Indofood Tawarkan Bantuan Dana Riset, Salah Satunya Bidang Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Indofood Tawarkan Bantuan Dana Riset, Salah Satunya Bidang Gizi dan Kesehatan Masyarakat
Bidang diteliti adalah agro dan teknologi perikanan, teknologi produksi, gizi dan kesehatan masyarakat, perikanan dan kelautan, maupun sosial, ekonomi dan budaya. Sejak pertama diluncurkan pada 2006, IRN telah menerima sekitar 4.700 proposal dan mendanai 733 penelitian mahasiwa.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) menggelar roadshow sosialisasi Program Indofood Riset Nugraha (IRN) ke berbagai universitas di empat kota yaitu Mataram, Banjarmasin, Solo, Kupang.

Seperti dikutip dari Banjarmasin Post, kegiatan yang dimulai dari 16 April sampai 7 Mei 2018 ini memang khusus untuk wilayah Indonesia Timur. Selain sosialisasi juga coaching clinic dari dewan pakar IRN sebagaimana digelar di Aula Rektorat ULM Banjarmasin, Senin (23/4).

BACA JUGA:  664 Rumah Tak Miliki Jamban Sehat

Tema IRN tahun ini adalah mencerdaskan bangsa melalui kemandirian berbasis potensi dan kearifan lokal secara berkelanjutan.

Head of Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, melalui Branch Manager PT Indofood Cabang Banjarmasin Wiji Sasongko, menyatakan, riset adalah instrumen penting suatu bangsa.

“Kami melihat minat riset di kalangan generasi muda Indonesia masih perlu ditingkatkan. Dengan IRN ini kami mendorong mahasiswa menuangkan ide, inovasi, kreativitasnya dalam sebuah penelitian unggul khususnya mengembangkan keanekaragaman pangan yang berbasis kearifan lokal sehingga dapat mendukung kemandirian pangan nasional,” paparnya.

Program iRN merupakan corporate social reaponsibilty Indofoof pilar building human capital. Terbuka bagi mahasiswa S1 berbagai jurusan yang menyelesaikan tugas akhir.

BACA JUGA:  27 Unit Ambulance Dibeli Dengan Dana Desa di Pasuruan

Objek penelitian adalah sumberdaya pangan lokal baik sumbedaya darat maupun laut yaitu jagung, gandum, aneka unbi, pisang, kelapa sawit, kedelai, sagu, rempah-rempah, daging, susu, ikan dan rumput laut atau komoditas lokal lainnya.

Bidang diteliti adalah agro dan teknologi perikanan, teknologi produksi, gizi dan kesehatan masyarakat, perikanan dan kelautan, maupun sosial, ekonomi dan budaya. Sejak pertama diluncurkan pada 2006, IRN telah menerima sekitar 4.700 proposal dan mendanai 733 penelitian mahasiwa.

Dikatakan Wiji, program IRB terus dikembangkan dengan memperluas bidang penelitian, komoditas atau obyek penelitian hingga coaching clinic bagi mahasiswa.

“Mulai tahun lalu selain bantuan dana dan bimbingan teknis yang dilakukan para pakar, IRN menetapkan tiga peneliti terbaik dari 58 proposal penelitian yang didanai program ini,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dekan FKM Untad: Tingkatkan Derajat Kesehatan Melalui Tenaga Profesional Gizi

Lanjut Wiji, penilaian meliputi tiga aspek, kualitas penelitian, proses penelitian dan performance peneliti dalam mempresentasikan penelitiannya.

“Periode 2018 kami juga akan memilih tiga peneliti terbaik. Para pemenang diberikan kesempatan mengikuti scientific study tour ke Singapura untuk melihat dan mengamati proses penelitian dan prasarana penelitian di sana yang mumpuni,” tandasnya.

Untuk mendapatkan penelitian, mahasiswa perlu mendaftarkan proposal penelitiannya melalui www.indofoodrisetnugraha.com dan email indofoodrisetnugraha@indofood.co.id mulai 1 April hingga 20 Juli 2018.

Syarat lainnya jangka waktu penelitian paling lama setahun dan menyertakan riwayat hidup.

Sharing is caring!

(Visited 131 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *