Ini 3 Harapan Wakil Bupati Enrekang Dalam Pencegahan Stunting di Wilayahnya
Kamis, 27 Desember 2018, bertempat di Aula Pertemuan Ruangan Bapeda Kab. Enrekang, dilaksanakan Rapat Koordinasi & Sosialisasi Konvergensi/ Intergrasi Pencegahan Stunting di Kab. Enrekang.

Kab. Enrekang masuk menjadi salah satu lokus intervensi stunting di 100 Kab/Kota Lokus intervensi Stunting di Indonesia tahun 2018.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

BACA JUGA:  Puskesmas Malua Kabupaten Enrekang Ajak Masyarakat Ikut Imunisasi MR

Kamis, 27 Desember 2018, bertempat di Aula Pertemuan Ruangan Bappeda Pemerintah Kab. Enrekang, dilaksanakan Rapat Koordinasi & Sosialisasi Konvergensi/ Integrasi Pencegahan Stunting di Kab. Enrekang.

Kegiatan ini diikuti oleh Dirjen Bangda Kemendagri, Dinkes Provinsi Sulsel, semua Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Enrekang, dan dihadiri semua Kepala Puskesmas se-Kab. Enrekang,

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wabup Enrekang, Bapak Asman, SE. Dalam arahannya, beliau menekankan 3 point penting, yaitu, 1) Tidak adalagi OPD yang mengatakan dirinya tidak terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan Stunting, ke 2) Jadikan moment ini sebagai moment pengabdian dan mari kita catat sejarah pengandian karena usaha kita Enrekang keluar dari stunting ini, ke 3) Tidak boleh lagi OPD hanya membuat kegiatan untuk menggugurkan tanggung jawab saja, artinya setiap kegiatan harus ada output & outcome untuk masyarakat kita.

BACA JUGA:  Peran Generasi Muslim Dalam Mengatasi Permasalahan Stunting di Indonesia

Dalam acara ini perwakilan Kemendagri, Andi Irfanji, SKM, M. Kes Regional Coordinator Sulawesi Ditjen Bina Bangda/ Kemendagri, menyampaikan bahwa 70 % penentu pencegahan stunting adalah hadirnya kerja sama lintas sektor dan program, adanya analisis situasi, rencana aksi dan adanya rembuk stunting di Kab. Enrekang.

Harapannya kedepan bagaimana adanya kerja-kerja cerdas, inovatif dari semua OPD lewat Konvergensi/ Koordinasi intervensi Stunting baik, intervensi Spesifik dan Sensisitif serta dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi yg berkelanjutan.

Sharing is caring!

(Visited 174 times, 1 visits today)