walsh, President of Healthy Building Network.

Florence Statement juga mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa paparan triclosan dapat membuat orang lebih sensitif terhadap alergi makanan dan asma, dan berdampak negatif pada reproduksi dan perkembangan manusia.

Peningkatan penggunaan produk antimikroba berarti kita tidak hanya mengekspos diri kita pada bahan kimia ini, tapi lebih banyak lagi berdampak ke lingkungan dan mempengaruhi hewan dan ekosistem dengan cara yang serupa.

Lebih buruk lagi, jika mereka efektif membunuh mikroba, bahan kimia tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan superbug, karena bakteri terus mengembangkan pertahanan yang lebih kuat melawan antibiotik terbaik kita.

Untuk mengatasi semua itu, Florence Statement merekomendasikan beberapa peraturan baru. Triclosan, triclocarban dan antimikroba lainnya harus dihindari kecuali ada cukup bukti bahwa mereka aman dan bermanfaat, dan alternatif yang lebih aman harus dipertimbangkan.

Sebelum antimikroba diizinkan untuk digunakan dalam suatu produk, dampak jangka panjang kesehatan dan lingkungannya harus dipelajari, dan semua produk yang mengandung bahan kimia ini harus diberi label dengan jelas.

Florence Statement diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

SUMBER :www.netralnews.com

Sharing is caring!

(Visited 159 times, 1 visits today)